KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
SETUJU


__ADS_3

Roan menggendongku meski aku menolak pasalnya meski sudah pamit,Dimas masih ada di halaman rumahnya sedang menyirami tanaman miliknya sambil sesekali tersenyum ke arah kami.


"Kamu kok udah pulang?"


Tanyaku menatap wajahnya yang masih terlihat kesal saat menyusuri tangga


Roan menghentikan langkahnya


"Karena kamu gak bales chat dan angkat telepon dariku!"


Ujarnya tajam


Aku menunduk dalam diam,Roan menatapku tanpa melanjutkan langkahnya.


"Gak mau bilang apa gitu?"


Rajuknya


Meski tahu persis Roan ingin mendengar permintaan maafku,aku hanya mengerecutkan bibir dan melempar pandangan ke arah lain.


Roan menghela nafas kesal dan memilih melanjutkan langkahnya dan menurunkanku di tempat tidur dengan hati - hati.


"Masih marah?"


Tanya Roan setelah duduk d tepi tempat tidur berhadapan denganku.


Aku tak menjawabnya hanya menunduk dengan wajah masam.


"Aku tahu,aku tahu kamu ingin sekali bahagiain Ayah.Tapi Ayah kamu,ayah aku juga.Aku gakan pernah larang kamu mau ngasih apapun ke Ayah ... "


Nadanya melembut namun masih teguh pada pendiriannya.


"Aku ingin kamu di rumah,menantikan kepulanganku setiap sore.Membuatkanku makanan lezat dan fokus untuk program hamil"


Ya! Roan ingin segera punya anak...


"Kalau kamu capek,aku bisa sewa asisten rumah tangga"


Ujarnya menyelipkan rambutku yang terburai ke telingaku


"Aku gak mau istri aku stres,aku gak mau juga lihat istri aku capek"


menatap kedua bola mataku,membuatku memejamkan mata


"Ihhh"


Protesku tak mau menatapnya


"Kenapa?"

__ADS_1


Tanya Roan mencari mataku


"Jangan lihat aku kaya gitu!"


Protesku itu membuat Roan terkekeh,dia sekarang tahu persis betapa aku sangat berdebar saat mata kami bertemu.


Aku menatapnya kesal merasa di permalukan dengan suara tawanya yang renyah.


"Ya?"


Tanyanya lagi dengan suara lembut dan tatapan lembut


"Iya!!! tapi janji..."


Ujarku setengah terpaksa


"Janji apa?"


Hening,ragu aku ucapkan namun ketakutan kehilangan Roan terasa menyesakan


"Sekretaris penggantinya harus cowok..."


Ucapku nyaris tak terdengar,bahkan Roan sampai mendekatkan telinganya ke wajahku


Roan tertawa lagi,kali ini lebih keras ada aura kemenangan dari wajahnya


"Jadi kamu takut itu??? hahaha... "


Roan sudah menempel di punggungku lalu menciumi leherku


"Dengar Lyra Anastasya ... dari dulu aku pasti pilih sekretaris itu cowok,pas lihat kamu ngelamar ya jelas aku pilih kamu"


Ucapnya mulai tenang,aku berbalik ke arahnya


"Jadi kamu dari awal udah tahu itu aku?!"


Roan mengangguk dan memilin rambutku


"Iya ... dari awal aku udah tahu itu kamu... sekantor heboh karena kamu sekretaris perempuan pertama yang aku pekerjakan"


Ternyata Roan tahu segala hal,termasuk kehebohan antara karyawannya.


"Tapi aku gak peduli,toh juga mereka kan gak tahu cerita kita "


terusnya dengan nada cuek


"Iya ! tapi Rani tau!!!"


Cemberut menyebutkan nama itu

__ADS_1


"Rani sejak aku putusin emang ngikutin aku,dia sampai rela oplas gara-gara aku bilang type cewek yang aku suka tuh kaya Bae suzy,hahaha"


Tertawa di atas penderitaan orang lain


"Cowok jahat"


Ujarku memincingkan mata ke arahnya


"Aku gak jahat ,yang jahat itu cowok yang ngasih harapan palsu"


mencubit ujung hidungku


"Aku juga gak nyangka dia nekad oplas ke korea,aku aja kaget lihat perubahannya.malah jadi aneh kalau kata aku.Gak natural"


aku menatapnya dalam menyusuri garis wajahnya yang selalu melembut saat berada sedekat ini denganku.


"Aku juga gak cantik"


Tuturku sendu


"Cantik"


Setengah detik kemudian ucapanku dia bantah


"Kalau aku cantik kamu gakan mungkin nolak aku "


Mengerjapkan mata pelan karena rasa kantuk


"Kapan kamu menyatakan cinta ? kayanya gak pernah,perasaan kamu dulu itu nyampe ke aku cuma katanya ... kata orang lain"


Protes Roan


"Aku gak sepercaya diri itu"


Masih dengan perasaan rendah diri


"Kamu harus percaya diri,karena sekarang kamu istri aku.Istri yang paling aku cinta,the one and only"


memamerkan deretan gigi rapihnya ke arahku


"Gombal"


Ujarku mulai terpejam


"Kaki kamu masih sakit?kalau masih sakit aku panggil dokter ya?"


Aku menggelengkan kepala lemah


"Aku mau tidur aja"

__ADS_1


Ucapku sesaat sebelum jatuh ke alam mimpi didalam rengkuhan Roan yang hangat


__ADS_2