Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Makan malam


__ADS_3

Kini mereka sudah sampai di apartemen milik Wil, kedua nya langsung menuju dapur, membuka kulkas yang ternyata hanya ada udang dan telur, serta beberapa sosis di dalam nya, tidak ada sayuran sama sekali, Valerie mendesah kecewa.


Wil yang melihat wajah muram Valerie pun menghela nafas nya, namun ajakan untuk berbelanja bahan makanan dia tolak begitu saja, karena dia sudah sangat lapar, cacing di dalam perut nya sudah berdemo minta di isi jatah makanan.


"Masak dengan bahan yang ada saja, aku sudah sangat lapar" rengek Valerie sambil menegak air putih yang ada di lemari pendingin.


Wil melipat kemeja nya sebatas siku tangannya terulur mengambil Apron masak yang tergantung di dinding sebelah lemari pendingin, Wil memulai kegiatan memasak nya di temani Valeri yang menyandarkan tubuhnya di konter dapur, dia memperhatikan setiap gerakan yang di lakukan oleh suami nya.


 


 


 


Valerie yang mengambil alih udah yang akan di bersihkan oleh Wil, namun Wil melarang nya, dia meminta Valerie untuk memotong sosis dan daun bawang yang telah dia siap kan di meja.


 


 


Dengan cekatan Valerie melakukan itu seperti yang di katakan suami nya, mereka memasak berdua dengan senyum bahagia, Wil seakan melupakan kekesalan nya yang begitu kentara tadi.


 


 


Mereka mengukir kenangan yang akan saling membekas dalam ingatan mereka masing-masing, Wil menaruh nasi goreng nya di piring yang telah di sediakan oleh Valerie juga sup dengan bakso ikan yang tertuang di mangkok nya.


 


 


Sementara Valerie memotong buah pear yang tersisa di kulkas, memotong nya , dia membawa potongan buah ke meja makan yang ternyata suami nya itu tengah menunggu nya.


 


 


 


“Ayo makan kata nya lapar” ajak Wil yang memberikan sendok dan garpu pada Valerie.


 


 


 


“Ini seperti enak” ucap Valerie dengan air liur yang hampir menetes.

__ADS_1


 


 


 


“Makan lah”


 


 


 


Tanpa menunggu lagi Valerie menyuapkan satu sendok nasi goreng yang membuat nya mengunyah dengan cepat, Wil yang melihat itu tersenyum saat Valerie terlihat begitu menikmati masakan nya.


 


 


 


Sadar kalau dia di perhatikan oleh Wil, Valerie mendongak ke atas Wil yang mengalihkan pandangannya mereka bertemu, Wil seakan menikmati makanan nya tanpa mempedulikan Valerie.


 


 


 


 


 


“Ada apa, aku akan memotong gaji mu jika kau mengganggu ku”


 


 


“Ada satu dokumen yang harus kamu cek sekarang juga kak, itu berhubungan dengan perusahaan milik kakak ipar”


 


 


Wilmar bangkit dari duduk nya menuju ruang kerja, mengabaikan Valerie yang menatap penuh tanya, setengah jam berlalu Wil belum juga keluar dari ruang kerja nya, membuat Valerie mendesah kesal, di ambil nya piring berisi nasi goreng di hadapan nya, dia berjalan menuju ruang kerja suaminya, harapan nya saat ini hanya satu Wil tidak mengunci pintunya yang membuat nya tidak bisa masuk ke dalam.


 

__ADS_1


 


 


Rupa nya semesta berada di pihak nya, jangan kan mengunci pintu ruangan itu tidak tertutup sama sekali, bahkan terbuka lebar mempersilahkan siapa pun yang ingin masuk ke dalam, dengan tangan yang membawa nampan Valerie masuk ke dalam, menaruh nampan nya di meja sofa yang ada di sana, dia menarik salah satu kursi yang ada di sana, dia duduk menghadap suami nya dengan satu sendok nasi goreng yang terkatung di depan mulut Wil.


