KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
Percaya diri yang hilang


__ADS_3

Ayah menyambut kedatangan Aku dan Roan,hanya sebentar berpisah dengan ayah kini aku merasa waktu bersama ayah sangatlah berharga.


Aku berhambur memeluk ayah erat di halaman rumah yang terasa hangat itu,setelah bekerja selama seminggu rasanya ingin bertemu dengan Ayah.


Roan mengijinkan,dan tentu pergi bersamanya.


"Ayah ...Lyra kangen..."


rengekku seperti anak kecil dalam pelukan Ayah


"Belum sebulan nak"


Ayah terkekeh dan melepaskan pelukannya merangkulku untuk memasuki ruang tamu.


Kami duduk berhadapan dengan Ayah yang menatap kami hangat


"Gimana nak Roan ? nyebelin ya Lyra?"


tanya Ayah dengan senyum cerah membuatku menyebikan bibirku


"Dikit yah ... kalau lagi ngambek ... tapi bikin gemes"


Aku Roan tersipu malu membuatku menyentuh lengannya kesal.


"Dia tuh Yah ... cemburuan !"


mengadu pada Ayah membuat ayah tertawa terbahak - bahak


"Lho kok jadi main ngadu gini ?!"


Kata ayah terbahak


"Dia duluan kan yah!"


protesku kesal


"Lyra ... cemburu itu tandanya Roan benar - benar mencintai kamu.Kamu juga harus bisa jaga sikap,kan sekarang udah jadi istri Roan"


Aku memutar bola mata kesal mendengar ayah membela Roan.


"Bela aja terus ... udah ah ... aku mau buat minum aja"


Runtukku kesal sambil berlalu ke dapur meninggalkan Roan yang menatapku lembut


Dapur dan ruang tamu tak begitu jauh aku masih bisa mendengar dengan jelas perbincangan antara mertua dan menantu kesayangannya itu.


"Awalnya Ayah ragu kamu mau menikahi Lyra karena permintaan almarhumah"


Suara ayah terdengar sedih menyebut ibu membuatku ikut merasakan kehilangan itu lagi.


Aku membuka penutup makanan di meja makan,ternyata kosong.


Aku memutuskan akan masak untuk ayah setelah mengantarkan minuman yang ku buat


"Tapi sepertinya Roan cinta banget sama Lyra,ayah jadi tenang"


ucap ayah lagi


"Saya memang mencintai Lyra yah... saya cuma terlambat menyadarinya.maafkan saya"


jawab Roan penuh nada penyesalan


"Hahahaha... sekarang jadi bucinnya Lyra ya?"


tawa ayah menggema di udara


"Ayah gaul juga sampai tahu istilah bucin hahaha"


Roan ikut mencairkan suasana yang mulai menyendu

__ADS_1


"Tapi,sepertinya Lyra belum bisa memaafkan saya sepenuhnya karena penolakan saya dulu "


Roan kembali berbicara dengan nada sedih


"Nak,harus lebih sabar ... Lyra itu orangnya agak pendendam tapi dia sebenarnya gak tegaan ... persis kaya almarhumah"


Ayah mengenang ibu dengan kata - kata nya


"Iya yah... saya akan lebih menunjukan perasaan saya sama Lyra,saya gak mau menyesal lagi."


Ucap Roan mantap


Aku muncul ke hadapan mereka dengan dua cangkir teh manis hangat membuat mereka membisu.


"Terusin aja,kedengeran kok sampai dapur "


Ucapku kesal melihat mereka bungkam


Roan menatapku tersipu malu membuatku mengernyitkan dahi


"Jangan ekspresi gitu disini dong! kan jadi gemes!!!"


kira - kira begitu tatapan mataku berbicara pada Roan


"Ayah,hari ini aku masakin ayah ya !?"


Usulku pada ayah


"Tapi di kulkas gak ada apa-apa Lyr"


Kata ayah menatapku


"Gak apa - apa,hari ini Roan sama Lyra ke supermarket belanja ya! numpung libur"


ucapku menatap Roan meminta persetujuan


"Iya yah... kita belanja dulu aja "


****


Roan meraih troly saat aku mulai mendorongnya dan mengambil alih membuatku tersenyum senang,Roan mulai memilah belanjaan


"Sekalian belanja buat di rumah kita juga"


Ujarnya sambil memasukan beberapa kaleng minuman soda favoritnya


"Aku kesana ya,mau milih sayur buat Ayah"


aku meninggalkan Roan tanpa persetujuannya


Aku memilih beberapa jenis sayur dan daging untuk ku masak dan sebagai stok Ayah di rumah,setelah selesai aku mulai mencari Roan.


