
Sendy menatap Mawar selepas Roan dan Lyra pergi,ada perasaan benci dari tatapan Sendy pada Mawar.
Mawar meremas jemarinya,kharismanya sebagai CEO perusahaan besar lenyap seketika saat berhadapan dengan Sendy.
Sendy menarik nafas,melipat tangan di dadanya menunggu ucapan dari mulut Mawar.
"Aku minta maaf"
Mawar hanya mampu mengatakan itu sambil menunduk,Sendy hanya menatapnya.
Dia mengenal Mawar sebelum bertemu Lyra,dia bukannya tidak tahu mengenai perasaan Mawar terhadapnya.
Hanya saja saat itu Sendy sungguh tak menyukai tingkah Mawar yang seakan ingin menjadi pusat perhatian,baginya Mawar hanya anak perempuan sombong yang menyebalkan.
Namun,seiring bertambah usia Sendy.Sendy sering merenungkan tentang Mawar,bagi Sendy semua orang terlahir baik.Hanya situasi yang membawa mereka untuk melakukan hal - hal jahat.
Mawar memang di besarkan dari keluarga kaya raya,keinginannya selalu terpenuhi.Namun dia tidak memiliki ibu,karena ibunya meninggal dunia saat melahirkannya.
Ayahnya yang merasa bersalah pada mendiang istrinya,memilih memanjakan Mawar dengan segala kemewahan karena sibuk bekerja.
Namun,bukan itu yang di inginkan Mawar,dia hanya ingin perhatian dan kasih sayang yang tulus.
__ADS_1
Sendy selalu tersenyum dan ceria menarik hatinya saat pertama bertemu di acara ospek sekolah mereka,sejak saat itu Mawar bertingkah seakan dia adalah orang yang ceria.
Menyamakan karakternya dengan Sendy yang ceria malah membuatnya terlihat menyebalkan bagi kebanyakan orang,namun teman - temannya berpura -pura tetap berpihak padanya karena tahu siapa Ayahnya.
Bahkan saat nilai - nilai merosot di banding Sendy,Mawar tetap naik kelas.Hal itu juga membuat Mawar marah pada Ayahnya karena tahu dia naik kelas karena sogokan.
Mawar merasa bersemangat bila bertemu dengan Sendy,meski tak langsung mengungkapkan matanya tak bisa lepas dari sosok Sendy.
Kehadiran Lyra sendiri membuat Mawar marah dan kecewa,bahkan setelah satu tahun bersama di kelas yang sama Sendy tidak pernah sedekat itu dengannya.
Dia memakai segala cara agar Sendy melihatnya,seperti yang Ayahnya contohkan.
Hingga Sendy marah padanya saat Lyra pergi dari sekolah,Mawar menyadari bahwa hati seseorang tak dapat dia miliki dengan cara jahat itu.
Ucap Sendy membuat Mawar menatapnya terharu
"Beneran?"
Tanya Mawar memastikan,Sendy menganggukan kepalanya.
"Apa kamu mau berteman denganku?"
__ADS_1
Tanya Mawar dengan nada ragu,Sendy dia beberapa saat.Mawar bahkan menutup matanya sambil tertunduk menyiapkan hatinya kalau - kalau jawaban Sendy tidak sesuai harapannya.
"OK..."
Jawab Sendy singkat membuat mata Mawar terbuka dan menatap senang wajah Sendy yang kini tersenyum padanya
Senyum yang hingga kini mampu membuatnya tersipu sekaligus berdebar dalam waktu bersamaan.
"Aku harap kamu sering datang ke cafe untuk minum kopi"
Sendy menunjukan giginya pada Mawar,Mawar tersenyum.
Tak usah Sendy memintapun,Mawar akan dengan rajin datang ke Cafe ini.Bukan hanya untuk sekedar minum kopi tapi untuk melihat senyum pria di hadapannya.
"Mari kita berteman ...kita punya kesamaan.Sama - sama mengalami cinta bertepuk sebelah tangan "
Batin Sendy sedih,dia tahu perasaan Mawar tapi seakan tak memberi celah di hatinya.
Sendy belum bisa melupakan Lyra,meski kini Lyra sudah bahagia dengan suaminya,Roan.
Dan bahkan resepsi pernikahannya tinggal menunggu hari....
__ADS_1
Sementara Mawar masih berbunga - bunga dengan persetujuannya dengan Sendy,dia merasa harapannya hidup kembali.
Kali ini dia akan mencuri hati Sendy dengan cara yang lebih baik,apapun hasilnya Mawar tak ingin terjebak dengan setan dalam dirinya.