Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Disekolahkan


__ADS_3

Wilmar mengusap pundak Valerie yang masih memejamkan mata nya setelah tadi pagi dia menggempurnya habis-habisan saat putranya mulai terlelap dalam tidur nya, dia meletakan putranya itu di kamar papa Tama yang juga sedang terlelap, dia pun menjalankan aksi nya yang membuat Valerie meneriakkan nama di pagi buta.


Dia bahkan baru menuntaskan hasrat nya saat matahari mulai menampakkan diri nya di ufuk timur, dia mengambil kembali putranya yang terlelap dalam dekapan kakek nya.


Untung saja Papa nya itu belum bangun dari tidur nya, kalau saja papa itu sudah bangun, pasti dia akan mendengarkan ceramahan papa nya di pagi hari, parah nya dia Valerie akan marah pada nya dan berakibat fatal untuk kegiatan menyirami ladang tandus nya.


"Sayang, bangun" ucap Wilmar setelah menaruh putra nya di ranjang yang sama dengan mommy nya.


"Eeemm...apa aku lelah!" keluh nya.


"Tuntaskan saja sendiri...aaahh"


"Aku mau ke luar kota bukan mengunjungi gua mu lagi"


"Jam berapa ini?" Tanya Valerie yang mencoba bangkit dari tidur nya namun di tahan oleh Wilmar.


"Tidurlah lagi, aku tahu kamu lelah"


"Kamu yang membuat ku seperti ini" ketus Valerie yang kembali berbaring.


"Punya mu sempit sekali, aku tidak bisa menghentikan nya saat sudah berada di kedalaman gua mu"

__ADS_1


Valerie meraup bibir Wilmar yang berbicara dengan sangat gamblang mengenai percintaan mereka, membuat Wilmar tidak lagi bisa mengatakan apapun.


"Mulutmu ini sepertinya harus disekolahkan" gemas nya melepaskan tangan nya.


"Hey untuk apa?"


"Pergi lah sana, aku mau tidur lagi"


Wilmar pun ******* bibir Valerie yang menjadi candu nya, sampai-sampai Valerie mendorong tubuh nya saat wanita itu mulai kehabisan nafas nya.


"Kalau saja aku tidak ada kerjaan di luar kota pagi ini, pasti sudah ku eksekusi lagi kau" ucap nya sambil meremas gundukan yang kini sedang di kontrak oleh putra nya.


Valerie memukul lengan Wilmar yang menciumi pipi putra nya.


Cup.


"Aku pergi dulu"


"Cepat pulang, aku pasti akan merindukan mu" manja Valerie yang seakan berat di tinggal oleh suami nya itu, bahkan dia dengan sengaja kembali menggoda suami nya, dia ingin suami nya itu membatalkan tugas dinas nya.


"Aku akan cepat pulang untuk kalian berdua"

__ADS_1


"Tunggu aku pulang"


Wilmar pun keluar dari kamar menuju meja makan yang mana di sana sudah ada Papa dan juga adik angkat nya, Fattah yang pagi tadi datang menjemput kakak sekaligus atasan nya.


"Pagi pa, tumben ini anak ingat jalan pulang!" ejek Wilmar sambil memasukkan mie goreng yang ada di piring nya.


"Kita ada meeting di luar kota, aku yakin kakak melupakan hal itu" sindir nya yang dengan santai menikmati roti milik nya.


Wilmar yang mendengar itu hanya menatap sekilas tanpa merespon, sementara papa Tama dia mengerutkan dahi nya, dia sama sekali tidak tahu tentang perjalanan bisnis yang harus di lakukan oleh putranya.


"Keluar kota untuk apa?"


"Pembangunan mall yang ada sedang berjalan itu mengalami pembengkakan biaya pa, Fattah sudah menyelidikinya dia juga sudah menemukan pelakunya, kita kesana hanya untuk menangkap biang onar nya saja" ucap Wilmar berapi-api saat menjelaskan pada papa nya.


"Apa kalian akan menginap?"


"Kalau di perlukan kita akan menginap, apa lagi urusan ini tidak akan selesai dalam satu hari saja kan"


"Aku titip Baby Jenno dan juga istriku pa"


"Kamu tenang saja, aku akan menjaga mereka, jangan lupa kabari istrimu jika sudah sampai di sana"

__ADS_1


Papa Tama berjalan keluar di ikuti oleh Wilmar dan juga Fattah di belakang nya, mereka masuk kedalam mobil yang berbeda dengan tujuan yang berbeda, di mana Wilmar yang pergi ke luar kota dan papa Tama menuju kantor.


"Jalankan rencana nya sekarang..."


__ADS_2