Melihat Rani di sebelah Roan membuatku bersembunyi di balik rak - rak tinggi supermarket itu,dan memilih mengintip mereka dari jauh.


Mata Roan berlarian mencari sesuatu,sementara Rani nampak antusias bertemu Roan disini.


"Kalau punya istri kan gak harus belanja sendiri"


Celetuk Rank membuat Roan menghentikan langkahnya dan menatap tajam wanita cantik itu.


"Aku gakan biarin istri aku belanja sendirian"


Ucap Roan dingin


"Uhhh... so sweet nya kamu ...jadi kapan nikahin aku?"


Tanya Rani penuh nada menggoda


"Aku udah nikah ..."

__ADS_1


Roan menghela nafas kesal


"Hahaha... jangan becanda kaya gitu,gak lucu Roan!"


kekeh Rani namun wajahnya terlihat marah,mungkin kerasa di tolak oleh Roan.


"Aku serius,makanya jangan ngajak aku nikah lagi!"


Hardik Roan tajam membuat Rani bungkam sesaat


"Aku gak percaya kamu udah nikah,buktinya kamu kesini sendirian "


Ucap Rani dengan nada serius


"Aku datang sama istri"


Jawab Roan dingin


"Roan... Roan ... kalau mau nolak aku gak gini caranya ... kamu itu dari dulu waktu kita pacaran pun alasan putusnya suka gak masuk di akal.makanya aku merasa udah putus sama kamu... kamu itu masih pacar aku sampai sekarang "


Sudah tak lagi punya harga diri demi Roan di hadapannya itu


"Terserah kamu,nanti aku kasih undangan resepsi setelah dia setuju tanggalnya"


Ucap Roan mulai meninggalkan Rani


Aku berlari ke arah kasir dan segera membayar belanjaanku,aku tak ingin Rani menghinaku di depan Roan.


Rani pasti sedang marah karena penolakan Roan,aku juga tak mau Roan sampai hilang kendali dan mengakui pernikahan kami di depan Rani yang sedari dulu tak menyukaiku.


Beberapa lama aku menunggu di pinggir mobil Roan,berjongkok dan bersembunyi tak ingin ada yang melihatku.


Bila di bandingkan Rani,aku bukanlah tandingannya.Terus terang percaya dirimu habis setiap melihat Rani,Roan bahkan tak rabun dia pasti bisa melihat aku tak sebanding dengan Rani.


Aku merasa kesal sendiri saat melihat Rani dan Roan yang cocok berjalan berdampingan dengan Rani.


"Aku nyariin kamu,malah disini "


Ujar Roan jengkel sambil menjinjing beberapa kantong plastik besar di tangannya


"Cepetan buka pintu mobilnya!"


Ujarku padanya sambil melihat sekeliling was was kalau Rani melihatku bersama Roan.


Roan membuka pintu mobil dan aku segera masuk dengan perasaan gusar,bahkan menutupi wajahku sambil menunduk saat mobil berpapasan dengan sosok Rani yang baru keluar dari supermarket itu.


"Kamu kenapa sih?!"


Menyadari aku yang menghindari Rani


"Enggak... "


Jawabku muram


"Aku gak mau dia ganggu aku lagi,atau ganggu kamu lagi.aku udah bilang aku udah nikah,tadinya kalau ketemu kamu aku mau ngenalin ke dia siapa istri aku.Tapi kamu malah sembunyi kaya gitu"


Aku bungkam,aku bukan tak ingin Roan memperkenalkanku pada Rani hanya saja aku tak punya kepercayaan diri untuk berdiri di samping Roan yang sempurna.


"Kamu malu punya suami aku?"


Tanya Roan padaku membuatku tak habis pikir kemana pikirannya selama ini.


Malu? bukannya aku yang memalukan???


"Bukan ... justru aku yang malu - maluin"


aku meremas jemariku sendiri kesal dengan pengakuan tak berdayaku di hadapan Roan.


"Kamu tuh ngaco ... malu - maluin kenapa coba?"

__ADS_1


Aku bungkam tak menjawabnya tak ingin membuat harga diriku makin hancur.


__ADS_2