KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
RENCANA HONEYMOON KE DUA


__ADS_3

Roan menggenggam erat tanganku saat berada di dalam mobil,matanya masih fokus mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


"Senang?"


Tanya Roan tanpa menatapku


"Terimakasih"


Jawabku sambil melirik wajah Roan sekilas


"Apa yang lagi kamu pikirin?"


Nampaknya meski mata Roan tak menatapku dia merasakan aku sedang termenung


"Gak tau kenapa melihat Mawar dan Sendy,aku berharap mereka bisa bersama"


tuturku membuat Roan tertawa kecil


"Setuju,aku setujuuuuu banget"


Ujar Roan yang masih menggenggam tanganku


"Biar Sendy gak gangguin kamu lagi"


Sambungnya membuatku terkekeh pelan,Roan masih cemburu pada Sendy meski aku sudah menjadi miliknya.


"Sendy orang yang tahu batasan,dia gak mungkin gangguin istri orang"


Belaku membuat Roan melirikku sebal


"Tapi cara dia lihat kamu tadi bikin aku kesal"


Rajuk Roan membuatku menggelengkan kepala pelan.


Sisi lain Roan yang aku suka setelah menikah adalah cemburunya,dia seperti anak kecil di hadapanku berbanding terbalik saat dia sedang berada di kantor.


****


Aku dan Roan memang memakai jasa wedding organizer untuk resepsi pernikahan,tapi semua persiapan bahkan membuat kami kelelahan.


"Sayang ... habis resepsi kita honey moon ya "


Ujar Roan sambil memelukku yang hampir jatuh tertidur.


"Ah... gak tau deh ... aku bisa gak bisa bayangin capeknya kita sesudah resepsi"


Ujarku memejamkan mata,Roan mengeratkan pelukannya membuatku menatapnya heran.


"Apa pesonaku turun di mata kamu?"


tanyanya menatapku tajam


"Bu..bukan"


Tentu saja bukan karena itu,Roan memang sulit untuk di tolak pesonanya.


"Lalu? kenapa gak mau?"


Tanyanya penasaran


"Hm... aku takut kamu kelelahan"

__ADS_1


Alasannya harus tentang dia menjaga agar dia tidak marah


"Kita harus bersantai,aku gak mau habis resepsi langsung kerja"


Melepas pelukannya dan meraih ponsel di nakas dekat tempat tidur.


"Pilih ... mau kemana?"


Ujarnya menyodorkan ponsel ke arahku,layar itu menunjukan beraneka destinasi tempat honeymoon dari segala penjuru dunia.


"Roan ... yang dekat saja"


Aku menyerah,habislah aku kalau menolak keinginannya.


"Kemana ?"


Tanya Roan menggeser tampilan ponsel dengan jemarinya.


Sebuah ide muncul di benakku,meski ragu Roan mengijinkan tapi aku berharap Roan menyetujuinya


"Sayang..."


Nadaku ku buat semanis mungkin membuat tatapan Roan beralih ke arahku


"Apa? kamu mau sesuatu ya ?"


Tebaknya tepat sasaran


"Kalau kita ajak Mawar sama Sendy...gimana?"


Roan mengerutkan alisnya


"Kenapa? kenapa ajak mereka?"


Aku tak mungkin mengajak Sendy sendirian kan?! Mau jadi obat nyamuk???Mawar hanyalah pelengkap tentunya,sambil menyelam minum air.


"Mawar,Sendy ... mereka kita jodohin "


Ujarku dengan senyum mengembang tapi tidak dengan Roan.


"Aku tidak suka ngurusin urusan orang lain"


Ujar Roan kesal kembali memalingkan wajahnya ke ponsel.


Ah... rupanya harus pakai Plan B agar Roan menurutiku.


cup


Aku mencium pipinya,membuatnya kembali menatapku heran.


"Ya? kayanya seru kan? kita ke pantai ... "


Aku bisa mati bosan di kamar hotel kalau Roan mengurungku selama berhari - hari,membawa teman membuat suasana lebih asyik.


"Engga!"


Tegas Roan membuatku cemberut,Roan memunggungiku.


Aku memeluknya dari belakang,dan menyandarkan wajahku ke punggungnya.


"Jangan rayu aku,aku gakan kegoda.Enggak pokonya enggak.."

__ADS_1


Tegas Roan seraya menyimpan ponselnya kembali ke nakas.


"Aku cuma mau kamu dan Sendy akur,bagaimanapun Sendy sahabat aku.Dia juga berusaha menghormati kamu,menghadirkan Mawar bisa membuat Sendy melupakan aku"


Ujarku jujur sambil menyesapi wangi maskulin dari punggung Roan.


"Ayah ... kamu dan Sendy.kalian orang berharga dalam hidupku,aku ingin kalian akur"


Roan berbalik ke arahku dengan wajah kesal


"Aku nomor berapa?"


Tanyanya serius


"Dua ..."


Jawabku polos


"Siapa nomor satu ?!"


Ujarnya sedikit marah


"Ayah,dan Sendy nomor tiga"


Roan masih cemberut sesaat kemudian tersenyum


"Aku tak bisa mengalahkan Ayah rupanya "


Mengacak rambutku lembut


"Si sendy bisa gak di jadiin nomor sepuluh ?!"


Ujarnya kembali kesal membuatku terkekeh


"Yang mulia Roan ... tolong kalau cemburu tuh gak usah berlebihan!bikin gemes "


Ujarku mencubit ujung hidungnya membuat pipinya memerah.


"Jadi? gimana ? ya ? kita bawa mereka "


Sudah tersenyum dengan ekspresi itu,harusnya peluang bagus untuk mendapat jawaban ya.


"Dengan satu syarat"


Senyumku mengembang


"Kamu gak boleh jauh - jauh dari aku"


Aku terkekeh


"Aku kan honeymoon sama kamu bukan sama Mawar hahaha"


Roan mencubit hidungku keras hingga aku mengaduh,lalu tertawa terbahak menunjuk hidungku yang memerah karena ulahnya.


Kamar ini selalu di penuhi gelak tawa kami....


***Halo readers ...


sebelumnya aku mau mengucapkan terimakasih karena pembaca Karma cinta pertama sudah sembilan ribu lebih...


Maaf juga belakangan aku sibuk dan sulit berkonsentrasi untuk meneruskan cerita ini,semoga saya terus bisa meluangkan waktu untuk kalian ya ...

__ADS_1


vote,like dan jadikan favorit untuk support terus ya ...


Love you all... 💕💕💕💕***


__ADS_2