Kala Penyesalan Datang Terlambat

Kala Penyesalan Datang Terlambat
Dinner


__ADS_3

Pinggiran pantai di sebelah Utara Tokyo menjadi tempat yang di pilih Wilmar untuk melanjutkan bulan madu nya setelah dua hari menghabiskan waktu di rumah sakit, Valerie sudah di nyatakan sehat kembali dengan syarat tidak boleh terlalu memaksakan diri untuk berpetualang dengan suami nya itu.


Mana bisa aku menahan nya, kalau rasa nya sungguh membuat ku tidak ingin berhenti, batin Valerie be like.


Wil merangkul pinggang Valerie agar tidak terlalu jauh dari nya, hembusan angin menerbangkan gaun pantai yang di kenakan oleh Valerie, Wil tertegun saat menyadari betapa indah wajah bidadari nya itu.


Bidadari yang akan menjadi satu selama nya dalam hidup nya, wanita yang menurutnya bisa menjadi madu sekaligus racun untuk kaum seperti nya, bahkan dia menjadi urutan ke tiga dalam perebutan kesuksesan seorang pria.


Harta, tahta dan wanita.


Ketiga nya bisa menjadi sumber kesuksesan juga kehancuran bagi setiap laki-laki.


Wil menggelengkan kepala nya mengusir semua bayangan yang tidak ingin dia pikirkan, yang dia inginkan hanya bersama wanita itu bagaimana pun cara nya.


Senyum simpul menghiasi wajah Wilmar saat melihat Valerie yang tersenyum begitu bebas dari segala kesibukan nya, dia melupakan segalanya saat ini.


Lihat lah,


Betapa bahagia nya dia bermain air di lautan lepas, dia tidak takut akan deras nya ombak yang bisa sewaktu-waktu menyeret nya ke tengah lautan.


Kan ada kamu yang akan menolong ku jika aku terseret ombak Tuan muda.


Ucap Valerie saat Wilmar melarang nya berjalan terlalu jauh dari bibir pantai, sebegitu percaya nya Valerie pada Wilmar, bahkan dia menyerahkan hidup dan mati nya di tangan suami nya, meski tanpa sepatah kata cinta yang terucap dari bibir nya.


Wilmar mendekati Valerie saat dia menyadari kalau istrinya itu menjadi pusat perhatian semua laki-laki yang ada di sana, dia tidak ingin berbagi kecantikan istrinya dengan siapa pun.


"Aku masih ingin di sini Tuan muda" Tolak nya saat Wilmar mengajak nya duduk di kursi pantai yang mereka sewa.


"Kamu tidak boleh terlalu lelah!"


"Ingat kamu baru saja pulang dari rumah sakit" lanjut Wilmar.


"Tapi..."


Valerie diam.

__ADS_1


Dia tidak melanjutkan ucapan nya saat Wil menatap tajam ke arah nya, dia menyedot air kelapa muda yang ada di meja kecil di lengkapi dengan makanan khas Jepang yang di beli nya saat menuju ke sini tadi.


"Aku akan mengajakmu kemana pun kamu mau, tapi kamu harus sehat dulu"


"Paham!" ucap Wil memberikan pengertian yang di angguki oleh Valerie meski Wil tahu kalau istri nya itu masih ingin bermain air.


Kedua nya menikmati indah nya pantai dengan berjemur di bawah terik matahari yang cukup membakar kulit meski sang mentari sudah condong ke arah barat, bersiap pulang ke peraduan yang berganti kan pekat nya malam dengan taburan bintang yang menghiasi cakrawala.


Wil membawa Valerie dalam gendongan nya menelusuri pantai di temani langit jingga yang seakan berbatas dengan biru nya lautan yang membuat suasana romantis tercipta begitu saja oleh alam yang seakan mengerti akan suasana hati kedua nya.


Valerie yang tertawa di balik punggung nya menularkan tawa nya pada Wilmar yang bahkan tidak pernah bisa tertawa selepas ini setelah kepergian mantan tunangan nya, setiap hari nya hanya kegelapan yang menemani.


Wil membawa Valerie berputar-putar di antara deburan ombak dengan semilir angin yang menerbangkan rambut hitam milik Valerie.


Kini kedua nya berdiri sejajar di antara langit senja, Wil menarik tengkuk leher Valerie mengecup nya di bibir nya, melukis kenangan indah yang entah akan terulang lagi atau tidak.


