
Aku meringis merasa nyeri di punggungku,entah karena kegiatan body rafting atau kegiatanku bersama Roan.
Roan bahkan sudah selesai mandi saat aku terbangun di tempat tidur,sambil mengeringkan rambutnya Roan nampak tersenyum penuh kemenangan.
"Sesenang itu?"
Aku mendengus kesal melihat ekspresinya,dia berhenti mengeringkan rambut dengan handuk di tangannya dan melirikku
"Kamu gak senang?"
Tanyanya sambil mendekatiku,aku menutupi tubuhku dengan selimut.
"Entahlah ... aku harus senang atau merasa apa sekarang ini"
Jawabku jujur membuat Roan mengerutkan keningnya
Jujur saja ada rasa bahagia bisa memberikan diriku pada Roan,cinta pertamaku.Tapi juga ada perasaan kalah darinya,meskipun aku sudah menyembunyikan perasaanku nyatanya tubuhku secara refleks tak dapat menolaknya lagi.
Aku menyembunyikan wajahku dari tatapan Roan dengan membenamkan wajah di lenganku.
"Kenapa?apa ada yang mengganjal hati?"
Tanya Roan
"Jangan lihat aku kaya gitu!"
ucapku setengah berteriak masih menyembunyikan wajahku
"Kenapa?"
Roan bertanya lagi sambil mengusap lembut kepalaku,aku menepisnya
"Jangan terus - terusan pegang aku seenaknya"
Larangku lagi menyembunyikan wajahku yang memerah
"Kenapa?apa aku gak boleh nyentuh dan lihat istri aku sendiri?"
Roan mulai tak sabar dan menarik kedua lenganku hingga aku tak bisa menyembunyikan wajahku lagi.
Roan tersenyum melihat wajahku,dia menyadari aku sudah setengah mati menyembunyikan perasaanku padanya.
"Kamu malu?"
Mencari tatapanku
"Keluar sana aku mau mandi!"
usirku padanya yang masih menggenggam erat kedua tanganku
Roan lalu menyentuhkan tanganku di dadanya yang masih terbalut kimono handuk putih itu,membuatku membulatkan mata dan berusaha melepaskan tanganku namun tangan Roan memegangnya erat dan menatapku.
"Ini"
Memindahkan tanganku ke kepalanya,ke pipinya lalu berakhir di bibir merahnya.
"Semuanya...milik kamu."
Aku menarik tanganku dari bibirnya dan menatapnya kesal.
"Kamu itu suka banget ngegoda aku ya?!"
Ujarku menutupi kegugupanku.
"Ngegoda istri sendiri gak apa - apa kali ..."
Terkekeh geli melihatku
"Sana pergi aku mau mandi!"
Usirku lagi
Dia bangkit dan membuka kimononya di hadapanku dan memakai bajunya membuatku menutup mataku dengan tanganku
__ADS_1
"Kenapa tutup mata?kan udah lihat semuanya!"
Tersenyum ke arahku yang mengintipnya di sela jariku
"Aku mau mandi!"
Aku menatapnya kesal setelah dia beres memakai bajunya.
"Apa perlu aku mandiin kamu?"
Ucapnya mendekatiku
"Enggak!!!!"
teriakku kesal
"Kenapa? aku sudah melihat semuanya tadi,badan kamu bener - bener perfect...kenapa masih malu?"
Rasanya aku ingin meremas mulutnya yang masih saja menggodaku.
"Roan!!!! pergi sana aku mau mandi!!!"
Tubuhku hanya terbalut selimut,kalau aku berjalan ke kamar mandi aku tak mungkin menggulung tubuhku dengan selimut ini kan???
"Sayang ... panggil aku sayang!"
Ucapnya membelai pundakku yang terbuka
"Enggak mau"
Tolakku sambil menutup pundakku dengan selimut
"Harus mau!aku gak mau di panggil Roan atau Pak Roan..."
Ucapnya menatapku tajam
"Kalau di kantor aku tetap panggil Pak Roan,orang lain belum tahu kita udah nikah !"
Aku melonggarkan sedikit aturan tak ingin berdebat
Roan menutup matanya dan menyodorkan telinganya yang nampak merah.
Rupanya yang malu bukan hanya aku,tapi diapun sama hanya wajahnya saja yang terlihat santai tapi telinganya sudah panas menahan rasanya sendiri.
