Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Kerinduan


__ADS_3

"Pa .... "


"Kenapa papa meniduri Izzah ?" Tanya Wilmar dengan sorot mata datar, menunggu jawaban dari papa nya.


Papa Tama yang mendapatkan pertanyaan seperti itu memalingkan wajah nya, dia malu sekaligus takut dengan apa yang akan terjadi di kemudian hari.


"Jawab pa, kenapa papa menyembunyikan Izzah dariku?"


"Papa bukannya mau menyembunyikan Izzah dari kamu, kemarin kita ada meeting dengan salah satu client, tiba-tiba laptop papa rusak jadi papa ke ruangan mu mengambil laptop milik mu"


"Begitu papa masuk, papa lihat ada surat non formal di meja kerja mu, entah kenapa papa sangat ingin membuka nya, dan ternyata surat itu berasal dari Izzah yang meminta untuk bertemu, di sana di tuliskan tanggal dan tempatnya, papa menuju kesana sendirian, dan kamu bisa tebak sendiri apa yang terjadi selanjutnya"


Wilmar yang tahu seperti apa karakter Izzah menyangkal ucapan papa nya, mana mungkin Izzah mengajak nya bertemu di hotel kalau selama berpacaran dengan nya, wanita itu tidak pernah bertingkah atau semacamnya.


"Cukup kak!"


"Kenapa kakak sebegitu perhatian nya dengan Faizah!, apa kakak masih mencintai nya"


Wilmar diam.


Dia tidak mengeluarkan suaranya saat Fattah bersuara, dia hanya ingin tahu apa tujuan sebenarnya kenapa mantan tunangan nya melakukan itu semua.


"Aku hanya ingin tahu, kenapa dia tega melakukan itu pada ku, setelah membuang ku kenapa dia malah menjebak papa"


"Aku rasa targetnya bukan papa mu Wil, tapi kamu" tunjuk Bima yang sejak tadi hanya diam menyaksikan perang keluarga tersebut.


"Dimana kamu sayang?"


"Aku akan mencari nya kemanapun dia pergi pa, bahkan ke luar negri pun akan aku cari"


"Dasar labil" cibir Fattah yang merebahkan tubuh nya di sofa dia memejamkan mata nya yang akhir-akhir ini tidak cukup tidur.


"Apa kamu sudah meminta seseorang untuk mengikuti kemana pergi nya Izzah?"


"Sudah, menunggu perintah dari mu, Izzah pasti sudah kabur lagi"

__ADS_1


"Sekali lagi kamu menyusahkan ku kak, aku tidak akan mau membantu mu, urus saja sendiri percintaan mu" sindir Fattah.


"Semoga urusan percintaan mu lebih rumit dari ku" ucap tiga orang yang kini meninggalkan Fattah sendirian di sana.


...****************...


Wilmar terus melakukan pencarian nya, dia bahkan meninggalkan pekerjaan nya untuk mencari keberadaan Valerie yang hingga kini belum dia temukan keberadaan nya, jatuh bangun dia lakukan untuk mencari keberadaan Valerie, sampai dia berada di titik terendah, benar apa yang di katakan oleh para pujangga bahwa penyesalan selalu datang terlambat.


Dia menyesali tindakan nya yang terlalu gegabah, hingga membuat hidup nya berantakan seperti saat ini, kini dia membulatkan tekad nya untuk mencari di manapun istrinya berada, apa pun yang terjadi Valerie harus menjadi miliknya, dia tidak bisa bernafas dengan baik tanpa Valerie di samping nya.


Saat kerinduan nya tidak lagi terbendung, dia akan kembali ke apartemen yang penuh dengan kenangan Valerie, di mana di setiap sudut nya ada kenangan tersendiri bersama wanita yang paling dia cintai itu.


Di sini lah Wilmar berada saat ini, di dalam apartemen sejuta kenangan nya bersama Valerie, dia duduk di kursi meja makan menghadap kursi tempat di mana Valerie bisa duduk menikmati masakan yang dia masak menggunakan tangan nya sendiri.


Suara manja nya terdengar jelas di telinga nya, serta gerakan nya yang mengelus perut nya membuat Wilmar tersenyum getir, dia merutuki kebodohannya yang terhasut sandiwara yang di mainkan oleh paman nya.


Puas memandangi kursi kosong yang ada di depan nya, dia beralih menuju sofa tempat dia duduk dengan Valerie yang sering tiduran di paha nya sambil menatap jahil ke arah nya, merayu nya untuk mengelus perut buncit nya atau kepala, Valerie akan mudah terlelap saat Wilmar mengelus rambut nya.


"Kamu di mana sayang, belum cukupkan hukuman ku ini"


"Kembalilah sayang, aku sangat mencintai mu, aku mencintaimu sayang"


Racauan Wilmar hanyut dalam suara keras nya petir yang bersahutan menyambar, semesta seakan turut bersedih, awan menjatuhkan air yang mengalir tiada henti, menumpahkan segala rasa yang tertinggal, mencoba menghapus jejak yang di tinggalkan oleh wanita yang kini menjadi pemilik tahta tertinggi di hati nya.


Valerie Cantika Abimana.


Kecantikan, anggun perilaku nya membuat seorang Wilmar lagi dan lagi jatuh kedalam pesona nya, pesona laki-laki yang juga menjadi cinta pertama Valerie yang berujung kesakitan.


Cinta mereka ternyata tidak seindah paras yang mereka memiliki, kesakitan demi kesakitan dirasakan kedua nya, yang entah kapan semua ini akan berakhir.


Wilmar yang hampir terlelap, kembali membuka mata nya saat ponsel nya berdering.


Papa.


Wilmar mengangkat panggilan nya masuk yang langsung terdengar suara tangisan putra nya, meski kini usia nya sudah hampir satu tahun setengah tahun, bayi nya itu masih tetap tidur di atas dada nya membuat dia tidak bisa pergi terlalu lama untuk mencari mommy nya yang masih rutin mengirim nya asi.

__ADS_1


Saking gila nya Wilmar, dia menanamkan saham nya di perusahaan yang biasa Valerie gunakan untuk mengirimkan asi pada baby Jenno, hingga saat ini alamat pengirim nya belum dia dapatkan, bahkan dia membayar hacker untuk melacak keberadaan pengirim susu tersebut, namun lagi, lagi usaha nya gagal, tanpa membuahkan hasil sama sekali.


Wilmar memutuskan untuk pulang, saat mendengar tangisan suara putra nya, dia menjaga baby Jenno sebaik yang dia bisa seperti pesan Valerie sebelum wanita itu pergi keesokan hari nya.


"Daddy" panggil baby Jenno yang kini sudah bisa menyebut dengan lancar panggilan untuk Daddy nya.


"Kenapa belum tidur?"


"Loom"


"Daddy"


"Apa heem"


"Hehehe"


"Tunggu di sini, Daddy akan membersihkan diri dulu, ayo naik ke atas ranjang dan minum susu mu"


"Mommy" ucap nya mencari keberadaan mommy nya yang bahkan dia tidak tahu bagaimana wajah nya.


"Iya, tadi Daddy cari mommy, tapi belum ketemu"


"Mommy"


"Nanti, nanti kita akan berkumpul lagi dengan mommy oke"


Wilmar bergegas mandi saat baby Jenno tidak lagi mengajaknya berbicara tentang mommy nya, bayi gempal itu sibuk dengan kegiatan nya menikmati susu yang baru saja di hangatkan oleh sang Daddy.


Pintu terbuka dari dalam kamar mandi, Wilmar terjingkat kaget saat baby Jenno duduk di depan pintu kamar mandi sambil menggigit botol susu nya, dia tersenyum lebar melihat Daddy nya yang sudah selesai mandi, dia merentangkan tangan nya, meminta di gendong oleh Daddy nya.


"Kamu menunggu Daddy di sini"


Wilmar menoleh kearah pundak nya saat dia tidak mendengar celotehan bayi nya, bayi itu ternyata sudah terlelap saking kantuk nya.


"Lihat sayang putra kita bahkan harus setegar ini tanpa kamu di sisi nya"

__ADS_1


"Tuan muda..."


__ADS_2