
Aku mencak - mencak masuk ke dalam Cafe dengan perasaan kesal yang sedari pagi aku tahan hingga aku tak bernafsu menyantap makan siangku.
"Bisa gak itu mulut gak lemes kaya perempuan !!!!"
Aku meneriaki punggung Sendy yang masih berdiri merapihkan susunan cangkir di meja.
Sendy tak langsung berbalik dia memegangi telinganya dan berguman tak jelas lalu melirikku kesal
"Apaan sih datang - datang ngamuk !"
Tak kalah sengitnya.
"Tahu gak ??? gara - gara mulut kamu aku hampir..."
Aku tak meneruskan ucapanku
"Hampir ketahuan sama Roan ?"
Sendy berbalik dan menyilangkan tangan di dadanya
"Aku bilang jaga mulut kamu !!!"
Aku menutup mulutnya dengan kedua tangan sambil melihat ke sekitar.
Aku melepaskannya saat melihat wajahnya Sendy yang entah mengapa bersemu merah.
"Tahu dari mana?"
Ucapku mengalihkan pandanganku ke sembarang arah.
"Nama Roan itu jarang,ketambah sikap kamu makin yakin dia si Roan yang sok kecakepan itu?!"
Ucap Sendy kesal
"Ya tapi... "
Aku menghela nafas pasrah
"Kenapa gak cerita kalau kamu kerja sama dia??? dia kayanya pura - pura gak inget kamu juga "
Ucap Sendy tajam
__ADS_1
"Aku gak ada niat nge stalking dia ya ... gilanya aku gak sampai situ ! aku cuma gak sengaja aja ketemu dia lagi,dan aku emang butuh kerjaan itu buat pengobatan ibu ,aku kan udah cerita keadaan ibu sekarang kemaren "
jujurku sambil menundukan kepala
"Tau kok... kamu gak mungkin segila itu,kalau kamu segila itu ,seterobsesi itu ... kamu gak mungkin kabur waktu dulu"
Sendy muram,wajahnya tersimpan sejuta perasaan sedih dari masa lalu itu.
"Aku nerima kerjaan ini karena dia juga gak ngenalin aku,makanya tadi pas kamu bilang kamu temen aku sejak sekolah ke dia aku takut dia ingat ... kalau dia nanyain aku lewat Yohan ke kamu artinya dia juga tahu kamu kan?"
Masih menundukan kepala tak ingin Sendy melihat perasaanku yang sedih.
"Aku gak berharap apa - apa sejak kejadian itu,aku tahu posisi aku.Terlebih sekarang aku cuma pegawai dan dia bossnya.Aku cuma mau menebus dosa - dosa aku ke ibu dan Ayah yang selama ini khawatir sama keadaan aku... gak ada yang lain"
Ucapku sambil menahan air mata yang sudah ada di pelupuk.
"Kamu gak salah dari awal,kenapa harus kabur? kalau kamu sembunyi atau kabur lagi,dia bakal mikir kamu bener - bener perempuan gila yang lagi stalking dia!Kamu gak boleh sembunyi lagi!apalagi kabur!!!"
Sendy meraih lenganku dan menatap wajahku yang masih tertunduk
"Tapi aku gak mau kehilangan pekerjaan karena hal ini"
Ujarku getir
mengguncang pelan tubuhku
"Aku juga gak mau di pandang cewe gila lagi,demi apapun ini kebetulan Sen...."
Air mataku tumpah perasaan sakit menyerang hatiku lagi setelah sekian lama ku simpan rapat-rapat.
Sendy merengkuhku sambil menghela nafas seakan merasakan perasaan sesak ini,aku yang sudah lama tak menangis malah tersedu - sedu di pelukan Sendy tanpa peduli banyak mata yang memandangi kami.
Sendy mengusap - usap punggungku pelan membiarkan aku menangis lebih kencang.
"Harusnya kamu begini sejak dulu,jadi aku bisa ngelindungin kamu Lyr"
Lagi-lagi ucapan Sendy membuat tangisku tak terbendung.
Seharusnya aku percaya,Sendy adalah teman yang bisa ku andalkan sejak dulu atau pun saat ini.
Setidaknya hanya di hadapan Sendy aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa harus menutupi apapun.
__ADS_1
Menutupi siapa aku,siapa ibu dan ayahku...
Sendy tak pernah peduli semua itu.
"Jadi ? kamu bakal bilang kalau kamu Lyra yang dulu dia rendahin?"
Tanya Sendy memastikan
"Aku gak seberani itu !!! nanti aja kalau dia nanya!"
Aku memukul keras dada Sendy hingga ia melepas pelukannya
"Apa bedanya sekarang sama nanti? kan nanti juga dia tahu!"
Protes Sendy tak menerima keinginanku
"Biar dia yang nanya duluan,aku bakal pura - pura lupa,aku bakal tunjukin dia itu gak penting sama sekali!"
Ucapku menyeka air mataku dengan sapu tangan dari saku blazerku.
"Nah gitu dong,jangan kalah kali ini ok? Dia gak semenarik itu kan kalau dari dekat???"
Sendy meraih lenganku dengan mata berbinar menatapku
****
Setelah menenangkan diri dan berbincang banyak hal dengan Sendy,aku pun pulang dengan hati yang lega.
Setidaknya aku tahu jawaban yang tepat untuk menjawabnya seandainya dia bertanya.
Sendi benar,aku tak melakukan kesalahan apapun aku hanya menyukainya dari jauh tanpa melakukan apapun.
Perasaanku dulu atau sekarang adalah milikku seutuhnya dan tak ada seorangpun yang bisa mengontrolnya,termasuk Roan.
Roan harus tahu bagaimana aku sekarang,aku yang tak lagi menyukainya sebesar dulu,aku yang kabur karena sesuatu yang tidak aku perbuat.
Melihatnya dari dekat mungkin akan menyadarkanku beberapa hal termasuk dia tidak semenarik hati itu bagiku.
Bintang hanya terlihat indah bila di lihat dari jauh dan hanya sebuah batu asteroid bila di dekati.
Walau aku tak sesukses dirinya atau Sendy,aku belum terlambat...
__ADS_1
Aku masih bisa memperbaiki masalaluku,termasuk kesalah pahaman antara aku dan Roan
Semoga ada waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya ...