Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Anak dan mantu


__ADS_3

Seminggu sudah Valerie di rawat di rumah sakit, saat ini adalah saat yang di tunggu oleh keduanya saat mereka sudhs di perbolehkan pulang, yang paling bersemangat di sini adalah Papa Tama, sejak pagi tadi pria yang baru saja menjadi kakek tersebut sudah berada di rumah sakit.


Bahkan Wilmar dan juga Valerie saja masih tidur tapi Papa Tama sudah berada di sana sambil menimang Baby Jenno yang terlelap dalam gendongan nya, dia membawa cucu pertama nya itu berjemur di bawah matahari pagi.


Valerie menggeliat dalam tidur nya, dia mendudukkan tubuh nya sambil menengok ke arah box bayi tempat Baby Jenno, Valerie membangunkan Wilmar saat tidak melihat anak mereka di sana.


"Tuan muda, anak kita tidak ada di tempat tidur nya" panik Valerie yang beranjak dari ranjang.


"Tuan muda bangun!" pekik Valerie saat Wilmar tidak merespon nya.


"Terus saja memanggil ku dengan panggilan Tuan muda, sungguh aku muak mendengar nya" gerundel Wilmar yang kini berjalan ke arah kamar mandi, masih dengan wajah kuyuh nya, dia sama sekali tidak menghiraukan kepanikan Valerie yang mencari anak nya.


"Tapi tuu...!"


Brak...

__ADS_1


"Buka pintu nya sayang, cepat cari anak kita, aku tidak mungkin mencari nya sendiri dengan kondisi ku yang seperti ini" geram sekaligus rayuan Valerie yang pada suami nya yang seperti nya sedang menuntaskan hajatnya.


Tok


Tok


Tok


"Sayang..."


"Ayo tidur lagi, aku masih ngantuk" ajak nya tanpa menghiraukan Valerie yang sedang panik.


"Tidurlah, tidak ada yang perlu di cemaskan, dia di bawah kakek nya sejak tadi"


"Kakek, kakek siapa?"

__ADS_1


"Mertua mu..." jelas Wilmar yang kembali merebahkan tubuh nya di ranjang yang di tempati Valerie.


"Kenapa tidak bilang dari tadi" gerutu Valerie yang kini ikut merebahkan tubuh nya di samping Wilmar, dia bahkan tidur di atas dada bidang suami nya, mereka bagai pengantin baru yang baru merasakan indah nya pernikahan.


Tadi pagi saat Wilmar baru saja menidurkan Baby Jenno yang hampir sepanjang malam mengajak nya bergadang itu, dia melihat Papa nya masuk masuk kedalam ruang inap saat baby jenno kembali membuka mata nya.


Anak laki-lakinya itu tidak mau tidur jika tidak dalam gendongan, membuat nya bergantian dengan Valerie untuk menggendong putra kesayangan nya itu, dan tadi pagi baru setengah jam dia merebahkan tubuh nya, Baby Jenno kembali membuka mata nya, suara tangis nya tidak membangun kan Valerie yang kelelahan sepanjang malam menjaga pewaris Wiratama itu.


Untung saja Papa nya itu masuk begitu saja saat dia akan beranjak dari tidur nya, dia tetap pura-pura terlelap saat papa nya menimang putra nya yang terlelap dalam gendongan kakek nya, Wilmar pun melanjutkan tidur nya sambil memeluk tubuh istri nya, sudah beberapa hari ini dia tidak merasakan hangat nya pelukan istri nya yang silih berganti dengan nya menjaga Baby jenno.


Wilmar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dia pun tertidur dengan begitu pulas saat papa nya mengambil alih putra nya itu.


Papa Tama masuk kedalam ruang inap dengan menggelengkan kepala nya melihat anak dan menantu nya yang sedang berpelukan dengan mesra, dia menggerutu dalam hati saat melihat pemandangan si depan mata nya, sementara cucu nya juga sedang terlelap dalam gendongan nya.


"Dasar anak dan mantu kurang ajar"

__ADS_1


"Aku sudah seperti babysitter saja" keluh nya membangunkan sepasang sejoli yang saling memeluk itu.


"Hei bangun..."


__ADS_2