KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
Liburan


__ADS_3

Sejak malam itu,aku merasa canggung saat bertemu Roan di dalam rumah itu.


Pertahanan yang selama ini aku bangun di dalam hati runtuh seketika bila sudah bertatapan dengan Roan.


Aku memilih duduk di kamar sepanjang hari sambil memainkan ponselku,Sendy sejak kemarin bahkan tak membalas pesanku.


Mungkin hanya waktu yang akan menyembuhkan kekecewaan Sendy padaku saat ini.


Ketukan pintu kamar membuatku beranjak berdiri sangking kagetnya dengan ragu membuka sedikit pintu kamar dan melihat di antara celah itu.


"Kenapa?"


Tanyaku pada Roan


Roan mengusap leher belakangnya sambil menyodorkan sesuatu,aku meliriknya sebentar.


"Apa itu?"


Tanyaku tak mengerti


"Ini hadiah dari Rizki,sahabatku... kamu ingatkan?dia teman sebangkuku,dia mengirimnya dari jepang sebagai hadiah pernikahan kita"


Ucapnya tanpa menatapku


"Kamu bilang ke dia kita udah nikah?!"


Ucapku tak senang


"Dia sahabat aku dari dulu,aku gak mungkin gak ngasih tau dia"


Masih menyodorkan tiket honeymoon itu padaku


"Jadi?"


Tuturku tajam padanya masih di balik pintu kamar


"Kita cuti selama seminggu,kita bakal bosan kalau di rumah terus.Bagaimana kalau kita gunakan saja ini?"


Ucapnya serius


"Kemana?"


Sejujurnya aku sudah jenuh dengan situasi antara aku dan Roan di dalam rumah


"Tempatnya gak jauh,tapi kalau aku lihat dari reviewnya tempatnya bagus."


Ucapnya lagi


"Dimana???"


Mulai penasaran dengan jawaban - jawabannya yang netral.


"Situgunung,sukabumi"


Aku terbelalak mendengar nama tempat itu dan membuka pintu lebar di hadapan Roan


Glamour camping yang selalu jadi dambaanku,di banding pantai yang panas aku lebih suka pegunungan yang sejuk.


"Mau?"


Tanya Roan lagi


"Rizki juga sudah menyediakan sebuah villa punya tantenya"


Roan menunjukan sebuah gambar villa asri membuatku ingin segera kesana



Aku menatap gambar itu dengan mata berbinar,situ gunung menjanjikan segudang aktifitas yang akan membuat moodku membaik.


Mulai dari body rafting,arum jeram,flying fox sampai berfoto di jembatan gantung yang terkenal itu.


"Ok... kita kesana"


Menyetujui meski masih gengsi dengan ajakan Roan


"Ayo siap-siap numpung masih pagi"


Roan tersenyum senang


"Bukan honeymoon ya!"


Ancamku tajam pada Roan


"Kita liburan"

__ADS_1


Dia kembali tersenyum dan segera berlalu dari hadapanku.


****


Perjalanan yang cukup memakan waktu dari ibu kota itu membuatku mengantuk,bukan karena jaraknya yang jauh tapi karena macet.


Begitulah kalau melalui jalur puncak,selalu macet!!!


Aku terbangun saat mobil mulai terguncang guncang karena batu - batu besar yang menjadi jalan untuk mobil pajero sport milik Roan.


Suasana yang mendung dan jalanan yang licin menandakan tempat ini sudah di guyur hujan,aku melirik Roan yang berkonsentrasi mengemudi.


"Ini masih jauh gak?"


Tanyaku pada Roan


"Udah bangun?ya rada lumayan jauh kalau jalan kaki dari sini"


Tuturnya masih menatap lurus ke jalan


"Masih bisa naik gak pake mobil ini?"


Tanyaku mulai gelisah


Barang bawaan perempuan memang berbeda kalau bepergian,aku tak bisa membayangkan membawa ransel besarku berjalan menyusuri jalan licin menanjak ini.


"Bisa kok...Kan aku yang nyetir!"


Ujar Roan tersenyum tipis tanpa memandangku,mungkin saja sedang tegang karena mengemudi di medan seperti ini.


Dan sampailah kami di halaman villa itu,aku bisa menghela nafas lega meski kepalaku sekarang sedikit pusing karena guncangan di mobil.


Roan dengan sigap menurunkan barang - barang kami,dan dia segera meraih ransel besarku saat aku berusaha membawanya ke halaman villa.


Like a gentleman...


"Wah jadi ini pengantin baru yang Rizki ceritain"


Sambut wanita paruh baya dengan wajah ramahnya.