Sang mentari telah hilang di telan gelap nya malam, membuat kedua pasangan yang bahagia tanpa kata cinta itu pun memilih kembali dari sana menuju restoran yang masih ada di sekita pantai sebelum mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap.


Valerie membungkam mulut nya yang terperangah dengan apa yang dia lihat saat ini, sekali lagi ini impian nya, dan Wilmar mengabulkan nya lagi dan lagi tanpa pernah keinginan itu terucap dari bibir nya.


Di terangi oleh cahaya bulan yang memancarkan keindahan di antara temaram nya malam.


"Kamu suka?" Tanya Wilmar saat melihat setetes air mata yang tergenang di pelupuk mata Valerie.


"Terima kasih, sekali lagi kamu mengabulkan keinginanku!"


Wil mengangguk, dia membawa istrinya itu menuju meja makan di tarik nya kursi lalu mempersilahkan wanita itu untuk duduk di sana.


"Terima kasih Tuan muda"


"Makan lah, setelah ini aku yang akan memakan mu" gurau Wilmar yang tidak ingin melihat air mata Valerie kembali jatuh entah itu karena sedih atau pun bahagia.


"Merusak suasana" Gerutu Valerie yang di tanggapi senyum tipis oleh Wilmar.


Kenapa dia tampan sekali jika tersenyum, batin valerie yang merasa hati nya meleleh melihat senyum menawan seorang Wilmar yang tidak pernah dia lihat sebelum nya.

__ADS_1


Wilmar menyumpit sushi yang ada di piring nya mengarahkan nya pada bibir Valerie yang sedang menikmati udang yang di masak dengan salted egg dengan taburan curry leave yang sejak tadi menarik perhatian Valerie.


Dia menghentikan kunyahan nya, menatap ke arah makanan yang ada di depan mulut nya, dia memakan nya dengan senyum bahagia.


Mereka benar-benar menikmati makan malam ini berdua tanpa ada gangguan sedikit pun.


----------------


Wilmar yang selama beberapa hari tidak bisa tidur dengan nyenyak pun, kini terlelap setelah membersihkan diri nya, sementara Valerie dia sama sekali tidak bisa memejamkan mata nya, entah kemana rasa kantuk nya itu, dia melirik jam yang ada di tembok kamar hotel.


Jam dua belas, tapi kenapa aku belum ngantuk, kesal nya.


Dia merasa suhu tubuh nya memanas, dengan puncak mercusuar nya yang menegang, di singkap nya selimut yang membungkus tubuh nya dengan gerakan kasar dia membalikkan badan nya membelakangi Wilmar yang terbangun dari tidur nya akibat gerakan kasar yang di lakukan oleh Valerie.


Terdengar isakan tangis dari sebelah tempat tidur nya, Wil meminum air putih yang ada di gelas, lalu menggeser tubuh nya mendekat kearah Valerie yang terisak.


"Kamu demam" panik Wil saat tangan nya menyentuh kulit lengan Valerie yang memanas.


Valerie menepis tangan Wil yang menyentuh kulit nya, bukan karena apa gesekan yang dia rasakan membuat suhu tubuh nya bertambah panas dan dia tidak tahan dengan semua itu.


"Kita ke rumah sakit ya!" Ucap Wil yang beranjak dari ranjang.


"Tubuh ku panas Tuan muda, hiks...hiks!"


"Iya, ayo kita ke rumah sakit"


Valerie menggeleng,


Dia tidak ingin ke rumah sakit, dia merasa baik-baik saja, dia menginginkan sesuatu tapi dia malu untuk mengatakan keinginannya.


"Aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa" ucap Wil sambil memakai pakaian nya.


Valerie yang sudah tidak lagi bisa menahan gairah nya pun mendekati Wil yang sedang mengenakan kaos, entah keberanian dari mana yang dia dapatkan, dengan gerak cepat Valerie merebut kaos itu dan membuang nya serampangan.


Tangan lembut nya terulur menuju benda yang tengah tertidur pulas dalam sangkar nya, elusan lembut itu berhasil membangun kan daging tak bertulang tapi berurat itu yang langsung menegang saat dia sentuh dengan tangan lembut nya.

__ADS_1


"Kamu...!"


__ADS_2