Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Kepergok


__ADS_3

Wil yang terbangun saat merasa kantung kemih nya penuh pun urung, saat tubuh yang memeluk nya terasa panas sekaligus basah, tangan nya terulur pada dahi Valerie yang tampak menggigil dalam dekapannya.


Dia menyibak selimut yang membungkus tubuh polos mereka,


Dan lihat lah...


Keringat dingin membasahi seluruh tubuh Valerie yang menggigil, rasa ingin buang air kecil yang tadi tidak tertahan kini lenyap begitu saja, di gantikan rasa panik yang teramat.


Dengan cepat Wil mengenakan kembali pakaiannya, tak lupa juga memakaikan pakaian untuk Valerie.


Dengan cepat Wil membawa Valerie menuju rumah sakit yang tak jauh dari tempat nya menginap, dia masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu nya di lobi hotel, dia adalah supir pribadi papa Tama yang ada di Jepang mengingat kalau Wiratama corporindo tidak hanya berdiri di indonesia.


Wil Turun saat mobil yang di tumpangi nya berhenti di depan unit gawat darurat, di sana sudah ada perawat yang menunggu nya dengan Hospital bed yang langsung di dorong masuk ke dalam ruang perawatan setelah Wil merebahkan tubuh pucat Valerie.


Di sini lah Wilmar Leka Wiratama berada, di depan pintu unit gawat darurat dengan wajah khawatir yang terlihat jelas di wajah nya.


*Ini sudah satu jam tapi kenapa tidak ada satu pun yang keluar dari sana,


Apa yang sebenarnya mereka lakukan haaah*! hardik nya dalam hati.


Dia terus gelisah di sana sampai seorang dokter yang menangani Valerie keluar dari sana, dia juga di minta untuk mengikuti dokter itu masuk ke dalam ruangan nya yang letak nya cukup jauh dari ruangan istri nya.


"Apa yang terjadi dengan istriku dokter?" Tanya Wil yang tak lagi bisa menahan rasa ingin tahu nya.


"Maaf sebelum nya tuan, ada yang ingin saya tanyakan?" Timpal Dokter.


"Apa itu dok?" Desis Wil.


"Apa ada kemari sedang melakukan bulan madu atau sejenis nya?"

__ADS_1


"Benar dokter"


Terdengar helaan nafas dari mulut dokter tersebut yang rupa nya langsung paham dengan apa yang di rasakan dia pengantin baru yang sedikit kadaluarsa itu.


"Istri anda mengalami dehidrasi yang cukup serius, karena intensitas bercinta yang hampir tidak memiliki jeda waktu membuat nya kelelahan"


Wil hanya diam saja, mendengar apa yang di katakan oleh dokter, tidak keluar sepatah kata pun dari nya, dia menyadari apa yang ia lakukan memang menguras tenaga nya, yang ada di dalam benak nya hanya ingin mencapai puncak kenikmatan bersama-sama.


Tanpa dia sadari kalau apa yang dia lakukan bisa berakibat buruk bagi mereka.


Wil menuju ruangan di mana istri nya yang sudah sadarkan di menatap ke arah nya, Wil duduk di pinggiran ranjang sambil mengelus rambut panjang Valerie.


"Maafkan aku" ucap nya dengan nada penuh penyesalan, yang di tanggapi picingan mata heran dari Valerie.


"Apa kamu salah minum obat Tuan muda?" tanya Valerie yang membuat Wil berdecak saat rasa bersalah nya tidak berarti apa-apa untuk istrinya.


"Aku mengkhawatirkan mu, tapi tanggapan mu sungguh membuat ku kesal"


"Lalu yang di tangan mu itu apa?"


Valerie mengangkat tangan nya, yang tertancap selang infus di sana, dia menyengir menatap suami nya yang sedang kesal.


"Lain kali katakan kalau aku kelewat batas, aku malu sekali saat di tegur oleh dokter tadi" gerutu nya yang mulai menunjukkan sikap nya yang selama ini dia tutupi dengan raut wajah datar nya.


Valerie hanya tersenyum tipis, dia tidak menyangka kalau Wilmar memiliki sifat hangat yang tidak pernah di ketahui oleh orang lain.


Ketukan pintu membuat kedua orang yang tengah berbincang pun menoleh ke arah pintu yang telah di buka oleh sopir yang tadi mengantar mereka ke rumah sakit, dia membawa pesanan yang di minta oleh Wil tadi setelah keluar dari ruangan dokter.


Wil beranjak dari duduk nya, dia mengambil makanan tersebut, di tarik nya kursi yang ada di samping ranjang, dia duduk di sana, membuka kotak makanan yang berisi berbagai makanan khas Jepang, cacing di perut Valerie tergelitik saat aroma masakan menusuk indera penciumannya.

__ADS_1


Rasa lapar menguasai nya yang menghilang beberapa hari yang lalu, tergantikan oleh rasa lapar yang lain, sampai membuat nya terbaring di rumah sakit.


"Aku bisa makan sendiri" tutur nya saat Wil berniat menyuapi nya.


"Jangan membantah atau aku akan memaksamu kembali menikmati surga dunia" geram nya saat Valerie menolak suapan dari nya.


Tidak ada bunyi apa pun di dalam ruangan empat meter persegi itu, Valerie belum di izinkan pulang sebelum kondisi nya benar-benar stabil.


Sampai makanan itu tandas tak tersisa tidak ada pembicaraan apa pun di sana, tangan Wil terulur meraih obat dan juga air putih yang ada di meja kecil di samping ranjang istri nya.


Valerie menggeleng saat Wil meminta nya untuk meminum obat yang ada di tangan nya, yang tidak di ketahui oleh Wil adalah istri nya itu tidak suka makan obat, dia lebih memilih sembuh dengan sendiri nya jika sakit dari pada harus meminum obat yang membuat nya merasa mual tak tertahan.


Bahkan dulu saat kecil dia akan membuang obat nya di dalam kamar mandi jika papa dan mama nya meminta nya untuk mengkonsumsi obat, tentunya semua itu tanpa sepengetahuan semua orang, dia begitu pandai menutupi semua itu tanpa di curigai sedikitpun.


"Minum obat mu"


Valerie tidak bergeming sama sekali, dia bahkan pura-pura terlelap hanya untuk menghindari paksaan dari Wilmar.


Bukan Wilmar kalau tidak tahu, jika Valerie tidak benar-benar tidur, dia menarik sudut bibir nya saat menyadari kalau Valerie tidak menyukai yang nama nya minum obat.


Di tenggak nya air putih dan juga obat yang tadi ada di tangan nya, dia mendekatkan wajah nya dengan tangan yang menelusuri pipi Valerie, di kecup nya perlahan bibir ranum yang kini memutih itu, tidak ada respons apa pun dari pemilik raga yang masih dengan tekat kuat nya untuk tidak tergoda oleh belaian memabukkan seorang Wilmar.


Pertahanan nya runtuh saat dengan sengaja Wil menggigit bibir bawah nya yang membuat nya mau tidak mau harus membuka mulut nya.


Tidak mau menyia-yiakan keadaan dengan cepat Wil mendorong masuk obat yang ada di mulut nya yang langsung tertelan oleh Valerie di sertai lenguhan yang keluar dari mulut nya saat tangan jahil Wilmar meremas bongkahan jelly milik nya.


"Eehhhhmmm"


"Mohon kerja sama nya tuan, tunggu kondisi Nyonya pulih baru anda bisa melakukan nya lagi"

__ADS_1


Duaaaarrr.....


__ADS_2