KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
Kesal


__ADS_3

Aku segera terbangun saat alarmku berbunyi dan dengan tergesa keluar dari kamar,nampak ayah yang sedang mengobrol ringan di hadapan ibu di kursi roda.


Belum sempat aku bertanya aku di kagetkan dengan parsel buah - buahan besar di meja makan


"Ayah,tumben ada yang ngirim parsel?"


tanyaku duduk dimeja makan sambil memijat pundak ibu yang tak jauh dariku


"Roan yang bawakan"


Ayah menjawab santai sambil duduk di hadapanku,aku langsung ternganga mendengarnya.


Aku meraih parsel buah itu namun ayah menahannya.


"Mau dibawa kemana?!"


Tanya ayah meletakan kembali parsel itu ketempat semula


"Aku mau balikin lah yahh!"


Ujarku kesal


"Rejeki gak boleh ditolak,lagian gak sopan kalau kamu mengembalikannya dia sampai balik lagi buat ngasih ini"


Ujar Ayah melirik parsel buah itu


"Ayah sebenernya ngomong apa sama dia semalam?Jangan bilang Ayah ngomong yang aneh-aneh ya ... dia kan cuma boss Lyra ,yah!"


Tudingku kesal


"Sekarang masih boss siapa tahu besok jadi suami"


Ayah berlalu begitu saja meninggalkan aku yang tersipu mendengarnya


"Ayah!Becandanya gak lucu!"


Ujarku ketus


"Pagi-pagi udah berisik,cepat siap - siap sana!"


Ujar Ayah menyadarkanku untuk segera memulai aktifitas hari ini.


****


Roan melewati mejaku dengan ekspresi dinginnya seperti biasa,namun dia berhenti dan berbalik.


"Ayah kamu posesif juga ya?!"


Aku langsung berdiri mendengar ucapan itu


"Saya minta maaf kalau ayah bilang yang aneh-aneh,tolong jangan di masukan ke hati"


Ucapku sopan


sebenernya Ayah bilang apa aja sih ke dia?!


Roan mendekati mejaku lagi dan yang lebih mengejutkan sambil tersenyum,bukan... menyeringai tepatnya.


"Gak kok ... Ayah kamu baik,cuma protektif aja sama anak perempuannya"


Ucapannya membuatku makin penasaran tentang obrolan dua lelaki itu semalam


"Maaf,Pak ...Ayah saya bilang apa aja memangnya?"


berharap Roan menjawabnya


"Ya itu kan rahasia antar lelaki,kamu gak boleh tahu"


Ujarnya meninggalkanku dan masuk ke ruangannya

__ADS_1


Aku mencak - mencak sendiri sangking kesalnya,memang seberapa dekat dia dengan ayah sampai punya rahasia.


****


Aku menyodorkan teh manis buatanku pada Roan,entah mengapa sekarang Roan sudah tidak pernah menyuruhku membeli kopi di Cafe milik Sendy.


Sendy sendiri sekarang melarangku minum kopi karena pencernaanku yang bermasalah tempo hari.


Telepon berbunyi,belum sempat aku menyapa Roan sudah memberi perintah.


"Rapi kan buku di rak,sudah acak - acakan lagi"


Dan dia menutup saluran telepon tanpa menungguku menjawab.


Bukannya baru dua hari yang lalu aku rapi kan ratusan buku itu???


Merapikan buku memakan waktu hingga sore,Roan selalu meminta di susun sesuai abjad.


Entah kapan dia membacanya,tapi selalu saja berantakan.Aku paling tidak suka tugas ini,selain melelahkan tugas ini membuat aku harus berada di ruangan yang sama bersamanya seharian.


Aku masuk ke ruangan Roan,dan segera membereskan buku - buku itu.


Aku melirik ke arah Roan,dia sedang membaca beberapa draf sambil menyangga dagunya dengan tangan.


Mungkin hanya perasaanku kalau dia memandangiku tadi...


Tiba - tiba seorang wanita dengan gaya imutnya menerobos masuk dan langsung duduk di pangkuan Roan.


Roan menghela nafas jengah melihat kehadiran wanita itu,aku terus merapikan buku.


"Ka Roan kemana aja sih,di hubungi susah banget ... Fira kan kangen ka"


Suaranya imut dan renyah terdengar di telinga


Seingatku Roan itu anak tunggal,dia tidak punya adik.


Ah... mana mungkin perempuan gak ngegoda dia,apalagi sekarang dia udah sukses!


