Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Tidak gratis


__ADS_3

Perjalanan ke kantor hari ini sangat berbeda dari hari biasa nya, Wil yang biasa nya menggerutu kalau terjebak macet, namun kali ini berbeda, di mana dia di temani ocehan Valerie yang mengamuk akibat kecerobohan nya yang hampir membuat mereka berpindah alam.


Wilmar hanya diam saat mendengar ocehan Valerie, tidak sedikit pun keinginan untuk membantah ucapan dari istri nya, bahan Valerie yang asyik dengan Omelan nya itu tidak menyadari kalau mereka sudah sampai di kantor nya.


"Apa kamu tidak.... emmmmppphh"


Valerie tidak bisa melanjutkan ucapan nya saat Wil menyesap bibirnya lagi, bahkan dengan berani nya dia meremas pegunungan nya yang membuat nya melenguh tertahan, Wil melepaskan ciumannya sebentar lalu menyatukan lagi bibirnya sebelum Valerie sempat mengeluarkan protes nya.


"Apa ini cara mu yang ingin Rencana mu untuk membunuh ku” protes Valerie saat Will melepaskan ciuman mereka.


“Sudah sampai cepatlah turun, aku ada meeting pagi ini” ucap Will yang sama sekali tidak menghiraukan perkataan Valerie.


Haah.


Valerie menoleh ke arah samping, dan benar kalau mereka sudah sampai di parkiran kantor milik nya, Will yang melihat wajah bingung Valerie pun mengangkat sudut bibirnya.


“Kenapa bingung, baru sadar kalau sepanjang jalan kamu mengoceh tidak jelas”


“Apa kamu bilang, tidak jelas, itu karena..... emmmmppphh”


Valerie melotot saat bibir nya kembali di sesap oleh Wil, Valerie memukul tangan Wil yang berjalan ke bawah menuju lembah nya.


Plak.


“Dasar tidak tahu tempat” ucap Valerie yang menarik tangan Wil lalu mencium nya, dia langsung keluar dari sana, sebelum membangun adik kecil suaminya yang mulai menggeliat di baik celana bahan yang di kenakan oleh Wil.


Wilmar terkekeh melihat Valerie yang turun dari sana dia menatap sendu ke arah wanita yang mampu membolak-balik hati nya.


“Kenapa dia menggemaskan seperti itu” ucap nya dengan hati yang tidak baik-baik saja, dia membayangkan perpisahan yang nanti nya pasti akan terjadi di antara mereka.


Dia akan berusaha sekuat tenaga agar mereka tidak berpisah dan hidup bahagia bersama anak-anak kelak.


Wilmar melajukan mobilnya menuju kantornya, banyak pekerjaan yang harus dia selesai sebelum dia berangkat berbulan madu, mengingat bulan madu, membuat nya bersemangat kembali, dia mengalihkan pikiran nya dari perpisahan menyakiti yang tidak akan pernah lagi terjadi dalam hidup nya.

__ADS_1


Dia akan mempertahankan Valerie apa pun yang terjadi, cukup rasa sakit yang di rasakan selama ini, kini dia tidak akan lagi melepaskan apa yang telah menjadi miliknya.


...****************...


Satu Minggu berlalu..


Wilmar yang berencana untuk pergi bulan madu terpaksa harus menunda keberangkatan karena urusan di kantor yang tidak bisa di tinggalkan.


Begitu juga dengan Valerie yang harus merombak tatanan staf dari atas hingga bawah, kini salah satu manager bagian dia angkat menjadi asisten pribadi nya, menggantikan Mikha yang entah kini ada di mana, dia tidak menemukan di mana sekretaris nya itu berada.


Ada banyak pertanyaan yang bersarang di benak nya tentang apa motif dari Mikha sampai tega mengkhianati persahabatan mereka.


Wilmar yang sejak tadi menunggu istrinya di parkiran pun mendesah kesal saat Valerie tidak kunjung keluar dari kantor nya padahal dia sudah memberikan nya kabar bahwa dia sudah sampai di sana.


Dia terpaksa turun dari mobil nya, lalu masuk ke dalam kantor yang masih banyak orang berlalu lalang di sana, beberapa karyawan yang mengenal siapa dia pun membungkuk tubuh saat berpapasan dengan nya, dia masuk ke dalam kotak besi yang mengantarkan menuju ruangan istrinya.


Ceklek.


"Apa aku menganggu kalian?" tanya Wil dengan wajah datar nya saat melihat Valerie yang tengah duduk di kursi kerja nya, sementara asisten nya itu berdiri di samping memperlihatkan sesuatu yang entah apa di dalam tablet yang ada di tangan Valerie.


Wil kembali keluar dari ruangan itu, meski Valerie tidak melakukan apa pun tapi tetap saja dada nya terasa sakit, dan rasa takut kehilangannya itu terasa begitu nyata, tapi dia juga tidak punya alasan untuk melarang mereka, jelas tertulis dalam perjanjian untuk tidak saling ikut campur dalam urusan pribadi masing-masing.


Valerie yang terkejut dengan kedatangan Wilmar pun langsung meninggalkan ruangan tersebut, yang ternyata Wil berada di balik pintu ruangan tersebut.


"Aku bisa menunggu sampai utusan mu selesai" ucap Wil dengan nada dingin.


"Tidak itu tidak penting, yang terpenting adalah suamiku saat ini, Ayo kita pulang" ajak nya yang langsung mengandeng tangan Wil yang masih tertahan di sana.


"Kenapa?" tanya Valerie saat Wil tak bergeming dari tempatnya.


"Tidak, apa pekerjaan mu sudah selesai?" Wil memastikan nya karena dia tidak suka jika pekerjaan apa pun itu dilakukan setengah-setengah.


"Sudah selesai, ayo kita pulang, aku ingin makan nasi goreng buatan mu"

__ADS_1


"Baiklah, ayo"


Mereka keluar dari sana menuju rumah besar Wiratama, namun di tengah jalan Valerie menghentikan Wil yang sedang melaju kencangkan, membuat Wil mengerem mendadak mobil nya.


Criiiitt.


Bunyi gesekan ban mobil dan aspal beradu di sana, bahkan Wil harus mendapatkan makian dari beberapa pengguna jalan yang terkejut saat dia berhenti mendadak setelah melakukan mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata.


Wil menatap tajam pada Valerie yang angkat tangan nya membentuk huruf V dengan wajah cengengesan nya.


"Apa yang kamu lakukan, kalau kita berdua mati bagaimana, aku masih ingin menyembunyikan senjata ku dia dalam gua sempit mu"


Plak.


"Otak mu itu tidak pernah jauh dari itu" kesal nya saat Wil mengatakan sesuatu yang menurut nya tabu meski di sana hanya ada mereka berdua.


"Memang nya apa lagi, bukan kan kamu juga menyukai nya" goda Wil yang menyukai wajah Valerie saat tersipu malu karena ucapan nya.


"Terserah, aku mau pulang ke apartemen mu saja, aku lebih nyaman tinggal di sana" pinta Valerie.


"Kenapa tidak suka di rumah, apa karena ada papa?"


"Bukan seperti itu, hanya saja aku tidak terbiasa dengan rumah sebesar itu" sangkal nya yang tidak ingin di katai menantu durhaka.


Wil pun memutar kembali mobil nya menuju apartemen nya, senyum melengkung di wajah Valerie saat Wilmar mengabulkan keinginan nya, tanpa sadar Valerie melingkar kan tangan nya di lengan Wil yang sedang memindahi gigi mobil nya.


"Terima kasih" ucap Valerie yang bergelayut manja di lengan suaminya.


"Ini tidak gratis ya"


"Dasar perhitungan" marah Valerie yang langsung melepaskan tangannya.


Valerie mencurutkan bibir yang membuat Wil ingin mengulang kembali sensasi yang tadi tadi dia rasakan.

__ADS_1


"Jangan macam-macam" bentak Valerie saat menyadari sikap Wilmar yang mulai mendekati nya dengan tatapan berbeda-beda.


__ADS_2