Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Panggilan


__ADS_3

"Panggil aku Mas, baru aku akan mengabulkan keinginan mu!" Pinta Wilmar sambil menatap Valerie yang memalingkan wajah nya.


"Kenapa? Kamu keberatan heem?"


"Bukan seperti itu, aku jadi ingat tukang bakso langganan ku kalau memanggil ku dengan sebutan itu 'Mas bakso nya satu ya, pentol ya' hihihi"


"Kamu!"


"Yang benar saja, masak aku di samakan dengan tukang bakso!" Dia yang tadi ingin menciptakan suasana romantis supaya Valerie melupakan keinginannya pun menjadi kesal, bisa-bisa nya wanita itu menyamakan nya dengan tukang bakso langganannya.


Dengus kesal Wilmar membuat Valerie kembali terbahak dia melupakan keinginan nya yang aneh menurut Wilmar itu, Valerie menarik nasi yang ada di piring Wilmar lalu menyuapkan nya pada Wilmar yang dengan senang hati memakan nya.


"Nah sudah, ayo sekarang kita pergi?"


"Haah, kemana?"


"Jangan pura-pura hilang ingatan Tuan muda, aku ingin makan soto daging!" Rengek nya lagi


"Kita beli saja ya, atau aku yang akan memasak untuk mu, bagaimana?" Tawar Wilmar yang merasa ngeri-ngeri sedap jika harus pergi ke kondangan di pinggir jalan pula, eh ralat bukan pinggir jalan tapi tengah jalan yang menutup akses lalu lintas.


Valerie yang kesal dengan suami nya itu pun beranjak dari sana dengan menghentakkan kakinya.


Kesal...


Tentu saja..


Dia sudah menunggu sejak tadi tapi suami nya itu sama sekali tidak mau menuruti keinginannya, dengan rasa malas yang menggelayut di hati, Wilmar pada akhirnya menuruti juga keinginan Valerie, dia meminta anak buah nya  untuk mencari di mana ada orang yang menggelar hajatan di tengah jalan.


Binar bahagia terlihat di wajah Valerie saat jalan yang di lalu nya itu ternyata ada orang yang tengah menggelar acara pernikahan, dia dengan cepat membuka pintu dan bersiap turun dari mobil meski mobil yang di tumpangi nya belum terparkir sempurna, gerak cepat tangan Wilmar yang menghentikan Valerie membuat wanita itu menoleh ke arah tangan nya.

__ADS_1


"Apa lagi, Tuan muda?" Kesal nya saat Wilmar menahan nya.


"Kamu mau masuk ke sana?"


Valerie mengangguk...


"Sudah siapkan amplop sama uang?"


"Tuan muda yang terhormat, lihat itu!" Seru Valerie sambil menunjuk ke arah papan pengumuman yang ada di sana, Wil pun menoleh ke arah yang di tunjuk istri nya.


Tidak menerima sumbangan dalam bentuk apa pun.


Dia meneguk ludah nya kasar saat melihat papan itu, ini pengalaman pertama yang akan dia ingat sepanjang hidup nya kalau dia pernah melakukan hal konyol seperti ini, yang sial nya dia tidak tahu apa alasan yang membuat nya mau menuruti keinginan istrinya, dia hanya tidak ingin melihat air mata yang keluar dari mata indah itu, yang entah membuat hati nya seakan di iris oleh sebilah pisau yang tak kasat.


Wilmar yang masih dalam lamunan nya tersadar saat Valerie menarik nya keluar dari mobil, dengan tergesa mereka berjalan menuju tenda yang terdapat janur melengkung dengan satu batang pisang lengkap dengan satu tandan pisang yang berada di kanan dan kiri pintu masuk.


"Tunggu"


"Panggil aku sayang baru aku mau masuk menemani mu"


"Sa--yaang" panggil Valerie dengan terbata, senyum tipis melekung di bibir Wilmar yang kini berjalan ke arah pintu masuk yang tinggal beberapa langkah saja, gerakan reflek Valerie yang langsung berhenti di sana membuat Wilmar menaikkan sebelah alisnya.


Heran...


Apa lagi saat Valerie terlihat mengaduk-aduk tas nya mencari sesuatu, Valerie memasangkan satu masker yang baru saja dia cari itu di wajah Wilmar.


"Aku tidak Sudi membagi ketampanan mu dengan wanita lain, lihat itu mereka memperhatikan mu sampai-sampai bola mata nya hampir keluar!" Kesal valerie saat Wilmar menjadi pi


Pusat perhatian kah hawa yang menjadi pagar ayu.

__ADS_1


Wilmar tidak menjawab dia hanya diam, mereka masuk ke dalam setelah mengisi daftar tamu, setelah itu mereka di arahkan ke tempat yang menjadi alasan mereka datang ke sini dengan menekan urat malu nya sampai ke ubun-ubun.


Satu mangkok soto yang masih mengepul sudah berada di tangan Valerie yang terlihat tidak sabar untuk menikmati nya, Wilmar hanya menatap mangkok yang di arahkan Valerie ke arah nya.


"Suapi!" Pinta nya tanpa rasa malu


Mangkok bergambar ayam jago itu pun berpindah ke tangan wilmar yang kini menyuapi Valerie dengan telaten, sampai semua yang ada di dalam mangkok itu berpindah ke perut Valerie yang kini berjalan menelusuri deretan makanan yang di tata permanen di meja.


Dia kembali menghampiri Wilmar dengan semangkuk bakso yang ada di tangan nya...


Suapan dari tangan Wilmar entah di rasa Valerie sangat lah nikmat, semangkuk soto, bakso dan es Mega mendung kini tengah menari di lambung nya, tapi dia masih berjalan kembali deretan makanan dan kembali menghampiri Wilmar dengan sepiring nasi goreng lengkap dengan ayam goreng bumbu bawang yang membuat tidak bisa menahan diri nya.


Sementara Wilmar dia hanya diam dan melakukan apa pun yang di minta oleh Valerie yang kini meminta nya untuk mengelus perut nya yang tampan membuncit karena makanan.


Ting.


Bunyi pesan masuk di dalam ponsel mengalihkan perhatian nya, pesan masuk dari salah satu anak buah nya yang dia minta untuk mencari tahu siapa yang menggelar acara pernikahan pun sudah ada di sana lengkap dengan data diri dan lulusan yang di tempuh, dia tidak ingin punya hutang budi dengan orang yang tak di kenal nya itu.


Dia bisa bernafas lega saat tahu kalau pria yang menjadi pengantin baru itu tengah mengajukan lamaran ke salah satu cabang perusahan milik nya, dengan cepat dia menghubungi bawahan nya yang menjadi petinggi di perusahan cabang untuk menerima pengantin pria itu menjadi karyawan di sana.


"Sayang, ayo pulang!"


"Kita beri selamat dulu pada pengantin nya ya"


"Ayo"


Mereka pun berjalan ke arah pengantin, terlihat kerutan saat Wilmar dan juga Valerie  berada di atas pelaminan, sepertinya mereka mengingat-ingat siapa yang kini berada di hadapan mereka, Wilmar menarik Valerie  keluar dari sana sebelum ada orang yang menyadari nya, kini mereka sudah berada di dalam mobil dan bersiap untuk pulang ke rumah utama keluarga Wiratama.


"Apa...."

__ADS_1


__ADS_2