
Hari ini pertemuan antar pengusaha besar di gelar di kota ini,aku pikir Roan akan mengajak wanitanya ke acara penting itu.
Tapi di malah memberikanku dress dan sepasang sepatu cantik agar aku memakainya di pertemuan itu,aku menolaknya tentu aku akan canggung dipertemuan semacam itu.
Namun Roan bersikukuh membawaku kesana dengan alasan untuk mempelajari dunia para pengusaha dan bagaimana mereka bergaul.
Dress peach itu membalut tubuhku dengan sempurna,aku tak tahu dari mana Roan tahu ukuran baju bahkan sepatuku.
Melangkahkan kaki di atas karpet merah itu pun seakan canggung dan takut tergelincir,sementara memegang tangan Roan pun tak mungkin.
Roan membiarkanku melihat - lihat semua sudut ruang acara itu,sambil sesekali mengunyah santapan yang menggugah selera aku memperhatikan cara orang - orang itu berbincang.
Mereka seperti ada di dunia yang berbeda denganku,sungguh elegan dan menawan.
Jujur saja aku seperti kentang di antara mereka,tapi mau tidak mau aku harus bertahan sampai pertemuan ini selesai.
Aku menyusuri pinggir kolam renang dengan lampu - lampu lantai yang membuat air nya menyala terang di tengah gelapnya malam.
"Hei cupu!"
Suara yang tak ingin ku dengar itu mendekatiku
"Rani...Apa kabar?"
Meski malas aku berusaha menjaga sikap
"Ya ampun segitunya ngikutin Roan ..."
Ucapnya sambil menggoyang - goyangkan gelas Wine.
"Rani,kamu salah sangka aku emang kerja jadi sekretaris Roan tapi gak ada niat buat ngedeketin Roan seperti yang kamu kira "
Kali ini aku tak menyangkal diri lagi,Rani sudah mengenaliku sejak awal.
"Sadar diri dong... dia itu levelnya jauh di atas kamu!"
Ujar Rani dengan senyum sinis nya
Malas rasanya berbicara dengan orang yang ternyata perangai masih sama setelah sepuluh tahun lebih ini,aku berjalan melaluinya dan aku dapat merasakan Rani sengaja menjenggal langkahku.
Byur!!!!
Aku masuk ke dalam air yang dingin di kolam renang itu,aku mulai gelagapan karena aku sendiri memang tidak bisa berenang.
Kakiku mulai keram dan tak dapat di gerakan,nafasku mulai tipis di dalam air rasanya seperti tercekik.
Nyaris aku menyerah didalam air yang dingin itu,hingga seseorang meraih pinggangku yang membuatku kaget dan setengah membuka mata pelan.
Ah mungkin aku mulai berhalusinasi karena kekurangan oksigen...
Kulit bersih Roan nampak seperti mutiara cemerlang di dalam air itu berada dekat denganku,tangannya memeluk erat pinggangku dan berusaha menarikku ke atas permukaan air.
Halusinasinya terlalu indah bukan?!
__ADS_1
Aku terbatuk saat tekanan di dadaku membuatku mengeluarkan air dari paru - paruku,aku membuka mata pelan.
"Kamu bisa nafas sekarang?"
Roan dengan baju dan rambut basah mengguncang tubuhku beberapa kali,aku bahkan tak sanggup bersuara dan kembali menutup mataku.
****
Aku mengerjapkan mata dan mulai bangkit di tempat tidur yang super empuk itu,dressku masih setengah basah dan rambutku masih berantakan.
Aku melihat ke sekeliling,ini nampak seperti sebuah suites room hotel.
Roan keluar dengan kimono handuk yang membalut tubuhnya dan sibuk mengeringkan rambut hitamnya dengan handuk kecil,dia melirikku
"Mengagetkan saja,aku bahkan harus mengorbankan bibirku agar kamu bisa nafas"
Sejak dia meminta maaf di rumah sakit dia berbicara santai denganku,tapi yang membuatku kaget bukan karena gaya bicaranya itu melainkan ucapannya
"Bibir!?"
Ucapku setengah bergetar
Dia duduk di ujung tempat tidur membuatku menarik selimut dan beringsut mundur.
"fhuuuu... fhuuuu"
Di meniup udara seolah mengingatkan apa yang dia lakukan padaku dengan bibirnya itu,seketika wajahku merah padam sambil menutup mulutku dengan kedua tangan.
