Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Jenno Leka Wilmar


__ADS_3

Wilmar segera mengangkat tubuh Valerie, setelah memakaikan baju untuk ibu hamil itu, dengan tergesa dia membawa istri nya menuju rumah sakit.


"Aduuhhh, sakit" keluh nya sambil menggigit dada bidang Wilmar yang membuat pemilik nya mengeram sakit yang tertahan.


Jalanan yang lengang membuat Wilmar dengan leluasa melajukan mobil nya menuju salah satu rumah sakit, dia yang panik tidak memberitahukan siapa pun, bahkan dia tidak memakai pakaian nya hanya celana pendek tanpa atasan.


Valerie yang sedang menahan sakit di pinggang nya pun hanya bisa melirik suami nya yang sedang fokus dengan kemudi nya, dengan satu tangan yang mengelus perut buncit nya.


"Sabar boy, jangan keluar di sini dulu"


Plak...


"Kenapa memukul ku!" Ucap Wilmar yang tidak terima di pukul oleh istrinya.


Sedang kesakitan pun masih sempat KDRT, keluh Wilmar dalam hati.


"Dari dulu kamu selalu aaawww..."


"Boy....jangan membuat Mommy mu kesakitan okeee!" Elus Wilmar pada calon anak nya yang berusaha meringsek ingin keluar dari ruang sempit itu.


"Bagaimana kalau dia perempuan!" ketus Valerie menyingkirkan tangan Wilmar dari perut nya.


Seketika rasa sakit nya semakin menjalar di seluruh sendi-sendi tubuh nya, dia pun meringis merasakan rasa sakit yang menjalar.


Wilmar kembali mengelus perut Valerie, tanpa mempedulikan Valerie yang seakan keberatan dengan apa yang dia lakukan.


Udah mau mbojolin masih sempet nya ngambek, sekali lagi keluhan Wilmar.


Valerie yang tidak merasakan apa pun hanya diam sampai mereka berdua sampai di rumah sakit, seorang perawat menghampiri mereka dengan kursi roda yang ada di tangan nya, Wilmar menurunkan Valerie dari gendongan nya.


Dia kembali mengambil koper yang berisi baju-baju milik Valerie dan juga calon anak yang memang sudah mereka siapa kan jauh hari.


Mengenai warna mereka memilih warna unisex yang bisa di pakai oleh jenis kelamin apa pun, mereka sengaja tidak ingin mengetahui apa jenis kelamin anak mereka, karena tidak penting bagi mereka apa jenis kelamin nya.

__ADS_1


Wilmar menyusul Valerie yang sudah berada di ruang bersalin, mereka mengenakan pakaian serba hijau tak lupa dengan penutup kepalanya.


Rintihan kesakitan yang di rasakan Valerie membuat Wilmar mengeratkan pegangan nya dengan sesekali menyeka  keringat yang membasahi dahi.


"Kamu kuat sayang, ini demi anak kita, ayo sayang....."


"Tuan mudaaaa iniiii sakit sekaliiii"


"Aaahhh...."


"Ayo bu, tarik nafasnya lalu dorongg..."


"Eeeenggg.....engghhhh....."


"Sekali lagi Bu, itu kepala nya sudah kelihatan" ucap sang dokter memberikan semangat.


"Tuan muda sakit uuhhhh...." keluh nya pada Wilmar.


"Iya, aku tahu kamu bisa lagi rasa sakit dengan menggigit tangan ku"


Valerie mengambil nafas panjang nya lalu mendorong dengan kuat dengan meneriakkan panggilan yang selalu siap sematkan untuk suami nya itu.


"Eeeehhhh, Tuan mudaaaaaa" pekik nya di iringi dengan suara tangisan seorang bayi yang menggema di setiap penjuru ruangan bersalin.


Dengan nafas yang masih terengah-engah Valerie melirik ke arah tangan Wilmar yang berdarah akibat cakaran nya saat bayi yang ada di kandungan nya keluar dari perut nya, sementara Wilmar dia mematung sambil menatap kearah Valerie.


Air mata nya jatuh mengalir di pipi nya dengan cepat dia menghapus tangis bahagia bercampur haru saat melihat secara langsung kelahiran anak nya, juga perjuangan Valerie yang tidak bisa di ganti kan oleh apa pun.


Dia memeluk Valerie dengan banyak nya kata terima kasih yang terucap dari bibir nya, melihat itu semua, dia berjanji dalam hati nya untuk tidak melepaskan Valerie dalam hidup nya, dia akan mempertahankan wanita yang telah memberikan nya kehidupan baru untuknya.


"Terima kasih sayang, kamu dan baby boy adalah hidup ku, kalian sangat berarti dalam hidup ku"


Valerie hanya mengangguk, dia juga merasakan hal yang sama dengan apa yang di rasakan oleh Wilmar.

__ADS_1


"Tuan waktu nya skin to skin, anak laki-laki anda lahir dengan selamat, sehat, dan lengkap" ucap dokter yang membantu persalinan.


Senyum di bibir mereka berkembang dengan sempurna mendengar itu, Wilmar pun berjalan ke arah di mana putra nya berada.


"Selamat datang Jenno Leka Wilmar" ucap nya pada bayi laki-laki yang kini berada dalam dekapan nya, bayi mungil yang membuat nya merasakan arti hidup yang sesungguh nya.


Di timang nya dengan penuh kasih sayang, memberikan kehangatan pada baby boy seperti apa yang selalu dia katakan saat mengajak nya berbicara saat dia menendang dengan keras perut Mommy nya.


Seorang perawat menghampiri mereka yang bagaikan pinang di belah dua, Baby Jenno sangat mirip dengan Wilmar seolah dia adalah reinkarnasi dari Daddy nya.


Wilmar menghampiri Valerie yang tengah di bersihkan di ciumi nya seluruh wajah Valerie yang merona malu karena masih ada perawat di sana.


"Apa-apa an sih, malu tahu"


"Aku bahagia sekali hari ini aku bahagia sayang, anak ku laki-laki sangat mirip dengan ku" girang nya tanpa mempedulikan Valerie yang mencebik kearah nya.


Dia yang mengandung nya selama sembilan bulan, dia juga yang dengan penuh perjuangan melahirkan buah cinta mereka, tapi saat terlahir kenapa justru mirip dengan orang yang hanya menyumbangkan benih nya saja.


Sungguh ini tidak adil menurut Valerie, yang bahkan dia belum melihat putranya yang mirip dengan suami nya itu.


"Lihat sayang, sangat mirip dengan ku kan?" tegur Wilmar yang kini menerima bayi dari perawat yang meminta agar segara di susui oleh ibu nya.


Senyum Valerie mengembang saat melihat wajah putra nya yang sangat mirip dengan wajah suami nya.


"Kenapa dia sangat mirip dengan mu Tuan muda" ucap Valerie yang merasa terharu saat bayi kecil nya itu bergerak di atas dada nya, mencari sumber kehidupan nya.


"Di sini Boy" ucap Valerie yang mengarahkan putranya pada pu**** nya yang langsung menyedotnya dengan kuat.


"Sedot yang kuat Boy, Daddy tidak akan meminta nya, ayo habiskan" ucap Wilmar yang membuat Valerie ingin mencakar wajah Wilmar.


"Kamu sangat yakin jika dia laki-laki, apa kamu melakukan USG tanpa sepengetahuan ku" tuduh Valerie sambil mengelus lembut putra nya, dengan tatapan penuh kecurigaan pada Wilmar yang juga mengelus rambut putra nya.


"Itu tidak perlu aku lakukan, aku yang membuat nya jadi aku tahu apa jenis kelamin nya"

__ADS_1


Valerie memutar bola mata malas nya, dia sungguh benar-benar kesal dengan suami nya yang seakan berbangga hati saat mengetahui anak yang di kandung nya berjenis kelamin yang sama dengan diri nya.


"Nanti kita bikin lagi ya...."


__ADS_2