KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
Pertemuan kembali


__ADS_3

Sepuluh tahun berlalu setelah aku lenyap dari hadapan orang - orang yang tak mengharapkanku itu,aku terpaksa kembali ke kota itu dengan perasaan tak nyaman.


Aku kembali saat mendengar ibu terkena serangan stroke dan Ayah yang mulai tak sanggup mengurusnya seorang diri.


Kebetulan ada sebuah perusahaan yang menawarkan menjadi seorang sekretaris dengan penghasilan yang lumayan besar.


Cukup untuk biaya perawatan ibu dan kebutuhan kami sekeluarga sehari - hari juga membayar cicilan rumah yang aku berikan untuk ayah dan ibu.


Setelah memandikan ibu,aku mencium tangan kaku ibu yang sudah terlelap dan menatapnya sebentar dengan perasaan sedih


"Bu...maafkan aku,aku takan menyusahkan ibu lagi.Doakan aku agar aku di terima bekerja hari ini ya bu..."


Aku berangkat setelah berpamitan dengan ayah yang selesai menyapu halaman rumah dengan blazer rapih dan rok selutut milikku aku berangkat.


****


Aku berdiri di hadapan gedung perusahaan Well dengan perasaan gugup,berharap gedung ini selalu menjadi tempatku bekerja.


Setelah menunggu,akhirnya giliranku di panggil.


Aku memasuki ruang wawancara dengan perasaan gugup,pesaing-pesaingku sungguh sangat meyakinkan dalam segi penampilan membuatku semakin resah.


Tapi aku tak boleh mundur,demi Ayah dan ibu yang sedang sakit.


Aku menunduk hormat dan duduk di hadapan para pewawancara,aku membaca satu persatu papan nama yang berjajar di atas meja mereka masing - masing.


Roan Welly Wijaya - CEO WELL COMPANY


Spontan aku menutup mulutku kaget dan mulai menyusuri orang yang sedang duduk di belakang papan nama itu.


Dia menatapku heran,jantungku berdebar kencang melihatnya yang jauh berubah.


Setelan jas abu tua dengan rambut rapihnya membuatnya nampak berwibawa,dan semakin tampan daripada sepuluh tahun lalu.


Aku segera mengontrol ekspresiku dan menunduk,berharap dia tidak mengenaliku.


Aku ingin sekali bisa pergi dari ruangan itu,bila saja aku tak ingat seberapa aku menginginkan pekerjaan ini demi menyokong kehidupan keluarga.


Ya Tuhan,mengapa kau pertemukan kami lagi!!!


Gumanku dalam hati sambil memejamkan mata.

__ADS_1


"Apa kamu mengenalku?"


Suara tak asing di telingaku itu bertanya membuat jantungku semakin berdetak tak karuan


Aku menggelengkan kepala kuat - kuat


Tidak... aku tidak mengenalmu,berikan saja pekerjaan untukku,aku tidak akan mengusikmu Roan!


Perasaan dulu itu mungkin hanya sekedar kisah cinta pertama yang sedih hingga aku tak ingin berharap banyak saat pertemuan ini terjadi.


Dia tersenyum ke arahku dan membuka drafnya lalu menatapku lagi.


"Lyra Anastasya...Kamu nampak tak asing,nama kamu juga sepertinya pernah dengar ya..."


Glek...


Aku menelan salivaku,berusaha bersikap senormal mungkin


Mungkin dia sudah menikah,apalagi dia seorang CEO setidaknya dia pasti sudah punya pacar kan??!!


Aku berusaha membuat otakku bekerja dengan logika itu,agar aku dapat menjawab wawancara.


"Jadi sekretaris saya itu gak gampang,kamu harus stand by 24 jam dan segera berlari kalau saya panggil.Saya gak suka orang lamban!"


"Saya akan berusaha semaksimal mungkin Pak"


Ujarku menahan kegugupanku,dia kembali melihat draf di atas mejanya.


"Kamu pernah putus sekolah?"


lagi - lagi aku seperti di sambar petir,aku tidak mungkin bilang aku berhenti sekolah karena tak tahan di bully dan tak punya muka untuk menemuinya setelah pesan itu kan???


"Saya berhenti karena alasan pribadi,Pak"


jawabku netral membuatnya mengernyitkan dahi


"Apa itu?"


Dia menatapku lagi tajam,otakku semakin tak bisa di ajak untuk berpikir.


"Apa karena menikah?"

__ADS_1


pertanyaannya itu membuat resah semua yang ada di ruangan itu.


Dia pikir aku hamil dan menikah saat masih sekolah?!


"Bukan,ada musibah yang menimpa saya dan membuat saya harus rehat selama satu tahun "


kebohongan itu meluncur dari mulutku.


Sebenarnya memang aku mengalami kecelakaan,tapi itu setelah aku keluar dari sekolah.


Aku mengalami cedera punggung yang cukup parah hingga Ayah harus menguras seluruh tabungannya yang seharusnya untukku melanjutkan sekolah.


Tapi aku hanya rehat selama enam bulan sisanya aku habiskan untuk menangis di kamar meratapi kesialanku.


"Musibah apa?"


Tanyanya lagi penuh rasa ingin tahu


"Maaf Lyra,kami hanya ingin tahu asal usul pendidikanmu"


Aku tersenyum kecut menatapnya


"Kecelakaan lalu lintas,saya tertabrak mobil hingga beberapa tulang saya retak mengharuskan saya untuk rehat"


Kali ini jawaban jujur berharap dia tak ingin tahu lebih dalam,dia menganggukan kepalanya dan kembali melihat draf.


Setelah itu pewawancara yang lain bergantian menanyaiku tentang pandanganku tentang pekerjaan yang akan mereka limpahkan padaku.


Aku tahu hatiku masih bergetar saat bertemu lagi dengannya meski sudah sepuluh tahun berlalu,namun aku tak bisa menyangkal pesan darinya lah yang membuatku merasa ingin mati saat itu.


Aku seharusnya membencinya kan ....


Kalau saja dia memastikan langsung padaku,kalau saja dia bertanya tanpa langsung menghujatku seperti itu...


Mungkin aku lulus dengan baik meski para kakak kelas itu membullyku tiap hari,setidaknya kenangan manis tentangnya yang akan aku pakai untuk menguatkanku.


Di perlakukan hina oleh orang yang kita sukai adalah hal terburuk yang di rasakan olehku di usiaku yang masih muda,membuatku dengan bodohnya melangkah jauh dan mengorbankan perasaan orang tuaku saat itu.


Aku akan membayar kekecewaan orang tuaku,umur mereka tak cukup panjang untuk menantikanku membalas kasih sayang mereka.


Apapun rintanganku setelah ini,bukan apa - apa di banding situasiku saat itu.Toh,dia tak mengenaliku kan???

__ADS_1


Aku memang tak mungkin dia ingat,kalaupun dia mengingatku mungkin aku hanya mimpi buruk baginya.


__ADS_2