KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
Tak bisa bohong lagi


__ADS_3

"Jangan kemana-mana,aku menunggu dirumah!"


Ucapnya muram melihatku yang masih sibuk dengan beberapa draf di mejaku


"Baik Pak,saya akan selesaikan sebentar lagi dan pulang"


Aku tetap bersikap formal meski terlihat jelas ia tak menyukainya karena saat ini hanya ada aku dan Roan di lantai itu.


Dia berdecak kesal dan berlalu


Setelah menyelesaikan pekerjaan yang tertunda selama seminggu itu,aku segera turun untuk pulang.


Aku belum memesan ojek online karena aku berniat menemui Sendy


Sen... aku mau bicara,sekarang bisa kan?


Aku mengetik pesan sambil berjalan keluar kantor.


Aku di cafe


Membalas cepat dan singkat pesanku.


***


Sendy tersenyum saat melihatku membuka pintu Cafe dan melambaikan tangan di meja paling pojok tempat itu,aku menghampirinya.


"Apa kabar Lyr?"


Sapanya ceria,dia masih Sendy sahabatku


"Maafin aku ya ..."


Sesalku melihat wajah cerianya,dia menggelengkan kepala


"Gak ada yang perlu di maafin kok"


Meski tersenyum nampak jelas gurat kecewa di wajahnya


"Aku harap kamu tetap sahabat aku"


Harapku sambil menundukan kepalanya.


"Kita masih sahabat ,sampai kapanpun kamu sahabat aku... aku cuma butuh waktu buat move on"


Ujarnya dengan wajah mendung membuatku sedih sekaligus sedikit merasa lega


"Thanks Sen..."


Ujarku tersenyum simpul ke arahnya


"Lyr ... kayanya kamu harus pulang"


Melirik keluar kaca Cafe


Aku mengikuti arah tatapannya,jantungku hampir berhenti saat itu melihat Roan dengan sorot mata tajam menatapku.


"Sen... kalau dia sudah bisa nerima persahabatan kita ini,kita ngobrol lagi ya ..."


Ujarku tergesa dan segera berlari keluar Cafe meninggalkan Sendy.


Roan berjalan tergesa menuju mobil yang terparkir di pinggir jalan tak jauh dari Cafe,aku mengejarnya dengan susah payah karena memakai higheels.


Aku menarik tangannya saat dia hendak masuk ke mobil.


Aku segera bungkam melihat sorot mata yang penuh dengan amarah itu,sekali tarikan Roan menarikku dan memasukanku ke dalam mobil.


Dia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang tanpa berbicara apapun,matanya masih terlihat jelas marah


"Aku hanya ingin meminta maaf karena menolaknya saat di sukabumi "


Aku memberanikan diri menjelaskan,dia tak bergeming masih fokus ke jalan


Bahkan sampai di halaman rumah dia hanya diam tak menanggapiku,aku yang merasa bingung dengan sikapnya hanya mengikuti langkahnya hingga ke dapur saat dia mengambil segelas air dan meminumnya hingga habis,dan berbalik menatapku dengan marah.


habislah aku


"Maafkan aku"


Nyaliku ciut di hadapannya,aku belum pernah melihat Roan semarah ini sebelumnya bahkan sewaktu di villa.


Sekarang sorot matanya membuatku merinding

__ADS_1


Roan menatapku dan mendekat membuatku mundur dan tersudut di pintu kulkas tak berani menatapnya.


Dia merentangkan lengannya di antara kepalaku membuatku seakan terkurung di sana.


"Aku sudah bilang untuk tidak menemuinya tanpa aku"


Ucapnya pelan namun penuh amarah


"Maaf"


sangking takutnya air mataku hampir jatuh dari pelupuk mata


"Maaf sayang!"


Nadanya meninggi menyuruhku mengucapkan kembali kata itu


"Maaf sayang..."


Ada getaran di suaraku yang tak mampu ku sembunyikan


"Jangan menangis"


Ucapannya yang tajam itu malah membuat air mataku mengalir


"Kenapa menangis?"


Suara Roan berubah,nadanya khawatir dia menyeka air mataku dengan jemarinya


"Aku... aku takut..."


Jujurku padanya


"Takut? takut karena aku?"


Tanyanya,aku menganggukan kepala pelan


Roan mendekapku hangat


"Maaf...maaf aku marah padamu...maaf ... kamu bikin aku cemburu sampai aku benar benar marah"


Dia seperti kaget dan menyesal sekarang


"Aku gak ada maksud lain ,aku mau kamu percaya sama aku..."


