KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
PAMAN


__ADS_3

Roan


Paman?


Kenapa dia datang di jam ini?


Di lihat dari reaksi Lyra sepertinya Paman tidak menyambutnya,maka aku menyuruh Lyra tetap ada di ruang kerjaku.


Aku hanya takut Paman mengatakan hal yang menyakiti perasaan Lyra.


Aku menatap dingin sosok Pria yang wajahnya hampir tujuh puluh persen mirip dengan almarhum Ayahku,hanya saja dia versi antagonisnya.


Aku duduk di hadapannya tanpa menyapa terlebih dahulu.ya ! hubungan kami memang sangat renggang,terlebih setelah Ayah pergi.


Firman Wijaya


Dia adalah satu - satunya adik Ayah,sebenernya sebelum dia menikah dengan Tante Ingrid dia orang yang baik.


Namun,semua berubah saat dia mengenal tante Ingrid.Aku masih mengingat jelas kehangatannya dahulu meski aku masih kanak-kanak saat itu.


Tante Ingrid adalah orang yang ambisius,Ayah tidak menyukainya namun Paman sangat mencintainya.


"Kenapa harus perempuan itu?"


Langsung menginterograsiku


"Kenapa Paman menanyakan hal yang tak perlu saya jawab ?"


Aku menyerangnya dengan balik bertanya.


"Roan,kamu masih punya paman setidaknya kamu harus memberi tahu saya."


Aku tersenyum sinis mendengar hal itu


"Saya lelaki,saya bisa menikah tanpa wali."


Tuturku tajam


"Roan!"


Kami saling menatap tak suka.


"Sudahlah"


Tiba - tiba tatapannya melembut,tak seperti biasanya.


"Kamu sama dia menikah secara agama saja kan ?"


tebaknya

__ADS_1


"Tidak,Saya menikahi Lyra secara negara juga.pernikahan kami sudah tercatat di catatan sipil."


Entah apa rencana Paman kali ini,dia menggelengkan kepala frustasi mendengar hal itu.


"Roan,ceraikan dia.Dia gak pantes buat kamu!"


Titahnya membuatku mengepalkan tanganku,berusaha meredam kemarahanku sendiri.


"Paman sudah tahu latar belakang dia,dia bukan siapa - siapa!Paman sudah akan menjodohkan kamu dengan anak teman tantemu!Dia cantik,pintar dan..."


sebelum darahku mendidih aku memotong ucapan paman


"Cukup Paman! Bagi Saya,Lyra adalah perempuan tercantik,terpintar dan yang paling pantas untuk saya!"


Tegasku dengan tatapan tajam.


"Ok... Ok!!! lanjutkan... tapi Paman tidak akan merestui,tante juga !"


berlagak menjadi orang tuaku saat ini


"Paman,apa Paman lupa?"


tanyaku dengan tatapan dingin.


"Paman bukan siapa - siapa bagi saya!Sejak tante dan paman menelantarkan saya sepeninggal Ayah!"


Ujarku menahan kegetiran di hatiku


Sampai saat ini,mereka tidak pernah muncul ke hadapanku kecuali mereka butuh uang.


Pasangan tua yang masih gila dengan judi ini akan menghalalkan segala cara mendapatkan hartaku atau harta Ayah.


"Bagaimanapun juga,saya tetap Paman kamu Roan!"


Mulai beranjak dari duduknya


"Jangan pernah berharap saya akan termakan dengan bujukan kalian!"


Ujarku tanpa menatap Paman.


"Dia cuma wanita miskin yang mau harta kamu!"


Ujarnya sambil meninggalkanku


"Bukan... yang mau hartaku cuma Paman dan Tante,bukan Lyra!"


Ujarku lantang sesaat sebelum dia menutup pintu rumah dengan kasar.


Aku menghela nafas dan memejamkan mata sesaat.

__ADS_1


Aku menengok ke arah belakang,dan ternyata Lyra berada di balik dinding menatapku dengan tatapan sedihnya.


Aku menggelengkan kepala,Lyra memang sulit aku menuruti perkataanku.


Hatinya pasti terluka dengan kata - kata Paman.


Aku mendekatinya perlahan,dia hanya menunduk.


Sinar kepercayaan dirinya pupus,bahkan tak berani menatapku.


Aku mengangkat dagunya perlahan,memaksanya menatapku.


Aku sedikit terkejut melihat matanya yang sembab dan sedikit basah.


"Kamu nangis?"


Lyra menggelengkan kepala pelan,aku tahu dia bohong


Aku merengkuhnya...


"Yang harus kamu dengar hanya ucapanku"


Ujarku mengusap punggungnya


"Tapi ..."


Lyra tak berkata - kata lagi hanya isakannya yang semakin keras.


Sumpah demi apapun,aku tak melihat hal yang orang lain katakan mengenai Lyra.


Lyra yang tak cantik,Lyra yang tidak pintar ,Lyra yang miskin.


Bagiku wanita di dalam dekapanku ini adalah wanita yang selalu spesial,kehadirannya adalah semangat bagiku.


Seandainya Ayah masih ada,beliau pasti sependapat denganku mengenai Lyra.


Aku tak butuh wanita paling cantik di dunia ini,aku hanya butuh Lyra.


Wanita yang mengorbankan segalanya hanya agar aku nyaman sedari dulu.


Wanita yang aku cabik habis harga dirinya dulu.


"Maafkan aku Lyra ..."


Tuturku lirih


"Percayalah padaku,kamulah satu - satu nya wanita spesial di hatiku.Jangan pernah berniat pergi apapun keadaannya"


Saat ini,aku lah yang sedang ketakutan.

__ADS_1


Aku takut Lyra pergi,aku menjaganya agar hati dan raganya tak terluka oleh orang lain.


Agar dia terus nyaman di sisiku,tapi malam ini Paman mencabik lagi harga diri Lyra.


__ADS_2