
Keputusanku dan Roan mengajak Winy ternyata adalah kesalahan terbesar di honeymoon kami kali ini ....
Sendy bahkan sedikit terganggu dengan adanya Winy yang selalu memanggil namanya dengan nada riang,Mawar bahkan kesal karena terabaikan.
"Kak Sendy,nanti kapan - kapan boleh Winy mampir ke Cafe kakak ya ?"
Tanyanya dari sebelah Sendy
"Hmmm..."
Jawab Sendy dingin yang langsung di lirik tajam Roan namun tak ia gubris.
Sementara aku mengelus tangan Roan pelan,agar tak terjadi sesuatu hal yang tak enak di sarapan pagi ini.
Hah... sepertinya aku harus banyak - banyak menyentuh pria di sampingku ini agar tak lepas kendali.
****
SENDY
Aku muak dengan sepupu Roan itu,dia berkeliaran di sekitarku dan terus memanggil namaku dengan nada riangnya.
Sungguh membuat telingaku sakit!
Tapi aku tak bisa menolaknya di depan sepupunya yang posesif itu kan???
Roan benar - benar pria posesif,Dia memasang pagar penjaga di sekelilinh Lyra bahkan sepupunya dengan tatapan matanya.
Aku meremas rambutku sendiri,pemandangan laut yang terlihat dari kamar membuatku sedikit lebih rileks.
Kalau bukan karena rengekan Lyra yang memaksaku ikut,mungkin aku tidak akan terjebak bersama Mawar dan Winy sepupu Roan yang pecicilan itu.
Aku tahu,aku sudah tak punya celah di hati Lyra.Tapi,aku pun belum berniat memautkan hatiku pada seseorang selain dia.
Lyra bersikap seakan ingin menjodohkanku dengan Mawar di setiap kesempatan,membuatku berakhir mengurung diriku di kamar hotel.
__ADS_1
Memilih menatap laut lekat - lekat sambil melamun di tepi tempat tidur.
Suara ketukan pintu membuatku menghela nafas kesal dan membukanya,Mawar dengan baju pantainya menatapku khawatir.
"Kamu sakit?"
Tanyanya di ambang pintu yang tak ku buka lebar
"Gak ... aku cuma kecapekan"
Jawabku tak ingin membuatnya tak nyaman
"Kalau butuh apa - apa telepon aku aja ya "
Tawarnya dengan nada hati - hati
"Hmmm...makasih"
Ujarku hendak menutup pintu,namun aku berhenti menatap sorot mata kecewa Mawar
Tanyaku malas
"Hhhmm... tadinya aku mau ngajakin kamu flyingboard"
Ujarnya menunduk
What?! Flyingboard? apa dia gila?!
"Aku gak bisa ajak Mawar atau Winy,Roan melarang mereka"
memilin jemarinya satu per satu
"Ya jelas dilarang,itu terlalu ekstrem buat cewek"
Membayangkan seseorang tenggelam karena permainan itu membuat dadaku sesak
__ADS_1
"Tapi... aku ingin main itu,udah lama aku ingin ke sini dan mencobanya"
Tatapannya berubah menjadi tatapan berharap.
"Aku juga tidak mau"
Ujarku menutup pintu,namun jemari kecil Mawar menahan pintu membuatku mendesah kesal.
"Cuma lihatin aja,aku yang main"
Tawarnya membuat alisku mengernyit
"Aku cuma takut,karena gak ada orang yang aku kenal kalau aku tenggelam.Aku gak bisa berenang"
tambahnya membuatku kesal,kalau tidak bisa berenang kenapa harus ngotot ingin naik permainan yang jelas - jelas permainan air sih???
"Tidak mau!"
Ujarku tegas
Namun ketegasanku,hanya ada di mulut.
Pada akhirnya aku mengikuti langkah Mawar yang riang menuju wahana air itu,mendesah beberapa kali karena kesal dengan diri sendiri.
Entah mengapa aku merasa terganggu dengan tatapan Mawar di depan pintu kamar hotel tadi.
Baiklah,ikuti saja dan jadi penonton.
Mawar bahkan memberikan senyum mengembang sebelum wahana itu dimulai juga beberapa kali melambaikan tangan ke arahku yang ku sambut dingin.
"Fotoin ya!!!"
teriaknya kencang
ternyata Mawar mengajakku agar aku bisa memotretnya,betapa bodohnya aku yang merasa kasihan padanya tadi.
__ADS_1