"Ya aku akan mencoba percaya sama kamu,maafin aku ... aku cuma gak mau kamu pergi dari kehidupan aku kaya dulu"


Sesalnya sambil mengusap punggungku pelan


***


Dia terlalu serakah...


Penolakan masa lalu itu harusnya membuatnya lebih perlahan menuntutku untuk tidak melirik pria lain,atau bahkan berteman dengan Sendy.


Lagi pula,aku sudah cukup sesak menatap wajahnya yang tampan itu.


Dari dulu hingga detik ini pun hanya dia satu - satunya pria tertampan bagiku.


Tapi kalau aku mengungkapkannya dengan blak - blakan,itu akan membuat harga diriku terluka.


Roan menatapku yang menatapnya kesal,masih tak percaya dia marah seperti orang yang ingin membunuhku tadi karena melihatku berbicara sebentar dengan Sendy


"Besok jangan naik ojek lagi"


larangan lagi


"Kenapa?"


Tanya aku mulai jengah


"Aku gak suka liat kamu boncengan sama cowok lain"


Matanya menggelap,menyiratkan perasaan tak sukanya


"Itu cuma ojek,bukan Sendy"


Ujarku sinis


"Jangan panggil nama dia di depan aku,aku gak suka"


Nadanya mengancam

__ADS_1


"Kamu terlalu serakah,dulu untuk nyapa kamu pun aku gak berani karena kamu selalu lihat aku dengan tatapan gak suka.Sekarang kamu malah banyak ngelarang"


protesku mengusap kepalaku


Dia menarik tubuhku hingga tubuhku berada di atasnya,wajahku kami hanya terpaut beberapa senti membuat wajahku merona merah


"Aku suami kamu sekarang"


Entah berapa kali dia mengucapkan itu,aku tak berniat menjawabnya


"Aku cemburu!aku gak tahan lihat kamu dekat dengan cowok lain!Apa aku salah?"


menatap mataku sendu


"Katakan,katakan kamu cinta sama aku"


Tuntutnya padaku yang masih bungkam,menatap garis wajahnya yang bahkan kian menggoda


Aku memalingkan wajahku berupaya berpikir jernih namun Roan mengeratkan pelukannya di tubuhku menuntut perintahnya di turuti.


"Apa harus? setelah aku memberikan semuanya untuk kamu?"


Cecarku


"Kamu hanya melakukan kewajiban bukan karena kamu mau"


Membalikan tubuhku yang kini berada dibawah tubuhnya membuatku merasa suhu ruangan semakin panas


"Aku mau mendengarnya"


Masih menuntutku,aku mengalihkan pandanganku lagi


"Kamu menghindar lagi Lyra !"


Menyadari aku selalu enggan menatapnya di posisi sedekat ini.


"Kamu tahu? aku ingin membenci kamu ... dan ninggalin kamu setelah kamu sejatuh cinta ini sama aku!Aku ingin kamu rasain rasanya gak di sukai sama orang yang kamu suka!"


Meluap sudah rencana yang pernah ku susun itu meski tak pernah ku lakukan


"Kamu mau ninggalin aku sekarang?"


Matanya sendu menatapku,membuatku otomatis menggelengkan kepala.


"Aku sudah jatuh cinta sama kamu Lyr"


Akunya,nampak lemah di hadapanku lagi.


"Jangan bersikap lemah di depan aku,Roan"


memperingatkannya


"Kenapa?cuma kamu yang boleh lihat aku seperti ini... "


Tak menghentikan tatapan sendunya lagi membuatku merasa frustasi


Aku bahkan tak bisa lagi mengendalikan pikiran dan hatiku secara sinkron.


"Berhenti,Roan"


Aku menatapnya dalam


"Panggil nama aku seperti itu,aku suka ..."


Tersenyum senang,aku meraih tubuhnya dan menciumnya tanpa perintah darinya kali ini.


Nafasku memburu saat melepaskan ciumanku darinya,aku menyesal...


tak pernah punya kesempatan untuk membalasnya,tapi aku juga tak bisa tahan kalau dia terus menggodaku.


"Itu jawabannya,kamu puas sekarang"


Ujarku masih setengah menutup mata


Roan menciumiku lagi,ada gurat bahagia di wajahnya.


"Aku suka jawaban kamu ..."


Bisiknya di telingaku


Aku kalah ...

__ADS_1


Aku tak bisa bohong lagi tentang perasaanku ini,meski masih malu untuk mengatakannya tubuhku menginginkannya dan merindukannya.


__ADS_2