Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Ingatan masa lalu


__ADS_3

Wil yang lebih menyukai film bergenre horor atau mafia kali ini dia harus mengalah saat Valerie mengajak nya untuk menyaksikan drama romantis yang paling tidak dia sukai.


Dia hanya menatap datar pada layar besar yang ada di depan nya, dia berpikir kenapa harus menonton tonton yang seperti itu, jika mereka bisa melakukan nya sendiri, bahkan dia merasa bisa lebih dari apa yang di lakukan pria yang tengah memainkan peran tersebut.


Dan lagi itu hanya berlakon bukan, tidak terjadi atas kemauan mereka sendiri, tapi saat melihat istrinya yang begitu antusias, dia pun dengan sabar menemani.


Satu jam tiga puluh menit telah berlalu dengan sedikit drama yang terjadi, Valerie akan memeluknya dengan erat saat dia merasa gemas dengan adegan yang terjadi, itu yang membuat kepalanya terasa berdenyut hebat, karena secara tidak langsung Valerie membangunkan adik nya yang super aktif saat mengenal lembah panas nan sempit milik Valerie.


Saat ini mereka tengah berjalan-jalan dengan saling menggandeng tangan satu sama lain, Valerie di tarik oleh Wil masuk ke dalam salah satu tempat yang menjual baju, dia meminta istrinya itu untuk berbelanja, Valerie yang awal nya menolak karena merasa baju nya masih layak pakai pun terpaksa menuruti keinginan suami nya dari pada suami nya itu nekad dengan mencumbui nya di pusat perbelanjaan.


Mereka berjalan menelusuri daratan baju yang tertata rapi di sana, setengah jam berlalu dan Valerie masih belum mendapatkan baju yang dia inginkan, membuat Wil menjadi geram dengan ulah Valerie.


"Kalau kamu tidak mau memilih nya, maka aku akan membeli semua nya" ancam Wil yang membuat Valerie terpekik.


Apa suami nya itu sedang tidak waras ingin membeli satu toko baju yang sangat mahal untuk nya itu, dengan cepat dia memilih beberapa baju yang ada di sana, sampai pandangan nya teralih pada satu gaun yang terpajang cantik di salah satu manekin yang ada di ujung.


Tapi dia mengurungkan niatnya, saat melihat harga yang terpampang di sana, dia menggelengkan kepalanya, yang tiba-tiba merasa pusing dengan harga nya.


Wil yang menyadari itu pun memanggil salah satu pegawai butik tersebut untuk mengambil kan baju yang di inginkan oleh istri nya itu, dia menarik Valerie masuk ke dalam kamar ganti di ikuti oleh pegawai yang membawakan gaun panjang berwarna baby pink yang lengkap dengan aksesoris kalung dan juga heels dengan warna senada.


Valerie yang ingin protes pun urung saat tatapan suami nya tidak ingin di bantah, membuat nya mau tidak mau harus menuruti keinginan suami nya.


Dia bukan orang yang suka memanfaatkan keadaan, atau sekedar aji mumpung dengan kebaikan Wil, bagi nya cukup perusahaan milik keluarga nya itu kembali pulih dan dia di perlakukan baik selama kontrak berlangsung itu sudah cukup bagi nya.

__ADS_1


Valerie keluar dari sana dengan memakai baju nya, dia memanggil menepuk pundak Wil yang berdiri membelakangi nya, Wil yang sedang mengecek laporan dari Fattah pun tertegun dengan apa yang di lihat nya.


Valerie tampak begitu cantik dengan gaun itu, membuatnya larut dalam pesona nya, sampai dia tidak sadar kalau valerie melambaikan tangannya, Valerie yang menyadari kalau Suami nya itu terpaku dalam pesona nya pun tersenyum.


Sampai suara pemilik butik tersebut menyadari nya dati lamunannya.


"Bagaimana Tuan, apa gaun nya cocok untuk kekasih anda?" sapa pemilik butik tersebut mengagetkan Wil, yang tampak menahan malu nya.


"Lihat Nona, kekasih anda sangat terpesona dengan kecantikan anda" goda pemilik butik lagi.


Valerie pun memecah keheningan dengan menanyakan pendapat Wil tentang gaun yang tengah dia gunakan, tanpa menjawab nya Wil malah langsung meminta untuk membungkus gaun tersebut satu set dengan tas nya, juga beberapa gaun santai yang di pilih Valerie tadi.


Sementara menunggu Valerie yang sedang berganti baju, Wil melakukan pembayaran, dia juga meminta untuk mengirimkan barang belanjaan nya ke rumah, tak lama kemudian dia melihat Valerie yang baru keluar dan menghampiri nya.


"Mau makan apa? heem" tanya Wil seakan mereka adalah pasangan paling sempurna di muka bumi ini, bahkan Wil dia mengelus lembut tangan Valerie yang bergelayut manja di lengan kekar Wilmar, mereka berjalan keluar dari butik dengan tangan kosong meski mereka berbelanja cukup banyak.


Valerie tidak menjawab, dia masih tidak tahu akan makan apa malam ini, setelah lama berputar-putar di sana, akhirnya Valerie mengajak Wil untuk makan di tempat favorit nya yang tak jauh dari tempat mereka saat ini.


Wilmar yang sudah lapar itu, tidak menolak apapun permintaan Valerie, dia masih mengingat betul sifat wanita yang akan merajuk jika keinginan tidak di turuti.


Deg.


Dia pernah merasakan hal yang sama dengan apa yang dia rasakan saat ini, yang terjadi saat ini pernah dia alami saat bersama Faizah calon istrinya yang pergi meninggalkan nya begitu saja, dan sampai saat ini dia belum bisa menemukan di mana keberadaan nya.

__ADS_1


Wil kembali merasakan sakit yang menyayat hati nya, wajah nya yang tadi tampak biasa saja kini berubah menjadi merah padam, menyiratkan kemarahan yang entah dengan apa bisa dia sembuh kan.


Valerie yang menyadari perubahan Wil menghentikan langkah nya, sampai tangan nya tertarik oleh Wil yang tak menyadari kalau Valerie menghentikan langkah nya.


Wil menoleh pada Valerie yang terdiam di sana, dengan tatapan dingin nya membuat Valerie ketakutan.


"Kenapa berhenti?" tanya Wil tanpa ekspresi sedikit pun.


"Kamu kenapa, apa aku berbuat salah?"


"Apa aku membuat mu marah?" tanya Valerie dengan kepala tertunduk.


Melihat istrinya yang ketakutan Wil menyadari bahwa tidak bisa menguasai dirinya saat mengingat akan Faizah, dia menghembuskan nafas nya.


"Nanti aku ceritakan, ayo makan kata nya lapar" ajak Wil yang masih terlihat sedikit kacau.


"Akuuu....tidak lapar lagi" tolak Valerie.


"Jangan membantah ku, aku tidak suka mengulang ucapan dua kali" bentak nya yang membuat Valerie semakin ketakutan, bahkan air mata nya sudah terbendung di pelupuk matanya.


Melihat Valerie yang ketakutan padanya Wil langsung menarik nya dalam pelukan nya, dia mencoba mencari ketenangan batin nya saat berpelukan, dia menenangkan Valerie dari rasa takutnya juga menenangkan diri nya dari kemarahan dan dendam yang membelenggu hati nya.


Valerie menangis dalam dekapan Wil, entah apa yang dia rasakan, tapi seakan dia merasa apa yang di rasakan oleh Wil, tentang kesakitan nya yang tidak pernah dia ketahui.

__ADS_1


__ADS_2