KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
ORANG ORANG BARU


__ADS_3

"Nanti aku kenalkan sekretaris baru aku ke kamu"


Ujar Roan di sela - sela dia mengunyah nasi goreng buatannya sendiri.


Ya,aku tidak memasakan sarapan untuknya bahkan untuk turun dari tempat tidur pun Roan menggendongku sampai ke meja makan.


"Gak perlu"


Ucapku setelah meminum air dari gelas


"Nanti kalau aku sibuk dia yang akan ngecek semuanya termasuk tentang kamu,jadi kalau kamu diam - diam nemuin Sendy aku bisa tahu!"


Ucapnya setengah mengancam


"Apaan sih ?"


Baru aku mendebatnya,bel pintu berbunyi membuat Roan segera beranjak membuka pintu.


Seorang wanita paruh baya dan lelaki dengan badan tegap mirip bodyguard mendekat ke meja makan membuat aku mengernyitkan dahi.


"Kenalin,ini Bi ita dan ini Pak Yanto... mereka bakal datang ketika aku berangkat kerja dan pulang ketika aku nyampe rumah"


Tunggu,OK Bi ita mungkin asisten rumah tangga lalu Pak Yanto???


Dari bajunya sepertinya seragam supir,tapi dari postur tubuhnya lebih cocok sebagai bodyguard.


"Bi ita nanti bakal beresin rumah dan bantu kamu masak,tapi untuk hari ini kamu gak usah masak ya ! sampai kaki kamu sembuh.Kalau Pak Yanto dia driver,kalau kamu mau pergi nanti dia yang bawain mobil dan jagain kamu"


Roan membaca seluruh pertanyaan di otakku


"Tapi mobil kita kan cuma satu..."


Tanyaku lagi


"Ada di rumah satu lagi,nanti Pak Yanto bawa ke sini"


Hah? memangnya dia punya berapa rumah dan mobil sih?? padahal hidupnya cuma sendirian.


Aku tak mau mendebat Roan di depan orang baru,dan memilih melempar senyuman pada mereka.


"OK Kalian boleh bekerja sekarang,saya bawa si cantik ini ke atas dulu"


Wajahku merah padam karena sebutan dan Roan yang menggendongku tanpa canggung di depan ke dua orang itu yang menatap segan sekaligus kaget.


Aku memukul dada bidan Roan sesaat dia meletakan tubuhku di atas tempat tidur


"Apaan sih ?! malu tahu!!!"

__ADS_1


Protesku kesal


"Biarin,biar mereka terbiasa ... biar mereka tahu siapa ratu di rumah ini"


ucapnya membelai kepalaku lalu mengecupnya


"Kalau aku video call di angkat ya!"


titahnya sebari meninggalkanku


****


Benar ucapan Roan,Bi ita memperlakukanku seperti ratu di rumah ini sampai - sampai makan siangpun di antarkan ke dalam kamar.


Usia Bi ita yang tak lagi muda melayaniku seperti itu,membuat aku merasa tidak enak hati.


Namun Bi Ita bersikeras agar aku tetap di tempat tidur,dan mengatakan akan mendapat masalah kalau aku tidak menurut.


Jam makan siang yang membosankan sedikit terobati karena video call dari Roan,kami sama - sama makan siang saling bertatapan


"Nanti sekretaris yang baru datang ke rumah memperkenalkan diri.Sebenarnya gak baru sih,dia sekretaris sebelumnya kamu kerja disini.Waktu itu dia berhenti karena mau mengurus ibunya yang sakit"


Tutur Roan di seberang telepon


"Hmmm.. sekarang ibunya udah sembuh ?"


"Sudah tidak akan pernah merasakan sakit "


Aku berhenti mengunyah mendengar jawaban Roan dan meletakan sendok di atas meja lipat itu.


"Ibunya sudah meninggal,sebulan yang lalu"


Roan menjawab pertanyaan yang tak ku sampaikan padanya


Terasa sesak mendengar hal itu


Mengingatkanku pada sosok ibu yang juga sudah tiada disini


"Lyra ..."


Panggil Roan membuat lamunanku buyar


"Maaf ,kamu jadi inget ibu ya ?"


Sadar akan perubahan ekspresiku


"Ya ... aku jadi inget ibu"

__ADS_1


tuturku jujur


"Raka orangnya kuat,dia gak menunjukan kesedihannya sama siapapun"


Roan menerawang


Siapa yang tak sedih kalau di tinggal oleh ibu sendiri,semua orang pasti merasa kehilangan.


Bagiku orang yang tak bisa menunjukan kesedihannya adalah orang yang sebenarnya paling kesepian dan sedih.


Sama seperti Ayah....


"Dia udah di jalan kok ke rumah"


Mengubah nadanya menjadi santai kembali


"Padahal gak usah suruh perkenalkan diri segala ke sini "


Protesku


"Dia harus tahu siapa yang harus dia lindungi dan layani selain aku"


Tutur Roan


Ya... ya ... ya ...


Baiklah Tuan muda sesuai keinginanmu saja,setelah asisten rumah tangga ,driver yang berpostur body guard sekarang sekretaris yang senasib denganku.


Aku justru baru tahu seposesif ini Roan ketika sudah bersamanya,dulu aku mengira Roan orang yang dingin meskipun bersama orang yang dia suka .


"Iya ... "


Aku menyudahi,tak ingin berdebat panjang lebar dengan Roan.


"Habiskan makanan kamu,aku mau balik kerja ya "


Pamitnya


"Iya ..."


Jawabku singkat mengakhiri video call itu.


Aku menatap makananku yang tersisa separuhnya,mendengar cerita bahwa sekretaris Roan adalah orang yang baru saja di tinggal ibunya membuat aku merindukan ibu.


Andai beliau masih ada,mungkin beliau lah yang akan dengan cerewet menceramahi aku untuk bersikap menjadi istri yang baik


ibu ... aku merindukanmu

__ADS_1


Terkadang,saat bersama seseorang kita tidak menghargai keberadaan mereka,kesal dengan pembicaraannya namun saat mereka sudah tiada justru kita malah merindukan semuanya.


__ADS_2