
Menyakitkan saat Roan mengacuhkanku, kenangan saat dia menunjukan sikap penolakan terhadapku saat kami masih sekolah membuatku kesal.
Namun aku mengalihkan perhatianku dengan membuka smartphone dan membaca novel online favoriteku.
Tapi sejak aku menikah dengan Roan,aku merasa cerita itu tak lagi menarik.
Kecemburuan berlebihan seorang suami kepada istrinya sendiri terasa lebih naif dari biasanya.
Bukannya malah senang aku malah semakin kesal setelah membaca novel tersebut.
Aku menghembuskan nafas kasar dan melempar pandanganku ke sekitar ruang keluarga yang sepi,Roan bahkan langsung masuk ke kamar saat kami tiba tanpa berkata apapun.
Dia marah...
tapi akupun merasa jengkel dengan kecemburuannya dan keposesifannya yang kadang terasa naif.
aku ingin dia percaya padaku...
Percaya bahwa aku bisa menjaga diriku sendiri,dan percaya bahwa tak ada lelaki lain di hatiku.
Seserakah itu Roan padaku,padahal dia menolakku mati - matian dulu.
Rasanya ingin pulang malam ini juga dan menangis pada Ayah,tapi hal itu hanya akan memperburuk keadaan.
Ibu,lelaki pilihanmu ini membuat aku tercekik oleh cintanya ...
Bahkan untuk chatting dengan Sendy pun terasa ragu saat ini,aku takut dia marah ... aku takut memperburuk hubungannya dengan Sendy.
Sementara aku berharap suatu hari kelak mereka bisa saling akrab satu sama lain.
Aku menuruni tangga dan membuka pintu,Pak Yanto bahkan sudah menghadang di depan pintu.
"Pak... saya cuma mau duduk di depan rumah"
Dia menyingkir masih dengan posisi sigap,membuatku menghela nafas jengah.
__ADS_1
Aku duduk di kursi hitam itu sambil memandangi lingkungan rumah yang sepi,maklum saja cluster ini terbilang baru dan hanya beberapa penghuni yang meninggali rumah - rumah disini.
Mungkin saja mereka hanya membeli untuk investasi.
Aku menopang daguku dengan telapak tangan kiriku dan beberapa kali menghela nafas kesal,berharap kekesalanku menghilang dan memilih meminta maaf terlebih dahulu pada Roan.
Keheningan malam membuatku terhanyut dalam kilasan masa lalu,saat aku hanyalah mahasiswi kampus swasta yang terbilang jauh dari kata elit.
Setiap malam setelah makan dengan mie instan,aku duduk di posisi yang sama sambil memandangi beberapa tetangga kosan yang sedang bercengkrama dengan teman - teman mereka.
Sementara aku hidup dalam pelarian dan sendirian.
Kalau saja waktu bisa ku putar kembali,aku tak ingin lari seperti itu.
Aku hanya ingin melabrak Roan dan menyatakan dengan kencang bahwa aku tak melakukan hal rendah itu.
Naifnya aku ...
Tapi kini lelaki yang dulu mengatakan ingin aku pergi malah menahanku disini,mengekangku dengan cintanya.
Aku senang,jujur saja mendapatkan perasaan yang sama hingga menikah dengan Roan terkadang membuatku merasa hidup ini penuh dengan keajaiban.
Toh bagiku pribadi,aku bukan wanita yang cantik seperti halnya Rani atau Fira.
Ah...
aku kesal sekali...
Aku memilih masuk kembali ke dalam rumah,namun langkahku terhenti saat seseorang datang.
" Kamu istri Roan?!"
Seorang lelaki paruh baya namun penuh dengan kharisma membuatku terdiam beberapa detik.
"Maaf ... Bapak siapa ya?"
__ADS_1
Tak mungkin dia orang biasa atau bukan orang tak di kenal bagi Roan,cluster ini penjagaannya sangat ketat.
Pria itu menatapku tak suka dari ujung rambut hingga ke kepala,membuatku tertunduk
" Saya pamannya Roan "
Aku tercengang
"Oh ... silahkan masuk,saya akan panggilkan Roan"
Ujarku mempersilahkan,namun sebelum aku menyingkir dia sudah meringsek masuk menuju ruang tamu.
Pak Yanto bahkan tak bergeming,saat tahu orang itu adalah paman Roan.
Tanpa di persilahkan dengan gaya sombongnya dia sudah duduk di sofa,membuatku secepat kilat lari menuju kamar.
Roan tak ada di kamar ,aku berlari kecil menuju ruang kerjanya.
Roan dengan kacamata bacanya sedang membolak balik file di tangannya,melirikku.
" Ada paman kamu"
Ucapku tanpa menatapnya lagi.
Rahang Roan mengeras,dia melepas kacamatanya dan meletakannya di meja lalu memijat alisnya.
Dia bangkit berdiri
" Diam di sini sampai aku kembali"
Titahnya menutup pintu ruang kerjanya.
Aku penasaran,apa yang sebenarnya akan mereka bicarakan tanpa aku?
Bukan begitukan cara menyambut istri keponakan ?
__ADS_1
Lalu mengapa Roan tak pernah menceritakan pamannya ?
Aku sungguh penasaran