Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Seorang istri


__ADS_3

Wilmar langsung keluar dari sana tanpa menoleh kembali pada istrinya, dia masih cukup waras untuk tidak menggarap istrinya lagi, meski dia sangat ingin melakukan nya.


Dia berdiri menyandarkan tubuhnya di tembok, dia tidak benar-benar pergi dari sana, hanya memberikan ruang pada Valerie yang malu saat dia berada di sana.


Sampai dia melihat istrinya yang telah menyelesaikan mandi nya dari pantulan cermin yang ada di sana, dia kembali masuk ke dalam saat Valerie yang tampak kesakitan itu.


Tanpa basa-basi dia menggendong nya lagi dan menurunkan nya di depan lemari pakaian nya.


"Aku bisa sendiri"


Wilmar langsung pun meninggalkan istrinya, dia harus bersiap untuk pergi ke kantor, belum lagi nanti saat bertemu papa nya pasti ada saja ulah nya yang membuat nya tertahan geram


Valerie pun bersiap untuk turun ke bawah, meski pun suaminya itu melarangnya ke kantor, tidak mungkin kan kalau dia seharian akan berdiam diri di kamar tanpa melakukan apa pun.


Dia menjatuhkan pilihan nya pada gaun putih corak bunga yang sangat cantik itu, dia berjalan pelan menuju meja rias yang tak jauh dari sana, nyeri yang dia rasa sudah sedikit berkurang, berendam air hangat memberikan efek yang baik untuk otot di area pribadi nya yang baru saja kedapatan tamu yang berkunjung.


"Apa masih sakit?"


"Sedikit"


"Tidak perlu turun ke bawah kalau masih sakit, aku akan meminta pelayan untuk mengantarkan makanan ke kamar"


"Tidak usah, aku akan turun" sahut Valerie


Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Wil, dia langsung menggeser tubuhnya untuk memberikan ruang pada Valerie untuk melakukan aktivitas nya.


Dia duduk di sofa sambil mengecek laporan yang di kirim Fattah, dia yang larut dalam pekerjaan nya tidak menyadari kalau Valerie sudah berada di dekat nya, aroma parfum yang berbeda dengan nya membuat dia mengalihkan perhatian nya.


'Cantik'


Satu kata itu meluncur begitu saja dari mulut Wil saat di depan mata nya berdiri dengan anggun wanita yang telah resmi menjadi istri nya.


Kini dua orang yang di paksa menikah karena keadaan itu pun, saling menyelami rasa yang ada, mereka menyadarkan diri bahwa mereka tidak akan secepat itu tertarik pada lawan jenis nya.

__ADS_1


Wil berjalan terlebih dahulu yang di ikuti oleh Valerie di belakang nya, mereka turun bersama menuju meja makan yang masih tidak ada siapapun di sana.


"Dimana Papa?"


"Tuan Tama keluar pagi-pagi sekali, dia tidak meninggalkan pesan pada kami"


Wil mengibaskan tangannya, meminta pelayan tersebut pun kembali ke dapur dan menyelesaikan pekerjaan nya. Mereka berdua pun duduk di meja makan yang panjang tersebut, hanya berdua saja.


"Mau sarapan apa?"


"Roti dengan selai strawberry"


Valerie pun mengambil roti dan juga selai yang ada di meja, lalu mengoleskan nya dan memberikan pada Wil yang masih asyik dengan ponsel nya.


Dia juga mengambil roti yang sama lalu mengoleskan selai nanas, blueberry, kacang, tak lupa parutan keju di atasnya, lalu di tutup dengan roti di atas nya.


Valerie menikmati roti nya seperti biasa, karena dia sangat menyukai perpaduan dari semua selai dan keju yang menambah cita rasa di roti nya.


Wil yang melihat itu pun sebenarnya penasaran bagaimana rasanya, tapi dia tidak punya yang gengsi pun hanya diam sambil menikmati roti nya.


Alis nya terangkat, tidak faham dengan apa yang di maksud oleh istrinya.


"Aaakk"


Wil membuka mulutnya, menerima suapan dari Valerie, yang entah mengapa suapan itu terasa lebih nikmat dari saat dia makan menggunakan tangan nya sendiri, tapi tidak mungkin juga dia meminta Valerie untuk terus menyuapi nya bukan.