"Aku lagi kerja,Fira ... "


Suara Roan nampak kesal terdengar olehku


"Eh kak... dia siapa?"


Pertanyaan wanita itu tertuju padaku


Aku berbalik dan memberi hormat dengan menundukan sedikit kepalaku,lalu hendak berlalu tanpa menjawab melihat wanita itu yang masih betah di pangkuan Roan.


"Mau kemana?"


Tanya Roan dingin,aku menghentikan langkahku dan berbalik


"Saya akan membereskan buku lagi setelah ke toilet,Pak"


Bohongku padanya


"Baguslah,ngerti situasi...aku kan kangen banget kak Roan"


Ujar wanita itu senang melihat kepergianku.


Entah mengapa,rasanya melihat hal itu perasaanku sakit sama seperti melihat Roan dan Rani dulu berpacaran.


Hanya wanita bodoh sepertiku yang terus menerus menjadi budak cinta seorang lelaki tanpa balas selama sepuluh tahun lebih.


Aku menatap pantulan diriku di cermin,dari sudut manapun aku memang sangat biasa bila di banding Rani atau wanita barusan.


Rani dan wanita tadi terlihat bukan wanita sembarangan dari cara mereka berpenampilan,sudah barang tentu mereka dari keluarga kaya raya.


Sedangkan aku?

__ADS_1


Aku mengusap wajahku tak ingin memikirkan hal itu,aku tak berhak merasa cemburu atau membanding- bandingkan diri dengan wanita wanita Roan yang jelas bak bumi dan langit denganku.


Itukan urusan pribadinya...


Aku sengaja berlama - lama di toilet menunggu perempuan itu pergi dari ruangan Roan.


Tak lama satu pesan masuk ke ponselku.


Dimana?


Roan bertanya,artinya sudah tidak ada wanita itu lagi.


Aku kembali ke ruangan itu dan hendak merapikan kembali buku buku itu.


"Kamu itu ya ! malah ninggalin!Lain kali kalau ada perempuan gayanya pecicilan gitu bilang aku gak ada ,lagi meeting di luar!kalau udah terlanjur masuk kaya tadi harusnya kamu usir dia"


Roan memarahiku


"Maaf,Pak saya kira itu pacar Pak Roan,mana berani saya mengusir"


Belaku di hadapannya dengan wajah sedikit kesal


"Aku itu gak punya pacar,Lyr...Belum"


Dia melirikku sekilas sambil membolak balik drafnya.


"Ya,pak maka dari itu.bisa aja kan yang tadi itu orang yang lagi PDKT misalnya sama pak Roan,saya kan mana tahu?!"


Aku tidak terima di salahkan hanya karena masalah yang tidak aku tahu.


"Kok kamu malah marah balik sih?"


Roan menatapku kesal


"Maaf Pak"


Ujarku tak ingin memperpanjang.


Meski hatiku kesal aku hanya membereskan buku tanpa membuka suara.


Harusnya tuh kasih dong list perempuan mana aja yang boleh masuk sama yang gak boleh masuk ke ruangannya biar aku hafalin satu - satu mukanya!!!


Baru sebulan bekerja sudah dua wanita menerobos masuk ke ruangannya,belum lagi yang mengirim bunga bahkan makanan yang tidak pernah Roan sentuh.


Aku seperti bekerja dengan Idol K pop yang banyak idolanya itu!!!


"Makan siang dulu"


Ucap Roan menyodorkan satu kotak makanan ke arahku


Tanpa sadar jam sudah melewati jam makan siang,aku menggelengkan kepala


"Saya akan makan di kantin kantor saja,Pak"


Aku meninggalkannya tanpa meraih kotak makanan yang dia sodorkan padaku.


Sebenarnya aku sama sekali tidak ingin makan,tapi aku berusaha makan beberapa suap karena tak ingin sakit lagi.


Di tambah perasaan dongkolku pada Roan membuat nafsu makanku hilang,suasana di kantin pun tidak bersahabat.


Desas desus mengenai diriku yang mendekati Roan dengan cara-cara licik nampak menyebar di kantor dan semua orang menjauhiku.


Setelah selesai dengan makananku aku kembali ke meja dengan mood yang makin berantakan.


Aku mengetik pesan pada Sendy


Pulang kerja makan yang pedes - pedes yuk!


Makanan pedas adalah penolong moodku saat moodku berantakan,aku tak ingin pulang dengan mood ini dan membuat ayah atau ibu khawatir.

__ADS_1


Ok,setuju!!!


Sendy dan semangatnya selalu membuat moodku naik.


__ADS_2