KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
bersiap memaafkan


__ADS_3

Aku memutuskan menunggu di kantor,membiarkan Roan dan Raka menyelesaikan segala urusan bisnis dengan Mawar


Akan aneh situasinya bila aku dan Mawar bertemu di ruangan meeting,biarkan mereka menyelesaikan segala urusan bisnis sampai selesai terlebih dahulu.


Sejujurnya aku benar - benar gugup,aku bahkan tak tahu apa yang harus aku ekspresikan di depan Mawar nanti.


Meski ada sedikit rasa memaafkan setelah cerita Roan,tapi kisah masa lalu itu selalu menyiksaku dan aku merasa harga diriku terluka.


Aku tahu aku pergi dari sekolah bukan seratus persen karena Mawar penyebab utamanya,tapi bukan artinya Mawar bukan penyebabnya.


Pembullyannya sudah menyerang mental dan fisikku saat itu.


Lamunanku pecah saat Roan dan Raka sudah kembali dari perusahaan Mawar.


"Kamu baik - baik saja ?"


Tanya Roan melihat wajahku yang terlihat gusar


"Saya baik - baik saja Pak"


Roan memutar bola matanya mendengar panggilan " Pak "


"Selesai kerja kita bertemu di Cafe milik temanmu itu"


Ujarnya berlalu meninggalkan aku dan Raka yang sudah duduk di sebelahku.


Tunggu?


Cafe milik temanku ?


Sendy maksudnya ?

__ADS_1


terus ... nanti Mawar bertemu Sendy ?Semenjak Sendy tahu Mawar membullyku dia membenci Mawar dan tak pernah mau membahasnya.


Lalu kalau mereka bertemu ?!


Aku berlari menerobos ruangan Roan,Roan bahkan belum duduk di kursinya dan berbalik


"Ada apa ? Bukannya sekretaris harus mengetuk pintu dulu sebelum masuk ruanganku?"


Ucap Roan memasukan tangannya di saku celana


"Jangan di Cafe Sendy !"


Ujarku gusar


"Ya biarin lah ... lagian Mawar juga masih kepengen ketemu sama Sendy,bagus kalau mereka jadian.Jadi gak ada lagi celah buat Sendy lirik kamu "


Tak setuju dengan ucapanku.


"Tapi ... Roan ,kamu tahu gak ? Sendy itu benci banget Mawar !"


"Gak usah khawatirkan hal yang bukan urusan kamu"


Ucap Roan dingin


"Tapi ...."


tak ada lagi kata yang keluar dari mulutku saat Roan duduk di kursinya dengan gaya Bossnya yang menyebalkan


"Kembali bekerja "


Titahnya membuatku kesal,meninggalkannya dengan langkah kaki yang sengaja aku hentakan.

__ADS_1


Kalau aku bilang pada Sendy mengenai Mawar dia pasti marah,tapi kalau aku tidak bilang dia pasti lebih marah.


Tapi,apa yang harus ku katakan terlebih dahulu?


Aku mematung sambil memegang smartphoneku,otakku terasa tak bisa dipakai berpikir saat ini.


ah... sudahlah ...


Biarkan terjadi begitu saja,meski aku tetap berharap hari ini Sendy tidak ada di Cafenya.


Semoga saja ...


****


Hari itu aku benar - benar merasa gusar,sebagian pekerjaan Raka yang membereskan tanpa banyak protes padaku.


Dia tahu persis perasaanku meski tak banyak bicara,tipe lelaki peka dengan tampilan dingin kesukaan kaum wanita.


Readers ? ada yang mau sama Raka ? cowok pinter berkacamata ,tampilan sedingin es balok tapi peka kaya oppa-oppa korea ???


Roan keluar ruangannya dan menatapku


Sudah siap begitu tatapannya bertanya,aku menganggukan kepala dan segera membereskan barang - barangku.


Melangkah menuju Cafe tempat di mana aku dan Mawar akan kembali bertemu.


Ribuan kemungkinan sudah ku putar berulang kali saat pagi hingga tadi,ku putuskan takan banyak berbicara saat bertemu dengannya.


Berupaya mendengar segala permintaan maaf yang mungkin akan terluncur dari mulutnya,entahlah ...


Tapi apapun alasannya aku harus memaafkannya.

__ADS_1


terkadang memaafkan itu bukan demi siapapun,memaafkan adalah untuk diriku kita sendiri.


Memaaafkan membuat hati lebih ringan dan tenang.


__ADS_2