Kamu Yang Aku Rindu

Kamu Yang Aku Rindu
Iqbal datang


__ADS_3

Esok pagi, di tanggal 30 desember 2016. Cuacanya begitu cerah. Aku sudah siap-siap ingin pergi ke rumah Dicky. Kemarin Dicky memintaku untuk menemaninya cuci darah.


Seperti aku bilang aku lupa pada Iqbal. Aku melupakan kalau hari ini juga Ibu, Iqbal dan sepupuku Andi, Dea dan Kikky akan datang kesini.


Dan alhasil. Saat aku ingin pergi dengan taksi online. Ibu, Iqbal, Andi, Dea dan Kikky datang dengan taksi bule bird. Aku kaget, namun aku senang.


"Rissa." panggil Iqbal sambil berjalan cepat ke arahku.


"Iqbal." teriakku senang. Aku berlari dan langsung memeluknya. Tubuhku sedikit terangkat karena Iqbal. Erat sekali pelukan itu.


"Khem." ucap Ibuku. Aku dan Iqbal langsung melepaskan pelukan kami.


"Eh tante." ucap Iqbal tidak enak.


"Kamu bal anak kesayangan tante kamu peluk duluan." ucap Ibu.


"Hahaha."


"Maaf tante." ucap Iqbal.


"Ibu." ucapku sambil memeluknya. Begitu juga ibu membalas pelukan itu.


"Apa kabar sayang?." tanya Ibu.


"Baik bu." ucapku senyum sambil menatapnya.


"Ayah mana." ucap Ibu.


"Ada di dalam." ucapku.


"Ibu ke dalam dulu ya sayang." ucap Ibu sambil senyum. Aku mengangguk.


"Wow ris, jakarta keren." ucap Dea yang datang bersama Andi dan Kikky yang membawa koper.


"Uh dasar norak." ucap Andi.


"Ih." ucap Dea sambil memukul pantat Andi dengan tas selempangnya.


"Aw sakit." ucap Andi.


"Bodo amat." ucap Dea.


"Heh kalian berdua ini, mau di rumah, di sini berantem mulu." gerutu Kikky.


"Hahaha." Aku dan Iqbal ketawa.


"Namanya juga saudara." ucap Iqbal.


"Saudara sih saudara, ini malah kayak anjing sama kucing." ucap Kikky.


"Si Andi yang anjing." ucap Dea.


"Kau bilang apa tadi, hah!." ucap Andi kesal.


"Anjing." ucap Dea lagi. Andi yang kesal langsung ingin menangkap Dea.


"Ahh." teriak Dea sambil berlari menghindari Andi.


"Awas kau lihat nanti." ucap Andi kesal. Dea mengejek Andi dengan menjulurkan lidahnya. Andi mulai mengejar Dea lagi.


Aku, Iqbal dan Kikky hanya geleng-geleng kepala melihat mereka berdua saling kejar-kejaran. Andi dan Dea memang seperti itu sejak kami masih kecil. Mereka berdua lebih sering berantem di bandingkan dengan Aku, Kikky, Anggun dan Lia.


Sudah tahu Andi itu emosian, masih saja Dea usil duluan. Kalau sudah begini tidak mudah membuat Andi berhenti, sampai Dea menangis baru Andi akan berhenti dan meminta maaf.


"Tante om lihat Andi nih gangguin aku." ucap Dea sambil berlari masuk kedalam rumah.


"DEA!." panggil Andi keras sambil menyusul Dea.


"Tuh lihat kan, bentar lagi nangis." ucap Kikky.


Tak lama kemudian, yang di ucapkan Kikky terjadi. Kami mendengar suara Dea menangis. Aku, Iqbal dan Kikky langsung bergegas masuk kedalam.

__ADS_1


Aku kaget, saat mlihat Dea terbaring di lantai sambil menangis histeris. Sementara Andi tengah berusaha membujuk dan meminta maaf pada Dea.


"Kenapa kamu yak." tanya Kikky heran.


"Kepleset." ucap Ibu yang ada disana.


"Hahaha."


"Coba reka ulang, aku gak lihat." ucap Iqbal.


"Aahahhh." teriak Dea sambil menangis.


"Diam lah bal, jangan ganggu Dea." ucap Andi.


"Kamu itu diam." ucap Dea sambil menangis. Aku, Iqbal dan Kikky hanya tertawa kecil.


"Ya aku kan udah minta maaf tadi." ucap Andi.


"Gak mau." ucap Dea.


"Nah kamu ndi, salah kamu, bujuk dia." ucap Kikky.


"Ck, iya, ini aku lagi usaha." ucap Andi frustasi.


"Heh, kalian ini berantem aja kerjaannya, baru juga nyampe." ucap Ayah sambil duduk di sofa.


"Aku gak tau om, aku gak ikut-ikut." ucap Kikky.


"Aku minta maaf ya Dea cantik, Dea ku sayang." ucap Andi.


"Najis." ucap Dea.


"Hahaha." Aku, Iqbal, dan Kikky ketawa. Ibu dan ayah juga ikut ketawa. Andi menupuk jidatnya frustasi.


"Ya ya terserahlah, maafin aku yak." ucap Andi sambil mengulurkan tangannya. Sambil sesegukan Dea bangun dan menerima uluran tangan Andi.


"Tapi jangan nakal lagi." ucap Dea sambil bangun dibantu Andi.


"Udah selesai dramanya, ayo makan, pasti pada laper kan." ucap Ibu sambil membawa nampan berisi beberapa mie cup yang sudah diseduh.


