Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Orang suruhan


__ADS_3

"Kamu belum bangun sayang?" Tanya Wilmar saat panggilan mereka tersambung.


"Belum hehe"


"Ya sudah lanjutkan saja kalau begitu" kata Wilmar yang hendak menutup panggilan nya.


"Jangan aku sudah bangun dan ini lihat putramu ini juga bangun hanya karena mendengar suara mu" ucap Valerie mencebikkan bibir nya mengarahkan kamera ponsel nya pada bayi mungilnya.


"Anak Daddy baru bangun ya" sapa Wilmar pada baby Jenno yang sedang menyusu pada mommy nya.


"Boy itu punya Daddy, kapan kamu akan kembalikan itu pada Daddy heem" ucap Wilmar yang merasa iri pada putra nya yang sedang asyik dengan kegiatan nya, bahkan baby Jenno sama sekali tidak mempedulikan ocehan Daddy nya.


Terserah mau ngomong apa aku lapar, baby Jenno be like.


Lirikan mata baby Jenno membuat Wilmar semakin gemas, dia terus menggoda nya sampai Valerie kesal pada suami dan anak nya itu, baby Jenno yang tadi nya asyik menyusu melepaskan begitu saja membuat air susu nya keluar membasahi seluruh wajah nya.


"Nah Kan susu nya muncrat kemana-mana" kesal Valerie sambil membersihkan air susu nya di wajah Baby Jenno yang tertawa bersama Daddy nya.


Wilmar menoleh ke arah pintu di mana Fattah yang berdiri di sana, dia sudah di tunggu untuk melanjutkan meeting karena orang yang mereka curigai belum kembali ke kantor.

__ADS_1


"Mandilah dulu sayang, nanti Daddy telfon lagi oke" pamit Wilmar pada putra nya.


"Baik Daddy cari uang yang banyak untuk kami" ucap Valerie menirukan suara bayi.


"Aku sudah kaya meskipun aku tidak bekerja"


"Sombong"


Panggilan pun terputus begitu saja, Valerie memandikan baby Jenno yang mulai rewel, mungkin dia merasa tidak nyaman dengan tubuh nya yang lengket akibat keringat, Valerie bersiap memandikan baby Jenno sendirian, mereka sepakat untuk tidak menggunakan babysitter, baik Wilmar ataupun Valerie mereka lebih memilih mengurus baby Jenno seorang diri, di tambah lagi Valerie yang sudah lepas tangan dari tanggung jawab nya sebagai pemimpin perusahan milik ayahnya itu membuat nya memiliki banyak waktu untuk di habiskan bersama putra nya.


...****************...


Wilmar masuk ke dalam ruang meeting, seorang pria yang duduk di ujung meja tampak menegang saat melihat pemilik tempat nya berkerja ada di ruangan yang sama dengannya, tanpa pemberitahuan tanpa acara penyambutan.


Wajah nya semakin memucat saat video yang di tayangkan bukan lagi video perencanaan pembangunan seperti yang digadangkan, sejumlah barang bukti penggelapan bahan bangunan dan upah pekerja yang masuk ke dalam rekening nya tergambar jelas di sana , seluruh peserta meeting menatap tidak percaya pada nya.


Orang yang selama ini menjadi panutan mereka itu ternyata dalang di balik mangkraknya pembangunan yang membuat perusahan mengalami kerugian yang tidak main-main.


"Maafkan saya tuan, saya terpaksa melakukan ini semua, kalau tidak keluarga saya akan di habisi tuan" ucap pria dengan dua orang anak tersebut.

__ADS_1


"Mana ada maling yang mengaku, kalau sudah ketahuan baru minta maaf, alasan basi" ucap salah satu manager yang merasa tertipu dengan wajah polos pria yang baru dia tahun berkerja di bawah naungan nya.


"Saya hanya di suruh Tuan Wil"


"Apa kau pikir aku percaya ha, lihat buka mata mu seberapa besar kerugian di tanggung perusahaan karena ulah mu lah"


"Seret dia ke kantor polisi" teriak Wilmar yang tidak lagi bisa menahan emosi nya.


"Tuan saya bisa jelaskan tuan"


"Tuan Fattah dengarkan saya dulu"


Tanpa mengatakan apapun Fattah menyeret pria itu keluar dari sana, dia terus memberontak meminta untuk di lepaskan.


"Tuan berikan saya kesempatan untuk mengatakan sesuatu pada anda Tuan, sebelum semua nya terlambat"


"Katakan" ucap Fattah yang sudah sangat muak dengan pria yang pernah di tolong nya itu.


"Saya hanya di suruh, uang itu saya kirimkan lagi ke rekening orang itu"

__ADS_1


"Siapa?"


"Tuan..."


__ADS_2