
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Rendra, hanya tatapan mata nya yang menatap tida suka dengan apa yang di katakan oleh Wil yang menurut nya sangat tidak sopan itu.
"Apa begini tingkah laku seorang CEO dari Wiratama Corporindo yang sama sekali tidak punya sopan santun" geram nya yang sudah ingin meledak di sana.
"Maafkan kami Tuan Rendra, hanya saja semua makanan di sini mengandung daging dan kami tidak bisa memakan nya" ucap Valerie yang tidak ingin ada kesalahpahaman dia sana.
"Tetap saja, kalian telah menghina ku dengan tingkah kalian"
"Kenapa anda begitu tersinggung Tuan, apa jangan-jangan ada sesuatu di makan ini" tantang Wil yang tidak mau kalah.
"Tutup mulutmu anak tidak tahu diri, kau dan ayah mu itu sama saja, sama tidak berguna"
"Ayahku, ada apa dengan ayah ku, anda siapa hingga anda terlihat begitu mengenal ayah ku" kalau saja tidak ada Valerie di sana mungkin dia sudah menyerang paman nya itu seperti apa yang sejak dulu dia inginkan.
"Sudah hentikan, jangan membuat keributan di sini, kami tidak mengundang mu ke sini, jadi jaga sikap ku, jangan membuat malu, kau seperti orang yang tidak punya pendidikan saja" marah Mulan pada Wil.
"Aku memang tidak punya pendidikan karena wanita yang melahirkan ku lebih memilih hidup dengan kakak ipar nya sendiri di bandingkan keluarganya, jadi jangan salahkan aku jika aku seperti ini" ucap Wil dengan nada datar dan dingin tanpa ekspresi.
Pintu di ketuk dari luar, tanpa menunggu jawaban, orang yang berada di luar masuk begitu saja, mereka memberikan surat penangkapan terhadap Rendra dan juga Mulan yang terbukti menggelapkan dana dan juga melakukan tindakan asusila untuk memperlancar bisnis nya.
Tidak ada yang bisa di lakukan oleh kedua orang tersebut, pengawal nya sudah di tahan dan kini mereka tengah di kepung oleh para aparat kepolisian, Rendra menatap marah pada Wil saat mengetahui rencana nya telah bocor, sedangkan Mulan dia berontak ingin melepaskan diri dari cengkraman polisi yang akan membawanya ke kantor polisi.
"Ini bukan akhir dari segala nya, jangan merasa menang karena sejak dulu aku tidak akan pernah kalah dari ayah mu yang sok berkuasa itu" ancam Rendra yang langsung di bawah keluar dari ruangan tersebut menuju kantor polisi.
__ADS_1
"Persiapan dirimu, kita akan ke Jepang besok" ucap Wil yang juga keluar dari sana, di ikuti oleh Valerie.
Valerie tidak mengatakan apa pun dia hanya diam saja mengikuti langkah kaki suaminya yang menuju mobil milik nya.
Suasana hening di dalam mobil yang kini melaju ke rumah besar Wiratama, sampai di rumah pun mereka tetap diam tanpa mengatakan sepatah kata pun, Tama yang mengetahui semuanya, memilih diam dapat pada memancing keributan di sana.
Wil menyudahi makan malam nya dan langsung naik ke lantai atas, dia tidak menuju kamar nya, tapi dia menuju mini bar yang ada di lantai tersebut dia membuka satu botol dan langsung menegak nya begitu saja.
Pandangan mata nya kosong, seakan tidak ada nyawa dan kehidupan di sana, ibu nya tidak pernah menganggap nya, bahkan dia tidak pernah menanyakan kabar nya meski sekali saja.
Dia ingin marah tapi pada siapa?.
Dan juga tidak ada guna nya dia marah dan memakai di sini, semua itu hanya akan berakhir sia-sia, saat ini yang dia inginkan hanya menenangkan dirinya dengan segala yang berkecamuk di hati nya.
Saat Wil ingin membuka lagi botol ke empat ada tangan yang menghentikan nya, dia menatap sayu pada wanita yang kini berdiri tepat di hadapan nya.
Valerie langsung memeluk Wil, seakan dia tahu kalau laki-laki itu butuh dukungan, laki-laki Yeng merindukan kasih sayang ibu nya sendiri yang tidak pernah dia rasakan.
Tidak ada sepatah kata Wil dia hanya diam dengan tangan yang menggantung di sana, dia tidak membalas pelukan Valerie juga tidak menolak nya, dia hanya membiarkan apa yang di inginkan oleh Valerie.
Setengah jam berlalu, Valerie melepaskan pelukannya dia menatap lekat wajah Wil.
"Aku mungkin hanya orang asing bagi mu, tapi kamu tidak bisa terus seperti ini, kamu secara tidak langsung menyiksa hati mu sendiri dengan dendam yang tak seharusnya"
__ADS_1
"Aku memang lahir dari keluarga utuh, tapi apa kamu tahu bahwa itu tidak mudah, aku harus mengalah untuk tidak membeli apapun yang aku ingin kan, semua itu untuk biaya pengobatan adik ku yang tidak ada habis nya, bahkan AQ tidak pernah merasakan kasih sayang ayah dan mama, mereka mencurahkan waktu dan pikiran nya untuk adik ku"
"Bahkan setelah mereka menjual ku pada mu, apa pernah mereka mencari ku, bahkan sekedar menanyakan kabar ku saja tidak"
"Apa pun yang aku lakukan untuk mereka tidak akan pernah terlihat, kamu masih beruntung mempunyai Papa yang memperjuangkan kamu, sedangkan aku, aku seperti benda yang tidak ada harga nya untuk keluarga ku, karena aku seorang wanita"
Wil menarik Valerie untuk mendekatkan , mendengar cerita istri nya, kisah masa lalu nya dan juga Valerie tidak jauh berbeda, namun dia salut pada istrinya yang menerima semua dengan lapang dada.
Mereka duduk berdampingan, saling mengingatkan masa kelam mereka, sampai akhir mereka berdua memutuskan untuk kembali ke kamar.
Mereka mandi bersama tanpa melakukan adegan yang memperlambat acara mandi, namun rupa nya Wil tidak bisa menahan hasrat nya saat melihat istrinya yang tengah mengaitkan bra, dia langsung memeluk Valerie dari belakang dengan gerakan yang tidak terdengar sama sekali.
Wil menjatuhkan penutup aset istrinya tersebut di sembarang arah, denah penuh kelembutan dia meremas dada nya, dengan lidah yang menggelitik di leher jenjang nya.
Sapuan lidah dan juga remasan tangan Wil membuat Valerie tidak tahan untuk tidak mendesah kan nama nya, suara ******* Valerie terdengar begitu merdu yang membuat adik kecil nya menggeliat dalam balutan handuk yang melilit di pinggang nya.
Dia menggesek nya perlahan dan membuat Valerie semakin tersenggal, di tambah tangan Wil yang sudah bergerak turun menuju rawa yang tanpa penutup itu membuat nya semakij kelimpungan di buat nya.
Aaahhh.....
Valerie kembali mendesah saat Wil menyesap leher nya dan meninggalkan bekas di sana, dia yang sedang terbuai dengan kenikmatan yang di ciptakan Wil pun membuka mata nya yang tadi terpejam saat suaminya itu menghentikan semua aktivitas tangannya saat sudah berada tepat di rawa milik nya.
Yaaaaaa.
__ADS_1