Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Perkara bubur


__ADS_3

Wilmar memutar otak nya, dia tidak tahu harus mencari kemana bubur ayam yang di minta istri nya, yang dia tahu bubur ayam di jual di pagi hari sebagai menu sarapan, dan ini sudah malam mana ada yang berjualan bubur di malam hari.


Dia meraih ponsel yang ada di dekat istri nya yang sedang duduk bersandar sambil memperhatikan nya, dia berselancar di media sosial mencari restoran atau kafe yang berjualan bubur ayam di malam yang telah larut, namun tidak satu pun yang restoran yang masih buka dengan menu yang di ingin kan Valerie.


"Tidak ada yang jualan bubur ayam di malam hari Val, bagaimana kalau nasi goreng saja, di bawah sini ada nasi goreng yang rasa nya lumayan enak"


"Kamu mau?" tawar nya yang tidak ingin pusing dengan bubur ayam itu.


"Tidak mau, aku mau nya bubur ayam" rengek Valerie.


"Jangan aneh-aneh ini sudah malam mana ada yang jualan bubur ayam!" Tegas nya.


"Ya sudah, tidak usah aku lagian aku sudah tidak merasa lapar" jawab nya dengan tubuh yang terbaring di bawah selimut tebal, pelupuk nya memanas saat keinginan nya tidak di turuti oleh Wilmar, dia terisak dalam selimut nya yang menggulung nya.


Hanya semangkuk bubur saja, kenapa dia seperti kehilangan uang ratusan juta, batin Wilmar yang kini tengah menghubungi seseorang.


Dering pertama...


Dering kedua...


Dering ketiga...


Masih saja tidak ada jawaban dari orang yang dia hubungi, sampai dering ke tujuh panggilan itu di angkat dengan suara khas orang bangun tidur.


"Ada apa kak, kamu mengganggu tidurku saja" keluh Fattah saat dia menerima panggilan dari Wilmar.


Ya orang yang di hubungi Wilmar adalah Fattah yang baru saja menyelami mimpi nya.


"Carikan aku bubur ayam saat ini juga bawa apartemen!" Perintah Wilmar yang tidak tak terbantahkan.


"Kak aku sedang tidak berulang tahun, gak usah ngeprank tengah malam seperti ini" keluh Fattah yang merasa kesal dengan ulah kakak angkat nya.


"Cepat carikan atau gaji mu bulan ini tidak akan turun" ancam Wilmar.


"Jangan bercanda kak, ini tengah malam kecuali kalau kakak sedang hamil, baru aku percaya"

__ADS_1


"Aku laki-laki sialan, cepat carikan kakak ipar mu sedang mengandung dan dia ingin makan bubur ayam sekarang, ingat cari sampai dapat"


Tut..


Tut..


"Manjur juga kecebong kak Wil bisa bikin istri nya Tek dung" gerutu Fattah yang turun dari ranjang, dia masih sayang dengan gaji nya, kalau tidak ancaman kakak angkat nya akan benar-benar terjadi.


"Duh raja tega, mana dingin lagi" kesal nya yang merapatkan jaket nya.


Fattah yang kebingungan harus kemana mencari bubur itu pun melajukan mobil nya tengah pekat nya malam, sudah satu jam dia berkeliling mencari pedagang yang berjualan bubur ayam, tapi tidak satu pun yang dia temui.


"Yang ngrasain enak nya siapa? yang sengsara siapa? emang nasib anak buah selalu sengsara"


Dia menghentikan mobil nya di depan ruko yang masih tertutup, apalagi ini sudah hampir subuh dan dia masih berada di jalanan.


Dia yang tengah kesal bertambah kesal saat panggilan dari orang yang menyusahkan diri nya itu kembali menghubungi nya, dia menarik nafas nya lalu membuang nya dengan kasar.


"Jadi..."


"Impas, lagian enak saja, dia yang bikin anak kok aku yang di suruh-suruh!" kesal nya yang kini mengarahkan mobil nya menuju rumah besar keluarga Wiratama yang jarak nya lebih dekat dengan posisinya saat ini, dia enggan kembali ke apartemen nya, mata nya sudah terlalu lelah dan sangat mengantuk.


****************


Di Apartemen.


"Kenapa lama sekali" keluh Valerie yang mondar-mandir menunggu kedatangan Fattah, rasa kantuk nya berubah menjadi rasa lapar yang teramat, seakan perut nya tidak terisi oleh apapun selama berbulan-bulan.


"Ini sudah tengah malam Val, bahkan hampir subuh aku tidak yakin Fattah bisa menemukan pedagang bubur ayam" kata Wilmar yang belum memejamkan mata nya sejak tadi.


"Kalau begitu Tuan muda saja yang masak untuk anak kita" pinta nya yang kini duduk sambil menggoyangkan lengan Wilmar.


"Tidak ada bahan apa pun di sana Val, kamu tidak akan meminta ku untuk berbelanja dulu kan?" ucap Wilmar yang sudah ketar ketir di sana.


"Masak saja bahan yang ada, aku ingin bubur buatan mu saja, aku tidak ingin beli ya ya ya" rayu nya sambil mengedipkan sebelah mata nya ke arah Wilmar.

__ADS_1


"Tuan muda ya, anak kita kelaparan"


"Kamu tidak kasihan sama dia"


"Ayo Tuan muda masakan aku bubur" rengek nya yang membuat Wilmar menghela nafas nya


"Bubur putih mau?"


Dengan semangat Valerie menganggukkan kepalanya, dia menarik Wilmar menuju dapur, dia duduk di kursi meja makan sambil memperhatikan Wilmar yang sedang mencuci beras sambil menghubungi Fattah.


"Pulang tidur, dia ingin makan bubur ayam buatan ku sendiri


....


"Jangan banyak bicara, aku tahu apa yang kau ingin katakan"


Tut.


Panggilan di putuskan begitu saja, Wilmar tidak mau mendengarkan ocehan tanpa akhlak dari adik angkat nya itu, dia meletakkan ponsel nya di depan Valerie yang sedang menatap nya.


"Kenapa?"


"Aku menyusahkan mu ya?"


"Lebih baik diam dari pada mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal" kata Wilmar yang tidak menyukai ucapan Valerie.


Dia memasukkan beras yang sudah dia cuci ke dalam panci yang sudah berisi air, di aduk nya sebentar, Wilmar membuka lemari yang berisi makanan kalengan di sana, siapa tahu ada sesuatu yang bisa di masak untuk lauk bubur putih untuk istrinya, perut nya juga terasa lapar saat ini, dia melupakan rasa lapar nya saat melihat Valerie kesakitan seperti tadi.


Dia membuka kulkas yang ternyata hanya ada satu buah apel di sana, Wilmar mencuci nya tanpa mengupas kulit nya dia langsung menggigit nya untuk mengganjal perut nya yang lapar.


Valerie yang memperhatikan Wilmar hanya tersenyum saja, suami nya itu kenapa begitu tampan saat ini di mata nya, apa lagi dengan dengan apron yang terpasang di tubuh nya menambah kesan seksi yang membuat Valerie menjadi....


"Apa? kamu tidak sedang memikirkan apel ini sebagai bolu milik mu kan?" goda Wilmar yang membuat pipi Valerie memerah.


Valerie baru menyadari kalau akhir-akhir ini diri nya selalu saja merasa ingin di sentuh oleh suami nya itu.

__ADS_1


"Aku mauu boleeeehhh.....?"


__ADS_2