Aku mendekat ke telinganya,ingin menyerang balik godaannya.
"Sayang...keluar dulu ya... aku mau mandi"
Bisikku mesra di telinga membuat wajahnya ikut memerah
"Di tolak!"
Ucapnya dan dalam sekejap menyibak selimutku dan menggendong tubuhku lalu menurunkanku di depan pintu kamar mandi,aku kaget dengan perlakuan itu dan terkesima
"Kalau kamu berbisik seperti itu lagi jangan salahkan aku kalau aku kalau aku menyerangmu lagi "
Roan berbisik di telingaku membuatku segera masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu rapat-rapat.
Jantungku hampir meledak mendapat perlakuan itu,ternyata tak mudah membiasakan diri dengan godaannya.
****
Aku keluar dari kamar dan melihatnya yang sedang duduk santai di halaman,lalu mendekatinya
"Roan..."
Panggilku membuatnya menatapku tajam
"Kamu mau aku gigit bibirnya ya ?!"
Memperlihatkan giginya di hadapanku membuatku beringsut mundur
"Maksud aku ... sayang"
__ADS_1
Ucapku pelan
"Masalah Sendy...aku gak sengaja ketemu dia pas di sungai tadi"
Ucapku sambil menunduk,Roan tak menjawab
"Aku masih mau bersahabat sama Sendy,dia satu - satunya sahabatku dari dulu.Aku harap kamu bisa lebih baik ke dia"
Pintaku
"Mana bisa?mana bisa aku bersikap baik sama lelaki yang suka sama istri aku"
Ujar Roan kesal
"Ya aku tahu,tapi nanti juga Sendy bakal ngelupain perasaannya.Cepat atau lambat..."
Ucapku sendu tak ingin persahabatanku berakhir.
"Aku cuma takut kamu malah lebih nyaman sama dia di banding aku"
Roan menjawab dengan nada sendu
"Kalau aku berniat sama dia,dari dulu aku udah pacaran sama dia"
Ucapku terkekeh,perasaanku pada Sendy benar - benar hanya sahabat tidak lebih.
"Tapi .."
Roan hendak protes tapi berhenti saat melihat ekspresiku yang serius
"Gak lebih dari teman... "
Tegasku pada Roan
"Walaupun aku nikah karena permintaan terakhir ibu,aku tetap istri kamu sekarang.Dimata Agama dan hukum"
Menegaskan kembali posisiku saat ini di depan Roan,Roan merengkuh tubuhku dan menatapku.
"Tapi itu gak cukup buat aku,aku ingin jadi suami yang kamu cintai.Aku gak mau dengar kamu ngomong kaya gitu lagi!"
Protesnya kesal
"Kamu serakah!"
Ujarku menatap matanya tajam
"Setelah kamu nolak aku bahkan sebelum aku menyatakan perasaan waktu itu,sekarang kamu ingin jadi suami yang aku cintai?"
Kesalku padanya
"Ya aku serakah!aku serakah ingin memiliki kamu!pikiran kamu,hati kamu dan tubuh kamu seutuhnya!"
Ujarnya menatap mataku dalam membuat wajahku memerah,dia mencium bibirku dengan lembut tangannya merengkuh erat tubuhku.
Ada perasaan menyesal dan ingin memiliki yang kuat di dalam ciumannya.
Dia melepaskan ciumannya dan menempelkan dahinya di dahiku masih memejamkan matanya dengan nafas yang memburu.
"Maafkan aku,tapi aku tak mau menahan perasaanku lagi...aku pun ingin kamu tidak menahan perasaan kamu lagi ke aku"
Ucapnya lembut
Dia meraih kedua pipiku dengan tangannya,dan tersenyum cemerlang membuat mataku berbinar.
"Jadi ekspresikan cintamu yang kamu pendam sedari dulu pada suamimu yang tampan ini"
Ujarnya penuh percaya diri
Aku hanya terdiam,perasaanku sudah berkecamuk tak karuan.
*Apa aku sudahi saja permainan balas dendam ini ya ?Aku bisa sakit jantung lama-lama kalau dia terus menggodaku seperti ini!
Bahkan sudah melihat dirinya sepenuhnya membuatku makin jatuh cinta padanya!!!
__ADS_1
Lemah sekali hatiku ini ðŸ˜*