
Wilmar melirik ponsel yang dia letakkan di meja samping tepat tidur nya, juga Valerie yang tengah terlelap sambil memeluk guling yang ada di samping nya.
Gumaman dari makhluk kecil yang menghentak-hentakkan kaki nya mencari perhatian darinya membuat pandangan Wilmar teralih pada putra nya yang meminta perhatian nya, dia seperti tidak ingin berbagi perhatian Daddy nya itu dengan siapa pun, termasuk mommy nya sendiri.
"Apa? kamu tidak mau tidur haa, Daddy ngantuk tau!" ucap Wilmar yang di jawab celotehan dari baby Jenno yang mengajak nya berbicara.
Sudah beberapa kali Wilmar menguap, rasa kantuk menyerang nya hingga dia hampir limbrung menimpa putra nya yang justru tertawa ke arah nya.
"Ayo Boy tidur, Daddy ngantuk sekali" keluh nya, sekali lagi dia menatap ke arah Valerie, ada rasa ingin membangunkan istrinya yang tengah terlelap itu, namun dia tidak sampai hati mengganggu tidur istrinya, apalagi kalau dia mengingat bagaimana sulitnya Valerie menjalani kehamilan nya.
Membuat nya menahan diri untuk tidak menyusahkan istrinya lagi, Wilmar bangkit dari duduk nya berjalan menuju kamar mandi dengan baby Jenno di gendongan nya, dia membasuh muka nya mengusir rasa kantuk yang menyerang mata nya.
Wilmar berjalan menuju pantry yang terletak di lantai dua, dia menyeduh kopi instans yang ada di laci, sementara baby Jenno dia hanya diam dalam gendongan Daddy nya, netra nya menatap penuh kagum pada Daddy nya yang sedang membuat kopi teman bergadang mereka.
"Apa kamu mau minum kopi juga?" tanya Wilmar menyeruput kopi susu panas yang baru saja di buat nya.
Baby Jenno memainkan ludah nya, seolah dia mengerti kalau Daddy nya itu menawarinya secangkir kopi panas yang menjadi favorit pria yang ia kagumi itu.
"No boy, nanti kalau sudah besar baru kamu boleh meminum nya, apa kamu haus mau minum susu mommy mu heem" ucap Wilmar sambil mengelus pipi putranya dengan sayang.
__ADS_1
"Ayo Daddy antar kamu ke mommy mu, minum susu mu dulu baru nanti Daddy gendong lagi.
Wilmar pun kembali kamar nya meletakkan Baby Jenno di samping Valerie dia membangunkan istri nya yang langsung membuka mata saat Wilmar menyentuh kepala nya.
"Anak kita lapar, kamu susui dulu ya, setelah itu tidurlah lagi" pinta Wilmar.
"Kamu belum tidur sayang?" tanya Valerie sambil mengeluarkan sumber nutrisi untuk baby Jenno yang langsung menghisap nya dengan kuat.
"Aahhh...pelan-pelan" ringkis Valerie.
"Jangan mendesah sayang, atau kamu memang ingin di senangkan?" goda Wilmar yang sudah beberapa hari ini tidak mendapatkan jatah nya.
Bahkan Wilmar dengan sengaja mencari letak di mana kacang favorit nya itu berada, membuat Valerie tersentak saat suami nya memainkan kewanitaan.
"Aahh...sayang"
"Jangan bersuara sayang" peringat Wilmar yang semakin intens membelai bagian bawah istri nya, sampai pegangan tangan nya mengeras dengan jari tangan nya basah dengan sesuatu yang mengalir dari dalam istri nya.
Bersamaan dengan pelepasan yang di rasakan oleh Valerie saat itu juga baby Jenno melepas sumber nutrisi nya, dia menatap kearah orang tuanya, Valerie langsung menghujani nya dengan banyak kecupan di pipi gembul putra nya itu.
__ADS_1
Sementara Wilmar yang tadi nya berharap bisa menyirami ladang tandus nya terpaksa harus menahan kembali keinginannya saat melihat putra nya itu, masih belum menunjukan rasa kantuk nya.
"Gagal lagiiiii..."
"Sabar ya Daddy" ejek Valerie yang sudah merasa ringan dalam tubuh nya.
"Awas kau, aku tidak akan mengampuni mu nanti....."
"Aku tidak takut"
Wilmar mendesah saat dengan sengaja Valerie membelai adik kecilnya saat dia mengangkat putranya sudah mulai menangis itu dalam gendongan nya, dia menatap tajam pada Valerie yang menggulung tubuhnya dengan selimut dengan senyum yang mengambang di bibir nya.
"Ah lega nyaaa...."
"Kamu mau apaaa..."
Jangan lupa tinggal kan jejak ya bestieee
Selamat berbuka puasaaaaa πππ
__ADS_1