Kami semua duduk disofa.


"Maaf ya, cuma ada mie cup, nanti ibu belanja sekalian belanja buat bekal ke puncak." ucap Ibu.


"Dea mau ikut tante belanja, boleh." ucap Dea.


"Boleh dong." ucap Ibu.


***


Di halaman depan. Aku duduk di ayunan sambil bersandar di pundak Iqbal yang duduk disebelahku. Aku melamun memikirkan Dicky, dia pasti kecewa padaku, karena aku tidak jadi menemaninya ke rumah sakit. Aku malah sama Iqbal. Tapi, aku pikir ini tidak salah, Iqbal pacarku, dia jauh-jauh ke Jakarta untuk menemuiku. Kemarin aku juga seharian sama Dicky, dan ku rasa hari ini aku harus bersama Iqbal.


"Bal." ucapku.


"Ya, kenapa?." tanyanya.


"Kalo aku tadi gak ada pas kamu datang, kamu marah gak." ucapku.


"Hem, gak marah, paling kecewa aja dikit." ucapnya.


"Kamu tadi mau pergi." ucapnya.


"Ya, tapi gak jadi." ucapku.


"Kenapa?." tanyanya.


"Kan ada kamu." ucapku.


"Khem, aku ikut gabung ya, bosen didalem sendirian." ucap Kikky yang baru keluar dari rumah.


"Boleh." ucapku. Kikky senyum dan duduk disebelah ku.

__ADS_1


"Kalo bosen kenapa gak ikut belanja sama tante tiya." ucap Iqbal.


"Gak ah, Andi sama Dea ikut, udah rame, lagian gak ada yang mau aku beli ngapain ikut." ucap Kikky.


"Di sini sepi ya ris, kayak mana kamu disini dulu, pasti kamu bosan kan." ucap Kikky.


"Dulu menyenangkan iky, tapi sekarang udah beda, teman-temanku di sini udah pada sibuk sendiri semua." ucapku.


"Untung kalian datang, jadi aku gak merasa sepi, coba Anggun dan Lia ikut juga, pasti seru." ucapku.


"Mereka itu mau ikut, tapi gak jadi, di rumah jadi sepi, kasihan nenek kan, cucu-cucunya pergi semua." ucap Kikky.


"Iya, benar nenek pasti merasa sendirian." ucapku.


"Bal, kenapa gak aja mama papa kamu." ucapku.


"Papa sibuk kerja, kalo mama ikut, siapa yang urus papa." ucapnya. Aku hanya senyum.


"Terus sekarang kita ngapain, duduk aja kayak gini." ucap Kikky.


"Gak tau, aku aja dari tadi kayak ini sama rissa, kalo ada motor atau mobil dari tadi aku jalan-jalan keliling jakarta." ucap Iqbal.


"Hem, gimana kita nobar film horor." ucap Kikky.


"Gak mau." tegas ku.


"Kenapa?." ucap Kikky.


"Gak ahh, takut, serem." ucapku.


"Kan ada Iqbal, ada aku juga, ngapain takut cuma film." ucap Kikky.


"Ya udah deh." ucapku.


Kikky dan Iqbal menyiapkan semuanya. Maksud mereka yang menyiapkan segalanya, mulai dari film apa yang mau di tonton, jendela dan pintu ditutup supaya gelap kayak di bioskop, mereka juga menggeser meja agar kami bisa duduk lesehan. Sementara aku dari tadi hanya memegang popcorn kemasan dan snack yang aku ambil dari dapur.


Setelah semua siap, kami bertiga pun memulai film itu. Kalo tidak salah kami waktu itu nonton film dejavu 2015. Gelisah, takut yang aku rasakan saat menonton itu. Ditambah suasana yang gelap, dan suara speaker yang keras. Aku terus menutup mata sambil teriak. Kikky sama Iqbal hanya ketawa mengejek. Ku rasa mereka emang sengaja melakukannya.


Saat sedang-sedang seriusnya kami nonton. Tiba-tiba Andi datang sambil mendorong pintu dengan keras. Sontak saja Aku, Iqbal dan Kikky terlompat kaget karenanya.


"Ahahaha."


"Ayo ngapain." ucap Andi.


"Ck, kau ini." ucap Iqbal.


"Lagi nonton gila, emang kami ngapain." ucap Kikky.


"Bikin kaget aja kamu." ucapku ngos-ngosan seperti habis di kejar.


"Hehe, sorry, kalian sih main tutupan semua, kan aku curiga." ucap Andi.


"Dasar otak mesum." gerutu Iqbal.


"Kenapa jendela sama pintu ditutup semua." tanya Ibu yang baru datang dengan barang belanjaan dibantu Dea.


"Wow, lagi nonton, ikutan dong." ucap Dea.


"Hehe, lagi nonton te, biar kayak di bioskop." ucap Kikky.


Ibu tidak marah. Dia hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kami. Setelah Dea meletakan barang bawaannya dia atas meja makan, dia langsung duduk bergabung dengan kami. Begitu juga Andi. Hari itu aku menghabiskan waktu bersama Iqbal dan juga saudaraku, dengan pikiranku yang terbang ke arah Dicky dan hatiku yang bertanya tentangmu.


Dicky, bagaimana harimu! Kamu sudah cuci darah! Rasanya sakit gak!


--oo--


Jangan lupa tinggalkan vote dan komentarnya ya.


Line : rafikaanggraini11


Instagram : rafikaanggraini11

__ADS_1


Thank you


__ADS_2