KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
membuktikan diri


__ADS_3

"Aku mau kerja lagi,aku gak peduli apa kata orang - orang kantor mengenai aku"


Aku menatap Roan,mataku masih sembab karena menangis semalaman.


Roan menghela nafas dan menutup mata dia nampak tak setuju dengan keinginanku itu.


" Sudah ada Raka"


Kilahnya tak mengijinkanku kembali bekerja


"Aku bisa di tempatkan di mana saja"


Aku tak bergeming


"Kamu kenapa tiba - tiba ingin kembali bekerja ? bukannya kemarin kita sudah sepakat supaya kamu mengurus aku saja ?"


Roan memegangi lenganku lembut


"Aku ingin membuktikan,aku bukan wanita bodoh.Aku dapat di andalkan,untuk kamu dan juga perusahaan.Aku gak mau di bilang wanita yang cuma ingin kekayaanmu saja!"


Getirku mengingat kembali ucapan Paman Roan.


"Kamu gak perlu buktikan sama siapapun,bagi aku kamu adalah yang terhebat,Lyra ..."


Masih membujukku,namun aku menggelengkan kepala.


"Kalau kamu gak ijinin aku kerja di kantormu,aku akan lamar pekerjaan di tempat lain dan membuktikan kemampuanku"


Tekadku sudah bulat


"Engga... engga boleh kerja di tempat lain!"


Makin tak setuju dengan ideku


" Ya sudah,aku bekerja di kantormu lagi"


Putusku sambil mengambil tas kecilku,sedari subuh aku bahkan sudah bersiap dengan pakaian kantorku.


Roan mengikuti langkah cepatku,dan menarik lenganku sebelum aku membuka pintu mobil Roan.


"Lyr... dengar!"


Aku berbalik ke arahnya


"Aku gak mau kamu terluka karena ucapan orang lain !"


Wajahnya nampak frustasi


Aku membelai pipinya dan tersenyum


" Ada yang lebih menyakitkan di banding gunjingan orang lain,tidak di terima oleh keluargamu"

__ADS_1


Roan menatap sayu kedua bola mataku dengan tatapan sedih,lalu dia memegang tanganku yang masih menempel di pipinya lalu menciumi telapak tanganku dengan lembut


"Dia bahkan bukan keluargaku"


Masih dengan nada tak sukanya


"Tidak,bagaimanapun dia Pamanmu"


Tegasku


Aku tak tahu persis apa yang terjadi pada Roan dan pamannya,namun keluarga tetaplah keluarga.


"Darah lebih kental dari pada air.Daripada kamu membuangnya,kamu masih bisa memperbaiki kesalahan itu"


tuturku membuat Roan nampak melembut.


"Dan yang pertama aku lakukan adalah membuktikan aku adalah wanita yang layak bagi kamu"


Aku tersenyum tulus padanya yang masih memegangi tanganku di pipinya


"Aku mungkin tidak cantik"


"Tidak,kamu sangat cantik"


Pungkas Roan membuatku terkekeh


"Baiklah,cantik saja tak cukup.Aku ingin menjadi wanita luar biasa bagimu juga bagi keluargamu"


Berharap bujukanku kali ini berhasil


Terkekeh dan mencium keningku


"Ayo kita berangkat "


ucapnya membukakan pintu mobil untukku.


****


"Perlakukan saya sebagai sekretaris anda ketika di kantor"


Aku menyodorkan secangkir teh hangat pada Roan yang membuka laptopnya,Raka yang mendengar hal itu nampak sedikit terkejut namun segera mengontrol ekspresinya.


Raka dan semua karyawan nampak kaget dengan kehadiranku.


Roan melirikku tajam dan kembali menatap layar laptop yang sudah ON


"Baiklah"


masih ada nada ketidak sukaannya,namun hanya itu yang keluar dari mulutnya membuatku membungkuk hormat meninggalkannya bersama Raka


***

__ADS_1


Roan


Aku memutar kursiku ke arah Raka yang masih mematung di belakangku


"Tetap awasi dia,bantu dia menangani pekerjaan yang aku berikan tanpa membuatnya merasa tidak melakukan apa - apa"


Perintahku


"Baik"


Raka sedikit membungkuk dan meninggalkanku.


Aku menghela nafas berat,mengusap wajahku kasar.


Aku khawatir,sangat khawatir ...


Aku takut Lyra terluka dengan perkataan orang lain,aku tahu dia lebih kuat dari yang ku duga.


Tapi,aku tetap mengkhawatirkannya.


Mendengar orang lain membicarakannya saja membuatku ingin menjahit mulut orang - orang itu.


Disisi lain,aku tak ingin membuat Lyra merasa dirinya tak dapat di andalkan aku juga tak ingin dia bekerja di tempat orang lain.


Gila rasanya,membayangkan dia melayani orang lain selain diriku.


****


Aku menggeram kesal saat Raka memberitahukan bahwa Lyra makan di kantin karyawan,entah apa yang sedang terjadi padanya di kantin.


Aku hendak pergi ke kantin,namun Raka menghadangku,dan menahan bahuku dengan tangan kekarnya.


"Tuan,sebaiknya biarkan saja.Saya yakin Nona Lyra bisa melindungi dirinya"


Cegahnya melepas tangannya dari bahuku,namun tatapannya tetap serius.


"Aku khawatir!"


Hampir menjerit,frustasi merasakan kekhawatiranku


"Kekhawatiran tuan tidak beralasan,Nona Lyra orang yang kuat"


Raka mengatakan hal itu seakan tahu segalanya,memantik api cemburu di dadaku.


"Kamu nampak tahu banyak tentang istriku"


menatap tajam Raka


"Aku tahu banyak tentangnya"


Gaya dan bahasanya menjadi santai,berusaha mencairkan suasana

__ADS_1


"Melirik wajah istriku lama - lama akan memperpendek umurmu!"


Ujarku memukul ringan bahu Raka dan berbalik kembali duduk,berusaha menenangkan diriku sendiri dari rasa khawatir yang menggila


__ADS_2