
Pagi hari nya mereka pergi ke kantor dengan Wil yang mengantarkan Valerie ke kantor nya terlebih dahulu, setelah dia menuju ke kantor nya sendiri, dia meminta Fattah untuk segera menyelesaikan penyidikan nya mengungkap siapa dalang di belakang bobroknya perusahaan milik mertuanya itu.
Dia sudah merencanakan akan pergi berbulan madu setelah tikus itu tertangkap dan mendekam di hotel bintang 5 prodeo maksud nya.
Fattah pun menyanggupi permintaan dari atasan dan meminta waktu sekitar satu bulan untuk mengumpulkan semua buktinya.
Wil sama sekali tidak mengganggunya sama sekali dia ingin masalah itu terungkap, hingga saat pulang kantor dia mendapatkan panggilan dari kotak baru yang baru saja semalam dia dapat, dengan cepat Wil mengangkat panggilan itu.
"Iya"
"Ini sudah jam berapa?" Sungut Valerie yang sudah menunggu suaminya di lobi kantor nya.
"Memang nya kenapa?" tanya Wil yang terdengar sangat menjengkelkan.
"Ini sudah jam pulang kantor dan kamu masih di sana, kamu lupa kalau harus menjemput ku"
"Astaga, aku lupa" gerutu Wil sambil menepuk kepala nya sendiri.
"Cepat datang lah, kalau tidak aku tidak akan memberi mu jatah malam ini" ancam Valerie yang langsung mematikan panggilan itu dan memasukkan ponsel nya ke dalam tas.
Wil langsung bergegas menuju ke kantor istrinya, dia tidak ingin kesenangan terganggu dan itu pasti tidak baik untuk adik kecil nya yang selalu saja terbangun saat malam hari, dan hanya Valerie lah yang bisa menidurkan nya.
Wil terus saja mengumpat, saat dia terjebak macet yang membuat nya tidak bisa melajukan mobil nya dengan cepat, mengingat saat ini adalah jam pulang kantor dan semua orang pasti nya berlomba untuk cepat sampai di rumah masing-masing.
__ADS_1
Butuh waktu satu jam bagi Tama untuk sampai di tempat yang dia tuju, dia turun dari mobil nya, dia langsung masuk ke dalam kantor berlantai tujuh itu, dia mencari di mata ruang kerja istrinya.
Akhirnya dia sampai di salah satu lantai yang dia yakini itu adalah ruang kerja istrinya, dia masuk begitu saja membuat orang yang di dalam sana mengalihkan perhatian nya.
Melihat siapa yang datang Mikha, sekretaris Valerie dia langsung keluar dari sana setelah berpamitan pada kedua nya, namun saat dia hendak keluar dari pintu, sebuah perintah keluar dari mulut Wil, yang di angguki patuh oleh Mikha, tak lupa dia juga menutup pintu nya, karena dia merasa akan ada perang yang lebih besar dari pada perang dunia kedua.
Valerie menatap sengit pada Wil yang kini berjalan kearah nya, bahkan dia menghentakkan kaki nya menunjukkan bahwa dia merasa kesal pada suaminya, Wil yang melihat itu sedikit tidak percaya tapi dia meras bahwa nanti dia akan merindukan saat-saat seperti ini.
Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk memperlakukan Valerie dengan baik, mengenai apa yang akan terjadi nanti nya itu urusan nanti dan dia tidak ingin memikirkan nya untuk saat ini.
Wil mendekati Valeri dan duduk di sebelah nya, di raih nya pundak Valerie agar wanita itu menghadap ke arah nya.
"Ayo kita pergi kemana pun yang kamu mau, aku akan mentraktir mu apa pun yang kamu inginkan" bujuk Wil saat Valerie enggan menghadap ke arah nya.
"Kamu mau apa? jalan-jalan atau apa?" rayu nya saat Valerie masih mendiamkan nya.
"Ayo" jawab Wil yang langsung menarik tangan istrinya sebelum istri nya itu berubah pikiran lagi.
Mereka keluar dari sana menuju pusat perbelanjaan yang ada bioskop di dalam nya, Valerie menarik Wil untuk mengantri tiket nonton drama romantis yang sejak lama dia ingin lihat namun urung karena pekerjaan nya sangat menumpuk akibat ulah seseorang yang sampai kini belum dia ketahui siapa orang nya.
Valerie terlihat risih saat banyak pasang mata yang menatap penuh minat pada suami, dia yang berdiri di samping Wil pun mencondongkan tubuhnya, membuat Wil Menaik sebelah alis nya.
Valerie baru menyadari bahwa suaminya itu terlewat tampan dan membuat semua orang menatap kagum pada nya, padahal dia hanya memakai kemeja baby blue yang dia lipat sampai siku tanpa dasi, dengan celana panjang hitam, jangan tanyakan di mana jas nya, yang pasti jas itu sudah di lempar oleh Wil ke jok belakang mobil saat mereka berjalan menuju ke mall tadi.
__ADS_1
Hanya dengan tampilan yang sedikit berantakan membuat nya di tatap liar oleh banyak orang tidak peduli tua atau pun muda, apa lagi Wil juga membuka kancing kemeja nya, yang menampilkan sedikit dada bidang nya.
Valerie menatap tidak suka dengan apa yang di lihat nya dia beranjak dari sana menuju stand yang menjual topi, dia membeli nya satu dan kembali ketempat di mana suami berada.
Sementara Wil yang yang di tinggalkan hanya menatap heran saat istrinya itu berjalan menjauh, Valerie yang tengah kesal itu bertambah kesal saat dia kembali dan mendapati suami nya tengah di kerubuti wanita-wanita yang dengan centil nya menggoda suami, dia dengan penuh emosi menyingkirkan semua serangga itu dan langsung memasang kan topi yang baru dia beli untuk menutupi wajah suaminya.
Bahkan dia dengan kasar mengancingkan kembali kancing kemeja yang di buka oleh suaminya. Wil menatap heran pada Valerie yang bertingkah aneh menurut nya, ada apa dengan wanita itu, sampai-sampai dia memasang topi yang merupakan barang yang paling tidak dia suka.
"Kamu ini kenapa?" tanya Wil yang benar-benar tidak tahu apa yang di lakukan istrinya.
"Kenapa mau protes, kamu senang kan jadi pusat perhatian" sentak Valerie.
Wil yang mendapatkan jawaban seperti itu pun mengedarkan pandangannya ke kanan dan kiri nya, memang benar apa yang di katakan oleh Valerie jika dia tengah menjadi pusat perhatian semua orang.
Dia tersenyum tipis di sana, Wil pun mendekatkan bibirnya di telinga Valerie dan membisikkan kata yang membuat Valerie mendelik kesal.
"Apa kamu mulai cemburu sayang" jahil nya pada Valerie.
"Aku cemburu pada mu yang benar saja" sangkal Valerie meski dia tahu bahwa dia memang cemburu pada Wilmar.
Mendengar ucapan Valerie, Wil hanya menyungging senyum nya apa lagi saat melihat wajah memerah dari istri, Wil pun menggandeng tangan Valerie dan mengangkat nya ke arah bibir nya.
Cup.
__ADS_1
"Aku milik mu" ucap Wil memenangkan Valerie.
Terdengar pekikan kecewa dari para gadis yang terpaku oleh ketampanan Wilmar, sementara Valerie dia semakin merapatkan tubuh nya ke arah Wil, seakan dia menunjukkan pada semua orang bahwa laki-laki yang ada di samping itu hanya milik nya.