KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
Rasa bersalah


__ADS_3

Setelah menemaninya makan,kami berakhir di berjalan di atas trotoar.Aku berniat memesan ojek di depan perusahaan sambil menikmati udara malam kota itu.


"Aku antar pulang ya"


Ujar Roan padaku


Aku menghentikan langkahku,dia berbalik ke arahku setelah beberapa langkah di depanku


"Pak Roan kayanya gak nyimak omongan saya tadi?"


Ucapku setengah kesal


"Aku dengar,tapi apa boleh aku menebus kesalahanku dulu?"


Ucapnya sendu


"Kesalahan?"


Tanyaku dengan wajah datar


"Kesalahan karena memperlakukan kamu dengan tidak baik dan kasar.Pesan waktu dulu,aku ingin menebusnya"


Ucapnya sambil tertunduk,ada rasa iba melihatnya yang terlihat tak berdaya seperti itu


"Masalah itu,saya sudah memaafkan dan melupakannya.Saya hanya tidak mau salah mengartikan kebaikan Pak Roan lagi"


Ucapku sambil tertunduk,kata - kata aku dan Roan seakan menyedot semua energi kami masing - masing.


"Kamu gak salah,Lyr"


Ucap Roan mendekatiku


"Saya tahu perasaan kamu udah berubah,dan pasti berubah setelah sepuluh tahun lebih.Orang - orang bahkan bilang perasaan suka ketika usia kamu dulu itu cinta monyet,tapi..."


Roan meraih kedua lenganku lembut membuat wajahku bersemu merah.


"Sekarang,aku yang suka kamu...Tanpa aku sadar,aku menyukai kamu sekarang.Melihat kamu sama teman kamu tertawa lepas aja udah bikin hati aku terbakar"


Roan menatapku dalam,aku mengalihkan pandanganku tak ingin menatapnya lebih lama.


Aku melepaskan tangan Roan dari lenganku dan mundur beberapa langkah


Ini gak adil,aku menyukainya bertahun - tahun dan dia terus menolakku dengan sikapnya.Tapi sekarang,dengan mudahnya dia mengungkap perasaan yang baru dia rasakan kurang dari sebulan saja padaku yang sebenarnya bisa saja langsung ku sambut hangat dengan pelukan!Ini gak adil!!!!


Aku tak menjawabnya,aku hanya berlari menjauh darinya tak ingin mendengar pengakuannya lagi.


Betapa gampangannya aku ini kalau aku langsung menerimanya,harga diriku tercabik cabik.

__ADS_1


Bisa saja dia juga sebenarnya hanya merasa bersalah padaku,perasaannya itu belum tentu benar seperti perasaanku padanya.


Entah berapa lama aku berlari,sambil terengah aku menangis.


Si bodoh itu bahkan berani datang padaku setelah membuatku seperti sampah yang tak diinginkannya sampai-sampai membuatku memutuskan pergi dari sekolah,menghancurkan masa depanku sendiri.


Aku harus membencinya,aku seharusnya begitu!!!!


Sekarang aku malah membenci diriku sendiri yang berdebar mendengar pengakuannya!


Ayah menelponku,aku mengatur nafas sebelum mengangkatnya


"Nak,cepat ke rumah sakit ...Ibu terjatuh dari kursi roda,sekarang ibu koma"


Aku lemas mendengar berita itu,aku segera menghapus air mataku dan segera menuju rumah sakit.


***


Aku memegangi tangan ibu yang terasa dingin itu dengan air mata berlinang,entah berapa kali hanya kata maaf yang keluar dari mulutku.


Meskipun maaf saja tak cukup,meski aku mengulangnya seribu kali di depan ibu yang sudah tak sadarkan diri itu.


Aku merasa menjadi anak tak berbakti selama ini,aku selalu membuat orang tuaku khususnya ibu selalu menatapku sedih dan khawatir.


Aku belum bisa menjadi anak yang membanggakan bagi ibu,keadaan ibu yang seperti ini membuatku takut ibu pergi cepat dariku tanpa sempat aku bahagiakan.


Tiba - tiba keadaan ibu drop,beberapa dokter dan suster masuk ke dalam ruangan dan menyuruhku menunggu di luar.


Malam itu,ibu pergi untuk selamanya...


Meninggalkan aku dan ayah dalam kesedihan yang dalam,hingga kami merasa seisi dunia kosong meski beberapa kerabat bahkan Sendy dan Roan datang mengucapkan belasungkawa.


Perasaan hampa dan menyesal menyelimuti hatiku.Ayah beberapa kali memintaku tegar dan ikhlas,namun aku masih larut dalam kesedihanku sendiri.


****


Beberapa hari aku menolak makan dan minum,aku bahkan tak mau menerima panggilan telepon dari siapapun.


Hari itu aku menatap kursi roda ibu yang kosong tak berpenghuni,masih terbayang senyum ibu yang lembut melepasku pergi ke kantor di hari terakhirnya.


Tak ku sangka itu adalah senyuman perpisahan...


Kalau aku tahu,mungkin aku akan memilih bersama ibu hari itu.Menceritakan semua isi hati dan meminta maaf ribuan kali padanya.


Namun kini,semua sudah terlambat...


Roan berdiri di hadapanku membuatku menyeka air mata dari mata sembabku

__ADS_1


"Pak...ada apa?"


Ujarku dengan suara serak


"Ayah yang panggil Roan kesini.Biar dia bujuk kamu untuk makan"


Ucap Ayah dengan nada khawatir,lalu berlalu meninggalkan aku dan Roan di halaman belakang.


Roan duduk di hadapanku sambil meletakan semangkuk bubur di atas meja


"Aku tahu kamu sedih,tapi kamu gak boleh bikin Ayah kamu khawatir"


Ucap Roan menyodorkan sesendok bubur ke arahku yang tak ku lirik sama sekali


"Ayah kamu sampai memohon biar aku datang kesini"


Ucapnya menghela nafas sambil menyimpan kembali sendok di mangkuk.


"Sejak kapan Ayah dekat sama Pak Roan?"


tanyaku sinis


"Sejak aku minta ijin mendekati kamu"


Deg


Seserius itu kah perasaan dia padaku?


Aku menatapnya dan meraih mangkuk bubur dan memakannya sendiri.


"Saya sudah makan,Pak Roan bisa pulang.Maaf merepotkan"


Ucapku menahan air mataku sendiri


Aku tak ingin Roan sekarang,aku hanya ingin masa laluku dulu.


Karena Roan,aku bertindak bodoh dan membuat ibu menderita melihatku yang putus sekolah.


Roan meninggalkanku dengan langkah gontai,sambil sesekali melirikku dengan mata sendunya.


Kini melihat Roan,aku malah mengingat ibu...


Kalau saja aku tak sesuka itu pada Roan,mungkin aku akan menjadi anak yang tidak membuat ibu khawatir hingga mempersingkat hidup ibu.


Aku tak bisa berbohong,aku menyukai ... bukan aku mencintai Roan!!! hingga aku menjadi bodoh,bahkan saat ini aku berdebar melihat kedatangannya ...


Tapi rasa bersalahku pada ibu sungguh menyiksaku...

__ADS_1


Aku menangis tanpa suara,dadaku sesak merasakan kesedihan ini.


ibu...ibu maafkan aku yang menyukainya,ibu aku salah kalau aku menyukainya lagi bu... bu aku mencintainya,mengapa aku bodoh sekali bu...Ibu !!!!!


__ADS_2