
Roan memegang erat tanganku,dia beberapa kali menatapku cemas mungkin karena tanganku yang dingin menahan rasa gugup.
Berkali ku hembuskan nafas agar bisa lebih tenang saat akan memasuk Cafe milik Sendy itu,Roan membukakan pintu mempersilahkan aku masuk terlebih dahulu.
Pemandangan yang tak ku harapkan terjadi...
Sendy dan Mawar saling menatap dengan pandangan yang berbeda arti,Sendy dengan tatapan tak suka sementara Mawar dengan tatapan Rindu yang sudah memuncak di hatinya.
Aku dan Roan terdiam melihat ketegangan itu,mengamati dari jauh tak berani melangkah lebih dekat ke arah mereka.
Mawar dengan balutan baju formalnya berwarna hitam nampak sangat menawan,rambutnya yang dulu panjang sekarang hanya sepanjang bahunya.
Aku menghela nafas,ada perasaan Insecure yang bergejolak melihat Mawar menjadi wanita dewasa yang menawan.
"Kita bertemu lagi,tukang bully"
Sapa Sendy sinis,Mawar menunduk sesaat.
"Kamu masih marah?"
Tanya Mawar dengan tatapan sedih
"Bagaimana aku bisa memaafkan orang yang sudah menghancurkan Lyra?"
Mereka tak menyadari kehadiranku dan Roan,aku hendak pergi namun Roan menarik lenganku agar aku tetap di sana.
"Aku datang ke sini untuk meminta maaf pada Lyra"
Tutur Mawar sendu
"Lalu? kenapa kamu bukan datang langsung padanya?"
Masih dengan nada sinisnya.
Roan menarikku mendekat ke arah mereka,aku secara refleks menghindar dari tatapan Sendy dan mawar di balik punggung Roan.
"Aku yang meminta Mawar ke sini"
__ADS_1
Roan masih sama sinisnya pada Sendy.
Mawar celingukan mencari sosokku yang tertutup punggung Roan.
"Boleh duduk bersama sebentar?"
Ujar Roan seakan menengahi situasi itu
"Aku sibuk"
Jawab Sendy hendak pergi
"Sen ..."
Aku memanggil namanya,dia berhenti sekilas menatapku.
Sendy menghela nafas panjang
"OK"
Roan bahkan mendengus kesal melihat betapa penurutnya Sendy padaku hanya dengan tatapan mataku.
Ada rasa canggung mengudara membuatku beberapa kali meneguk machiattoku,Roan menahan gelas dalam genggamanku
"Jangan terlalu banyak minum kopi"
Larangnya sambil menyimpan kembali gelasku ke meja,Sendy menatap kejadian itu dengan mata sedih.
"Aku ikut bahagia,kalian sudah bersama sekarang"
Mawar mengawali pembicaraan kami
"Melihat kalian saat ini menyadarkan ku,bahwa sejauh apapun cinta pergi akan kembali ke tempatnya"
Mawar menatap gelas latte yang dia pegang erat - erat
"Aku menyesal sudah menjadi pemisah Kamu dengan Roan,aku terlalu naif dan licik hingga aku menggunakan cara jahat itu ke kamu"
__ADS_1
Matanya sudah berkaca - kaca menatapku,membuat getaran aneh di dadaku.
Sendy bahkan ikut memperhatikan raut wajah Mawar yang ada disampingnya.
"Lyr... kamu tahu kan alasan aku melakukan hal jahat itu?"
Tanyanya membuatku mengangguk,aku tak mau Mawar menjatuhkan harga dirinya di hadapan orang yang mungkin masih dia sukai sampai sekarang.
"Kemarahan Sendy,kepergian kamu yang entah kemana... menyadarkan ku ... betapa jahat perasaan itu bila aku terlalu terobsesi"
Suaranya sudah serak menahan perasaan menyesalnya,hatiku melunak merasakan betapa rasa cemburu Mawar mencekiknya waktu itu.
Aku meraih tangan Mawar lembut menatapnya dalam - dalam dengan air mata yang hampir menetes.
"Aku juga sama naifnya waktu itu,Kak... Kita semua di masa yang sama - sama naif dan impulsif saat itu..."
Mawar meneteskan air matanya,tak dapat berkata - kata .
"Aku juga minta maaf,Kak... Aku tidak merasakan perasaan yang mencekikmu saat itu"
Mawar menganggukan kepalanya sambil menangis memegang erat tanganku,menatap wajahku dan Roan bergantian.
"Aku bahagia,aku sangat bahagia kalian bisa bersama.Melihat kalian bersama membuatku bisa mengampuni diriku sendiri"
Aku dan Roan tersenyum...
Perkataan Mawar ada benarnya ...
Sejauh apapun cinta yang terpisah akan kembali ke tempatnya,tidak akan tertukar atau termilik oleh orang lain.
Hanya waktu yang bisa menjawab semuanya,menjawab tentang kisah aku dan Roan ,juga ...
Kisah Mawar dan Sendy...
Aku menatap Sendy,dia nampak menghela nafas berkali - kali.Aku tahu Sendy bukan orang yang pendendam,dia orang yang mudah memaafkan.
Sendy juga lelaki yang menghargai perasaan seorang wanita sekalipun dia tidak menyukainya.
__ADS_1
Dari cerita Sendy,semarah apapun dia pada Mawar dia tidak mengungkit perasaan Mawar padanya saat itu.
****