 


 


 


Wilmar memundurkan wajah nya saat nasi goreng itu berada di mulut, dia mantap Valerie yang ternyata ingin menyuapi nya makan, Wil yang memang belum sempat makan pun membuka mulut nya, menerima suapan dari tangan istrinya, ini yang dia heran, kenapa setiap makanan yang masuk kedalam mulutnya akan terasa sangat nikmat kalau di suapi oleh istrinya.


Deg.


perasaan ini lagi, batin Valerie saat mereka sama terdiam menyelami rasa dalam hati mereka masing-masing, Wil mendekatkan wajah nya ke arah Valerie dengan tatapan penuh damba pada bibir sejak tadi menggoda iman cetek nya.


Segera saja tanpa menjeda waktu Wil menyesap bibir Valerie yang membuat pemilik bibir itu melenguh pelan, sebisa mungkin Valerie menahan diri untuk tidak terbawa arus yang di bawa oleh suami nya.


Meski pun dia juga menginginkan nya, sekuat apa pun Valerie bertahan pada akhirnya dia tidak lagi bisa menahan diri nya, piring yang berisi nasi di tangan nya itu di rebut oleh Wil, di letakkan nya di atas tumpukan dokumen yang berserakan di meja kerja nya.


Dengan lidah yang masih saling bertaut, Wil menarik tangan Valerie, mengalungkan nya di leher nya, sementara jari jemari nya membuka satu per satu kancing baju yang di gunakan oleh istrinya.


Dia membuang nya ke lantai seakan baju itu lah penghalang diri nya yang ingin berbuka puasa setelah satu minggu ini dia harus menahan diri untuk tidak menjamah tubuh sintal istri, kaca mata yang menutupi pegunungan Himalaya itu juga di hempaskan begitu saja, membuat isi dalam nya seakan bebas dari jeratan kain berkawat yang membungkus nya.


Lenguhan pelan terdengar di telinga Wil saat secara perlahan dia meremas benda kembar milik istrinya, Wil memperluas jelajah nya menuju leher jenjang, kecupan dan sesapan serta remasan yang dia berikan membuat istrinya itu tidak lagi bisa menahan suara.


Apa lagi saat lidah nya berputar dengan sesekali menyesap nya, membuat Valerie tidak bisa menahan erangan nya.


"Aaaahhhh.....hentikaaannn....."


"Aaahhh....."


Bukan nya menuruti keinginan Valerie, tangan Wilmar semakin turun dari pegunungan menuju lembah yang di tumbuhi tanaman liar di sana, tapi jangan salah, tanaman liar terjaga dengan tapi oleh pemilik nya.


Tangan Wil dengan lancang nya menyeruak masuk ke dalam sana menyingkirkan kain triangle yang menutupi keindahan yang ada di dalam nya, dia mencari sesuatu yang tersimpan di balik lembah yang menjadi candu nya, kemampuan Wil tidak perlu di ragukan lagi dalam hal ini, benda yang di cari nya sudah dia temukan.


Kacang mandiri itu dia tekan dan gosok-gosok perlahan, jari nya yang sudah sangat lihai dan juga hafal dia mana tempat nya pun langsung masuk ke dalam pintu gua yang seperti sudah sedikit basah.


"Aaaaahhhh.....sudaaahhh.....Aaaahhhhh"


"Aaahhh.....hentikkkaaaaannnn.....iniiiiii" rengek Valerie saat Wil mengobrak-abrik pintu gua nya.


Wil kembali menyatu bibir nya saat dia merasa denyutan di jari nya semakin mengencang begitu juga dengan gerakan tangan nya yang semakin membuat Valerie tidak bisa berpikir apa pun selain hanya ******* yang keluar dari mulut nya.


"Aaaaahhhhh......aaaaahhhhhh"


💦💦💦💦

__ADS_1


 


 


__ADS_2