
Aku tahu yang aku alami bersamamu itu sudah menjadi masa lalu. Masa lalu yang tak terlupakan bagiku. Aku tidak dapat menghapus saat-saat terbaik yang aku miliki denganmu.
Itu adalah saat-saat yang indah. Bersamamu aku seperti wanita yang dikelilingi dengan kebahagian. Aku bahkan pernah berkhayal kalau kita akan menikah dan hidup bahagia. Namun takdir tak berada dipihakku. Kita tidak pernah mengerti dengan kenyataan yang berakhir seperti itu. Aku harus menerimanya dan mengambil pelajaran dari setiap hal yang aku alami itu.
Namun, siapa sangka waktu membawa aku bertemu kembali dengan Iqbal, yang kupikir dia adalah anak nakal yang sering bertengkar denganku waktu kecil, sekarang dia adalah pacarku. Aku masih tidak menyangka bahwa dia lah yang saat ini bersamaku dan menemaniku hari-hariku.
***
Rasanya waktu berkembang begitu cepat, sekarang aku sudah kuliah di salah satu universitas ternama disini. Bersama dengan seorang preman yang selalu menjagaku dan memberiku cinta, maksudku pacarku si Iqbal. Aku tak menyangka aku masih ditemani dengan orang yang sama selama 10 tahun. Itu bukan waktu yang singkat untukku. Banyak sekali yang aku lewati bersama dengannya. Dan parahnya lagi, Iqbal masih sama suka tawuran malah dia suka ikut demo, kalian bisa bayangkan itu.
Aku menunggu Iqbal di parkiran kampus. Hari itu dia absen, dia gak masuk ke kelas, padahal dia datang ke kampus bareng aku. Entah kemana dia pergi sampai jam kuliah pun sudah berakhir, tapi Iqbal belum datang padaku. Aku mulai cemas saat aku tahu dari salah satu temannya, kalau dia lagi ikut demo sama anak-anak lain di kantor DPRD.
Aku meneleponnya tapi dia tidak menjawabnya. Tak lama kemudian Iqbal datang dengan motornya.
"Kamu dari mana?." tanyaku ke Iqbal. Dia diam.
"Ikut demo ya." ucapku.
"Tau dari siapa?." tanya Iqbal.
"Temen kamu." ucapku
__ADS_1
"Ah temen aku yang mana, kamu yakin dia temen aku." ucapnya. Aku diam menatapnya kesal.
"Gak tau ah!." ucapku ketus.
"Kok gak tau, tadi katanya dia temen aku." ucapnya.
"Ihh, kamu bal." ucapku kesal.
Begitulah diri Iqbal yang menjelma jadi pria tampan yang super nyebelin dari sebelumnya yang bawel. Dia juga lebih nakal dan lebih posesif, tapi aku sayang dia.
Jangan tanya dengan pendapat Ayah dan Ibuku soal hubunganku dengan Iqbal. Tentu saja mereka menyetujuinya. Bukan karena Iqbal jago berantem, bukan juga karena Iqbal adalah anak dari sahabat Ibuku, bukan juga karena Iqbal yang berhasil mendapatkan kepercayaan Ayahku. Melainkan karena dia sudah membuat anak kesayangan Ayah dan Ibu senang bersamanya.
Dicky dalam keadaan baik dan sehat. Hubungan Aku dan Dicky masih terjalin baik, dan juga bersama Ibu Yanti dan Ayah Rahmad. Hubungan Dicky dan Iqbal juga semakin dekat, bahkan mereka menjadi teman.
Berpisah dengan orang yang kita sayang, bukan berarti kita tidak bisa menyanyangi lagi. Meskipun tidak bisa memiliki tapi kita masih saling mendukung. Seperti yang dikatakan Iqbal, orang yang selalu bersamamu belum tentu akan selamanya denganmu, dan itu juga berlaku untuk dirinya. Intinya masa lalu bukan untuk di permasalahkan. Sudah. Biarkan.
***
Dicky,
Kalau dulu aku bilang aku suka kamu dan ingin bersamamu terus. Itu adalah pernyataanku yang cukup jelas. Dan sampai saat ini pernyataan aku itu tidak pernah berubah.
__ADS_1
Mungkin sekarang kamu pikir aku bukan yang seperti dulu. Tapi, percayalah aku masih sama dengan perasaan itu.
***
Dicky,
Apa kamu ingat, kamu pernah bertanya padaku, siapa yang selalu aku rindukan. Dan aku jawab
Kamu..... kamu yang aku rindu
--TAMAT--
_______________
Jangan lupa tinggalkan vote dan komentarnya ya.
Line : rafikaanggraini11
Instagram : rafikaanggraini11
Thank you
__ADS_1