
Sepanjang perjalanan menuju bandara yang Mereke tempuh dengan heli, Wilmar memejamkan mata nya, sungguh rasa di kepala nya masih berdenyut di tambah lagi, Valerie yang merasa mual dengan saat berada di ketinggian membuat itu semakin membuat nya pening, masalahnya rasa mual itu hilang saat Valerie duduk di pangkuan Wilmar dengan wajah yang berada di ketiak nya.
Wilmar sempat menolak nya...
Namun lagi, lagi.
Dia kalah dengan air mata yang menggenang di pelupuk mata istri nya yang kini berada sudah berada di gendongan nya, mereka akan berpindah ke pesawat yang akan membawa Mereke kembali ke tanah air malam ini juga, tidak ada yang tahu akan kepulangan mendadak mereka, karena jadwal bulan madu mereka harus nya masih empat hari lagi di sana.
Usaha Wilmar tidak sia-sia rupa nya, dia berhasil menaiki anak tangga pesawat, dia mendudukkan kembali tubuh nya di sofa yang tak jauh dari kamar pribadinya, seorang pramugari datang menghampiri Wilmar yang mengatakan kalau pesawat akan mengudara sebentar lagi.
Perjalanan selama kurang lebih delapan jam itu pun berhasil mendarat dengan selamat, selama itu pula Wilmar tidak memangku Valerie yang terlelap dalam pangkuan nya, tadi selepas take off Wilmar membawa Valerie masuk ke dalam kamar lalu merebahkan nya di sana, mata wanita itu langsung terbuka saat merasa bukan tubuh suami nya yang menjadi tempat tidur nya, dia pun terbangun dan memaksa Wil untuk memangku nya lagi, sampai saat ini kedua kaki nya terasa kebas karena aliran darah tidak berjalan normal di sana.
Bandara internasional Yogyakarta...
Valerie turun dari pesawat meninggalkan Wilmar yang masih melakukan peregangan di dalam pesawat, rasa kebas nya berangsur pulih, kini dia menyusul istrinya yang sudah berada di salah satu restoran yang ada di dalam bandara, bersama beberapa anak buah nya mengikuti sejak mereka pergi ke Jepang.
Senyum Valerie mengembang saat melihat suami nya itu menyusul nya, dia sudah memesankan makan siang dengan menu kesukaan suami nya, green carry chicken dengan nasi hangat yang tidak akan pernah di tolak oleh Wilmar meski setia hari dia di suguhi menu makanan yang menurut nya paling enak.
"Aku sudah pesan kan ini untuk Tuan muda" Ucap nya dengan senyum manis yang membuat Wilmar juga tersenyum menanggapi nya.
"Kamu makan apa?" Tanya Wilmar saat tidak melihat valerie memesan makanan untuk diri nya sendiri.
"Aku tidak mau makan!"
"Cepat habiskan makanan mu Tuan muda, setelah itu kita cari orang yang sedang menggelar pesta pernikahan, aku sangat ingin makan soto di sana!" Ucap nya dengan semangat, bahkan mungkin saja air liur nya itu sudah menetes di sana.
__ADS_1
"Ada salah satu karyawan di kantor ku yang sedang menikah kita akan ke sana saja, jadi tidak perlu mencari" kata Wilmar yang tadi mendapatkan kabar dari salah satu anak buah nya.
"Dia nikahan di gedung?"
"Ya tentu saja!" Jawab Wilmar dengan kewaspadaan tingkat tinggi.
"Aku inginnya yang nikahan di tengah jalan, bukan di gedung" kata Valerie lagi.
Nyuuuut...
Nyuuuut...
Kepala nya seakan di hantam oleh gadha milik Bima (dalam cerita Mahabharata) saat mendengar permintaan dari Valerie, yang benar saja.....
Sebenarnya kenapa dia ini Ya Tuhan...
Pertama, ingin makan daging yang mana dia adalah seorang yang alergi terhadap daging merah.
Kedua, makan nya harus di kondangan orang tak di kenal.
Ketiga, dan semoga ini yang terakhir, harus di tengah jalan.
Pusing gak tuhh....
"Ayo Tuan muda, aku sudah hampir pingsan ini"
__ADS_1
"Sejak kemarin kamu tidak memberikan aku makan, malah aku yang di makan!" Sungut Valerie sambil mencurutkan bibirnya.
Wilmar menahan diri nya agar tidak terpancing dengan playing victim yabg di layangkan Valerie pada nya, apa tadi kata nya.....
Tidak memberikan nya makan....
Bukan kah dia sendiri yang menolak makan, karena tidak dia makan suguhan Apem nya, lalu apa dia bilang sungguh dia ingin sekali menyeret wanita itu sekali lagi ke dalam hotel yang berada di luar bandara lalu mengerjainya sampai pingsan kalau perlu...
Eeehh tidak....
Jangan....
Bisa-bisa dia akan kembali merasa malu yang luar biasa seperti saat di rumah sakit waktu itu.
Ah sudah lah.....
"Ehh, itu makanannya tidak di habiskan?"
"Ada hidangan yang lebih menggiurkan dari sekedar kare ayam" ucap Wilmar dengan seringaian yang terlihat jelas.
"Dasar maniak" sinis Valerie yang membuat wilmar mendelik ke arah nya.
"Iyaaa, iyaa ampuun, jangan ya Tuan muda yang tampan" rayu Valerie.
"Panggil aku....."
__ADS_1
Haaaahh......
Jangan lupa like komen...