Dia tidak ingin di anggap ketergantungan pada wanita yang bisa kapan saja pergi meninggalkan diri nya, dia tidak sanggup untuk merasakan bagaimana sakit hati jika saat itu telah tiba.


Ini baru hati pertama tapi dia sudah kelimpungan dengan hati nya sendiri yang di hinggapi rasa nyaman yang hadir begitu cepat, apa mungkin itu cinta, atau hanya sekedar virgine efrect , yang dia rasa kan.


Wil pun yang menerima suapan dari Valerie, meresapi rasa manis memenuhi mulut nya, tapi dia menyukai nya, perpaduan kacang dan keju mendominasi di sana, dia menyukai nya, dan ingin memakan nya setiap hari.


Tapi lagi-lagi harga diri nya yang terlalu tinggi membuat nya enggan untuk mengatakan nya, untung saja Valerie peka dengan apa yang di inginkan oleh Wil meski mereka baru saja hidup bersama.

__ADS_1


"Aku akan membuat nya untuk mu jika kamu mau"


"Aku tidak meminta nya, tapi aku tidak menolak nya jika kamu melakukan nya"


"Selamat pagi, Tuan"


Perhatian mereka teralihkan pada sosok laki-laki yang berpakaian kantor lengkap dengan jas nya.


"Selamat pagi" jawab Valerie.


"Apa kamu sudah sarapan?"


Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Fattah, ingin menjawab sudah tapi dia belum makan apa pun, dia ingin berkata jujur tapi takut melihat tatapan dari kakak angkat nya itu.


"Kenapa diam saja, apa bos mu sekejam itu, sampai tidak mengizinkan kamu makan"


Tuduh Valerie pada Wil yang melotot tajam ke arah Fattah yang tidak tahu harus berbuat apa.


"Saya tidak terbiasa sarapan di pagi hari" jawab nya mencari jawaban aman.


"Duduk lah, kamu juga harus makan, kalau bos mu itu marah, katakan saja pada ku, nanti aku juga tidak akan memberikan nya makan" ucap Valerie dengan berani nya menantang Wil.


Sedangkan Fattah dia bingung harus apa, jadi dia tetap berdiri di sana, Valerie yang melihat Fattah tidak bergeming pun menatap Wil yang juga menatap kearahnya, pandangan mereka bertemu tidak ada yang mau mengalah satu sama lain, sampai akhir Wil menyerah dan meminta Fattah untuk menuruti keinginan istrinya.


Fattah yang melihat itu tersenyum senang, baru satu hari, Tuan nya sudah menunjukkan perubahan yang dia harapkan bersama Tuan besar nya, semoga saja ini menjadi awal yang baik untuk kehidupan mereka nanti nya dan melupakan kontrak pernikahan mereka.


Sarapan pagi dengan sedikit drama itu telah usai, kini Wil sudah bersiap untuk pergi ke kantor, dia yang belum terbiasa dengan kehadiran Valerie pun melenggang begitu saja keluar dari rumah di ikuti oleh Fattah di belakang nya.


Saat mereka sampai di teras rumah, Fattah mendahului Tuan nya untuk membukakan pintu, Wil yang akan masuk ke dalam mobil pun terhenti saat mendengar derap langkah tergesa-gesa dari dalam rumah, dia pun menoleh kebelakang dan ternyata Valerie lah yang berjalan keluar menghampiri nya sambil mengulurkan tangannya.


Wil mengerutkan keningnya saat melihat apa yang dia lakukan Valerie, apa mungkin istri nya itu meminta uang, lalu bagaimana hidupnya selama ini, bagaimana dia bertahan hidup apa Ayah mertuanya itu tidak memberikan nya uang hingga harus meminta pada nya.


Tanpa bertanya apa pun, dia yang tahu kewajiban nya sebagai seorang suami pun merogoh saku celana nya, membukanya lalu menarik satu kartu kredit nya yang dia berikan pada Valerie.

__ADS_1


Sedangkan Valerie dia menggeleng kepalanya, dia tidak minta uang atau kartu, tapi dia ingin 'salim' pada suami nya, dia tahu kalau pernikahan mereka hanya sebatas kebutuhan tapi dia ingin melakukan semuanya dengan benar.


"Apa yang kamu inginkan?"


__ADS_2