
Aku,Roan,Mawar dan Sendy menatap tak percaya pakaian minim yang dikenakan Winy untuk berangkat liburan bersama.
Memang aku dan Roan memilih Bali sebagai destinasi kami,tapi tidak dengan pakaian minim juga.
"Kamu mau mati ????"
Tanya Roan kesal menatap Winy
Aku segera mengeluarkan kain pantai milikku dan menyerahkan padanya
"Tutupi ya "
Ujarku canggung
Kami berempat menggelengkan kepala meninggalkannya lebih dulu masuk ke dalam mobil.
****
Sendy nampak muram meski yang lainnya nampak ceria menikmati keindahan laut yang terlihat jelas dari loby hotel.
Tangan Roan tak melepasku barang sedetik,alhasil aku hanya menatap Sendy dari jauh dengan tatapan bersalah.
Aku melepas tubuhku ke tempat tidur empuk itu,deburan ombak bahkan terdengar jelas dari kamar hotel.
Roan berbaring di sebelahku dan menatapku lekat
"Suka?"
Tanyanya dengan suara rendah
"Hmmm .. aku suka"
Jawabku menatap langit yang mulai berwarna jingga
"Suka tempatnya atau suka aku?"
Tanyanya dengan nada posesif,aku menatapnya dan memiringkan tubuhku ke arahnya
"Tempat yang aku datangi sama kamu selalu membuat aku bahagia"
Roan tersenyum puas
"Lelah?"
Tanyanya lagi,membuatku menganggukan kepala resepsi dan keberangkatan kami ke sini membuat tubuhku terasa letih .
__ADS_1
"Aku tidak"
Ujarnya dengan senyumannya lalu langsung menciumiku mesra
Ah... dia selalu punya tenaga untuk ini.
Ketukan pintu kamar hotel itu membuat Roan mendesah kesal dan terpaksa menghentikan serangannya.
Aku mengambil kesempatan untuk membuka pintu,dan tersenyum melihat Winy menatapku dengan tatapan mengiba.
"Apa?"
Tanya Roan sedikit kesal karena aktifitasnya terganggu
"Kak... beri aku uang,mama papa tidak memberiku uang"
Ujar Winy polos membuatku tersenyum gemas
Roan mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya dengan cepat yang segera di sambut ceria Winy
"Jangan ganggu!"
Usir Roan kesal.
"Upsst... aku ganggu yang lagi honeymoon.. maaf ya kak"
"Apa sih?!"
Protesku saat pintu kamar tertutup,Roan tak menjawab ia menggendongku dan meletakan tubuhku dengan hati - hati di tempat tidur.
Menatapku lekat - lekat sambil sesekali merapihkan rambutku.
"Aku ingin kita menikmati momen honeymoon ini"
Ujarnya lembut
Ah... aku tidak bisa menolaknya kalau Roan sudah begini,wajahku merah padam dibuatnya.
"Katakan,mengapa setiap aku berbicara sedekat ini wajah kamu selalu merah?"
Tanya Roan penasaran membuatku salah tingkah dan melempar pandanganku ke arah lain
Roan meraih daguku menatap lekat lagi manik mataku
"Katakan,aku suamimu"
__ADS_1
Tuntutnya membuat jantungku berdebar
"Aku selalu merasa malu karena suaramu membuatku berdebar"
Jawabku jujur
Roan meletakan kepalanya di dadaku mendengarkan bunyi jantungku yang bak genderang perang
"Wah ... kamu jujur "
senyumnya mengembang memperlihatkan lesung pipi menggemaskan miliknya
"Hentikan ... "
Ujarku mulai kesal merasa di permainkan
"Kau mau dengar suara jantungku?"
Roan beringsut memelukku meletakan kepalaku di dada bidangnya
Jantungnya berdebar keras tak beraturan
"Aku selalu begini saat melihatmu"
Ungkapnya jujur membuatku menatapnya heran
"Sejak kapan?"
tanyaku penasaran
"Sejak pertama bertemu,aku pikir aku sakit "
Kenangnya sambil menahan tawa
Aku mencium lembut bibir bergelombang miliknya lembut dan menatapnya lagi
"Wah ... aku merasa jantungku terbakar"
Ujarnya membalikan tubuhku yang kini berada dibawahnya
"Lyra... I Love you"
Ungkapnya kemudian menciumiku lembut.
Bersamanya selalu membuatku merasa jatuh cinta,menatapnya seakan membuatku bahagia.
__ADS_1
Dan di cintainya membuatku merasa di berkahi
"Ah... aku tak ingin keluar kamar ..."