"Ya tante,saya Roan dan ini istri saya Lyra"


Roan memperkenalkan diri kami pada Tante Rizki,aku hanya tersenyum simpul mendengar Roan memperkenalkanku sebagai istrinya


"Kalian emang serasi banget ya !ayo masuk!kalian pasti kedinginan"


Udara sejuk pegunungan memang selalu terasa dingin untuk orang yang terbiasa tinggal di ibu kota.


"Kalian kalau butuh apa-apa ada Damar yang menjaga di depan villa,dia bakal nyiapin semua kebutuhan kalian dan menunjukan tempat bermain selama disini "


Ujarnya masih ramah


"Terimakasih tante,kayanya kita mau istirahat sebentar "


Ujar Roan lagi.


"Ok,nikmati honeymoonnya ya "


Ucap tante Rizki mengedipkan mataku padaku penuh arti,lalu meninggalkan kami.


"Haduh,aku hampir muntah tadi di mobil"


Ucapku terduduk di lantai kayu


"Jalannya emang kaya gitu kalau kesini,sepertinya gak pernah di rubah biar kerasa naturalnya "


Ucap Roan mengangkat Ransel - ransel itu dan meletakannya dikamar belakangku.


"Eh! kamarnya satu ??? "


Ucapku sambil mengedarkan pandangan


"Iya ,kan temanya Honeymoon"


Seringai Roan padaku membuatku refleks menyilangkan kedua lenganku di dada


"Aku kan udah bilang gakan maksa kamu"


Ucap Roan lagi terengah setelah memindahkan Ransel besar milikku ke kamar


"Terus aku tidur dimana?"


Tanyaku masih dengan wajah waspada


"Dikamar ... Aku yang disini"

__ADS_1


Ucap Roan menginjak lantai kayu


"Bisa minta kasur tambahan gak?"


mana tega aku melihatnya meringkuk di lantai kayu ini apalagi dengan suhu dingin disini.


"Kalau minta tambahan kasur apa gak jadi pertanyaan?biarin lah ..."


Ucap Roan terduduk di sebelahku.


"Tapi..."


Masih membayangkan Roan meringkuk di lantai ini


"Ya udah kita tidur di kamar berdua"


Ucapnya sambil tersenyum padaku


"Engga!"


Tolakku tegas


Itu bahkan lebih berbahaya dari pada tidur berdampingan di rumah,udara dingin dan suasana hangat di dalam villa memang menciptakan aura romantis.


"Tempatnya suka gak?"


Tanya Roan sambil menyusuri tiap sudut villa dengan matanya


"Suka... aku udah lama pengen ke sini"


Ucapku jujur.


"Ngomong-ngomong kita cuti alasannya apa ke kantor?"


Tanyaku penasaran,seminggu bukan waktu cuti yang singkat


"Aku bilang sama HRD kita ada survey di luar kota,saya butuh kamu buat ikut menyurvei"


Ucapnya santai


"Ya kalau CEO mah pasti di Acc walau alasannya liburan,siapa juga yang berani larang?!"


Ucapku sinis


"Terus kamu mau aku bilang apa sama HRD ?kita mau honey moon?!"


Ledeknya padaku


"Apaan sih?!"


Runtukku kesal


"Ya kalau kita udah resepsi,mungkin bisa jadi alasan yang bagus buat honeymoon "


Terkekeh geli membuatku cemberut mendengarnya


"Emang kamu gak malu kalau orang kantor tahu kamu nikah sama sekretaris baru kaya aku?"


tanyaku dengan nada kesal


"Malu kenapa?aku malah pengen cepet - cepet semua orang tau"


Masih dengan nada santainya


"Kenapa?!"


tanyaku lagi


"Biar semua orang tau,kamu itu istri aku... jadi mereka gakan berani gosipin kamu!"


Ujarnya tiba - tiba serius


Dari tatapannya Roan sepertinya tahu gosip apa saja yang menerpaku,dan tak suka akan hal itu.


"Biar mereka tau,aku yang suka kamu duluan dan aku yang menginginkan pernikahan ini"


Ucapnya menatap dalam padaku


Alarm tanda bahaya di otakku berbunyi nyaring,aku segera berdiri menghindari tatapannya.


"Aku mandi dulu,aku mau istirahat aja hari ini."


Ucapku segera berlalu dari hadapan Roan,terdengar suara kekehannya yang membuatku kesal.


Dia nampak suka menggodaku sekarang,mungkin aku terlalu jelas saat aku mulai malu dan menghindar darinya.

__ADS_1


SIAL!!!


__ADS_2