Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
simbiosis mutualisme


__ADS_3

Setengah hari ini, Wil uring-uringan karena kepalanya yang berdenyut hebat karena tidak mendapatkan pelepasan tadi, membuat Fattah yang tidak tahu apa pun terkena imbas nya, dia bahkan sampai menggerutu karena terus saja di salah kan.


Bahkan saat makan siang berlangsung bos nya itu tidak makan sama sekali dan hanya meminum air es, Fattah yang ingin bertanya kembali menelan ucapan saat tatapan setajam silet, membuatnya tidak bisa menelan makanan nya.


Fattah memutuskan untuk kembali ke kantor dari pada melanjutkan investigasi nya, dia akan menyelidiki sendiri tanpa melibatkan bos nya, mereka bekerja sampai malam yang membuat Wil kembali menghela nafasnya saat masih harus kembali menahan nafsu nya.


Brak....


"Ya Tuhan ku" kaget Fattah saat pintu ruangan di buka dengan kasar oleh Wil.


"Kerjakan laporan nya sampai selesai, ajak Mikha untuk menyelesaikan nya"


"Tapi kak....." Fattah menghentikan ucapannya saat di tatap tajam oleh kakak angkat nya.


"Baik aku kerjakan'' ucapnya lagi yang tidak ingin menambah beban hidupnya


Wil keluar dari sana setelah mendapatkan jawaban yang dia inginkan keluar dari mulut Fattah, Wil melajukan mobilnya ke arah rumah besar yang mana istri nya ada di sana, sementara Fattah hanya menatap bingung pada atasan seharian ini.


'*Kenapa dia sebenarnya'


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...


Criiiit.....


Brak....


Wil masuk kedalam rumah tanpa memperdulikan papa nya yang menatap heran pada nya, tidak biasa nya putra nya itu mengabaikan nya seperti ini, dia yang ingin bertanya pun di kejutkan oleh pertanyaan Wil yang menanyakan keberadaan istrinya.


Senyum tipis mengembang di bibir Tama, saat menyadari bahwa putranya nya itu mulai ada rasa pada istri nya dan dia bersyukur untuk itu, dia berharap tidak akan ada lagi kesakitan yang di rasakan oleh putranya akibat ulah dari lawan jenisnya.


Saat Tama melihat kemana arah Wil yang berjalan menuju taman belakang tempat istrinya berada pun dia merasa kesejukan dalam hati nya yang tidak pernah dia rasakan selama ini.


'Papa harap kamu bahagia dengan pernikahanmu' doa tulus seorang ayah yang berjalan menuju tempat duduk nya.

__ADS_1


Sementara di taman belakang dia melihat Valerie yang sedang berkutat dengan laptop nya hingga tidak menyadari kehadirannya, Wil kini berdiri di belakang Valerie sambil meniup telinga nya yang membuat Valerie meremang bulu kuduk nya.


Mula nya Valerie tidak merasa apa-apa itu hanya diam saja, dan menganggap semua itu adalah angin tapi semakin kesini hembusan itu semakin intens, dia membeku saat merasa ada sebuah tangan membelai telinga nya.


"Aaaahhhh...." teriak Valerie tanpa beranjak dari sana, membuat para pelayan dan juga tukang kebun di sana menghampiri kearah nya, bahkan Tama juga berlari kebelakang menghampiri menantunya.


Tanya yang melihat Valerie yang sedang ketakutan ingin mendekat namun dia mendapatkan usiran dari Wil.


"Siapa pun tolong aku" ucap nya dengan suara bergetar menahan tangisnya.


Semua orang yang ada di depan pintu itu membubarkan diri saat Wil melirik kearah mereka, dan kini di sana tinggal dua orang saja, Wil yang melihat istrinya seperti itu merasa kasih dan akhirnya dia menepuk pundak nya dan memanggil nya dengan lembut.


"Kamu kenapa?" tanya Wil yang pura-pura tidak tahu dengan apa yang terjadi, mendengar suara suami Valerie langsung memutar tubuhnya dan tanpa aba-aba dia langsung menenggelamkan wajahnya dia dada bidang suaminya dan memeluknya dari erat.