Aku refleks berteriak ke arahnya membuatnya berhenti mengeringkan rambutnya dan menyimpan handuk di atas tempat tidur.
"Hey itu keadaan darurat bukan ciuman!"
Protesnya dengan nada kesal
"Tetap saja ,kalau nempel artinya ciuman!!!"
Masih histeris tak percaya dia yang mencuri bibirku
"Kamu ini bukannya makasih udah di tolongin malah marah - marah kaya gitu!"
Mulai dengan nada dinginnya lagi.
Aku beranjak dari tempat tidurku,mengambil tas kecilku yang masih meneteskan air dan keluar dari kamar itu tanpa alas kaki.
Sesampainya di depan hotel yang memang jadi tempat pertemuan itu aku mengeluarkan ponsel yang bahkan tidak kunjung menyala dan terus - terusan meneteskan air.
Aku berbalik menuju resepsionis untuk meminta di pesankan ojek online namun aku malah berpapasan dengan Roan yang segera menarikku masuk ke mobilnya yang baru saja di antar oleh petugas Vallet.
Dia melempar Jas nya ke arahku tanpa berbicara,karena bajuku yang basah udara sedikit dingin terasa meski di dalam mobil membuat aku tak menolak jas milik Roan itu meski sama-sama sedikit lembab.
"Kamu gak kerasa apa? itu baju kamu warnanya muda,kalau basah kaya gitu semuanya kelihatan tau!"
Ujar Roan tak melihatku masih fokus mengemudi
__ADS_1
Aku mengintip tubuh sendiri di balik jas Roan
Astaga !!!! jadi aku keluar dari hotel kaya gini?!
Aku memeluk erat jas Roan ke tubuhku,wajahku terasa merah panas.
Roan terkekeh melihat aku yang menciut di kursi mobil dan melirik sesekali,membuatku sedikit kesal.
"Kamu kaya tikus kecebur tau?!"
Mulutnya itu pedasnya kaya keripik setan level sepuluh
Aku tak menjawabnya hanya memutar badanku sedikit ke arah jendela di sampingku
"Keliatan tuh!"
Dia menyentuh punggungku yang masih terbalut dress lembab itu dengan jemarinya membuatku kaget setengah mati,dan langsung duduk menghadap ke depan menutupi tubuhku lagi.
Sentuhan setipis itu bahkan seperti ada aliran listriknya bagiku,aku melirik wajahnya yang memasang wajah tegang.
Aku ingin protes,ingin sekali!!!!
Bisa gak ?! Gak usah skin ship segala!!! Dia ini sengaja atau apa ,udah tahu dulu aku pernah ada perasaan sama dia,masih aja mancing - mancing!suka banget ya klo aku kejar - kejar !!!
"Rumah kamu di mana? biar aku antar,ini udah malam apalagi kamu basah bajunya "
Awalnya aku ingin menolak,tapi ya sudahlah ... kondisiku tak memungkinkan untuk naik ojek online dengan keadaan kaya gini kan?lagi pula Ayah ibu pasti sudah tidur.
Namun nampaknya perkiraanku salah,Ayah menungguku persis di depan pagar rumah sederhana kami dengan wajah kesalnya.
Roan yang turun dari mobil membuat Ayah semakin kesal terlebih melihat keadaanku yang kacau.
Entah apa yang ada di dalam pikiran Ayah saat ini,yang pasti karena tatapan Ayah itu Roan ikut tegang dan terlihat takut.
Padahal tadi langsung pergi aja,gak usah pakai acara turun dari mobil segala,jadi ribet kan situasinya ?!
Aku memarahi Roan dengan pandangan yang dia tak mengerti.
"Masuk dulu,dingin !"
Ayah memberiku peritah melihatku yang setengah basah dengan jas Roan yang menutupi tubuhku,aku mengikutinya dari belakang meninggalkan Roan.
Namun Ayah berbalik lagi ke arah ku membuat aku kaget.
"Kamu juga masuk dulu!"
Menunjuk Roan dengan wajah tak ramah
Celaka!!!!kena sidang juga Roan sama Ayah !!!Ayah please jangan kira yang aneh - aneh nanti aku malu....
Sudah ingin menangis meraung - raung di depan Ayah rasanya
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1