"Kenapa?" tanya Wil sekali lagi.


Valerie menggeleng kepalanya, masih dengan posisi memeluk suaminya.


"Bawa aku masuk ke dalam" rengek nya ketakutan.


Valerie sama sekali tidak mau melepaskan pelukannya dia takut melihat sesuatu yang tidak normal ada depan nya, mereka pergi dari sana masih dengan posisi memeluk yang membuat mereka kesulitan berjalan.


Sampai Wil yang tidak sabar itu langsung menggendong nya ala koala dengan Valerie yang menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Wilmar.


Wil yang berjalan sambil menggendong istrinya tidak merasa kesusahan sama sekali meski dia masih harus menenteng tas kerja nya, tapi tidak dengan laptop Valerie yang di biarkan di taman belakang.


Wil berpesan pada Bi nah untuk membawakan laptop Valerie dan mengantarkan nya ke kamar nya, lagi-lagi Wil melewati papa nya tapi enggan untuk menyapanya terlebih dahulu.


Dia membawa istri ke kamar yang ternyata sudah tidur dalam gendongan nya, sebegitu nyaman kah pelukan hingga wanita yang baru saja dia nikahi itu tertidur di sana.


Dengan perlahan dia merebahkan istrinya yang sudah tidur itu dia ranjang besar nya, Valerie tetap memejamkan mata nya saat berpindah ke atas ranjang, Namun dia menahan suaminya yang berniat meninggalkan nya.


"Kamu belum tidur?" tanya Wil sambil membelai wajah Valerie.

__ADS_1


"Aku akan membersihkan diri dulu, baru nanti aku akan kembali memeluk mu seperti yang kamu inginkan"


Setelah mengatakan itu perlahan-lahan genggam tangan Valerie di lengan nya perlahan mengendur, Wil menarik tangan dan bergegas mandi setelah terlepas dari istri nya.


Wil yang baru saja keluar dari kamar mandi, melihat istrinya yang sedang duduk menatap ke arah nya, dia pun menghampiri nya dan duduk di tepian ranjang.


"Sudah bangun?"


"Aku menunggu mu sejak tadi"


"Ada apa?"


"Tidak ada, aku hanya merasa bersalah padamu" ucap Valerie menunduk pandangan.


"Salah, kenapa?"


"Itu yang tadi pagi...." lirih Valerie dengan wajah memerah menahan malu.


"Boleh aku mengatakan sesuatu?"


Mendengar itu Valerie mengangkat kepalanya menatap suaminya yang masih bertelanjang dada, kemudian dia mengangguk kepala nya.


Wil meraih tangan Valerie dan menggenggam nya di sana, dia menelisik dalam apa yang terpancar di mata istrinya.


"Kita sama-sama tahu pernikahan apa yang kita jalani saat ini, aku minta kita untuk tidak saling melibatkan perasaan di sini, karena akhir dari semua ini kita sudah bisa memastikan nya"


"Iya, aku akan menjalankan peran ku sebagai mana mestinya, dan kamu juga begitu, kita harus menghargai satu sama lain, terlepas apapun yang akan terjadi nanti, ini pilihan kita dan kita jalani semua sebaiknya mungkin" tutur Valerie.


"Ya kita sama menyetujui pernikahan ini, aku akan memperlakukan kamu sebagai seorang istri begitu pula dengan mu, kita sama-sama dewasa untuk tidak saling menyalahkan satu sama lain" ucap Wil lagi.


"Karena kita saling membutuhkan satu sama lain, kamu butuh pewaris yang akan keluar dari rahim ku dan aku butuh uang untuk membiayai kebutuhan keluarga dan juga para karyawan ku, tapi satu yang aku minta jika saat nya aku pergi nanti tolong jaga ank kita dengan baik, dan katakan pada nya bahwa aku sangat mencintai nya"


"Jadi kamu sudah siap menampung benih ku lagi"

__ADS_1


"Sakiiiit...."


__ADS_2