KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
Keinginan ibu


__ADS_3

Ayah mengusap kepalaku dengan hangat,kami sambil menatap dan menguatkan dari dalam hati.


"Nak,kenapa kamu ketus sekali sama Roan?"


Tanya Ayah penasaran.


Aku tak menjawabnya hanya menunduk tak ingin membahas masalah Roan pada Ayah.


"Kamu harus baik - baik sama Roan,sejak malam itu dia sering banget kesini tanpa kamu tahu buat sekedar menyapa ayah atau ibu,bahkan menyuapi makan siang ibumu"


Ucap ayah sambil menerawang jauh


"Roan?"


Aku tercekat menyebut namanya,beberapa kali memang dia tiba - tiba pergi keluar tanpa bilang akan kemana ketika jam makan siang.Tapi aku tak tahu kalau dia ke rumah!!!


"Ibumu itu,keliatan bahagia sekali kalau sudah ketemu nak Roan.Wajahnya berseri - seri berupaya ngomong sama nak Roan meskipun kadang tak jelas,tapi Roan selalu ramah sama ibu"


Membayangnya pun tak terbayangkan olehku,ayah menyodorkan ponselnya dengan foto Roan yang sedang menatap penuh sayang pada ibu di kursi roda.


"Lihat ... seperti ibu dan anak lelakinya kan?"


Ayah tersenyum tipis memandang foto itu.


"Lyra ... kamu punya satu kesempatan untuk membahagiakan ibu "


Aku menatap Ayah dengan mata sembabku


"Sebelum pergi,ibu sempat ngobrol dengan Ayah,Ibu pengen kamu nikah sama Roan... Roan anak yang baik dan berhati lembut,ibu pengen kamu di jaga selamanya sama dia "


Aku bangkit berdiri mendengar ucapan Ayah.


"Gak yah... ayah sama ibu gak tau siapa Roan !Roan itu...Roan itu... yang bikin aku pengen keluar dari sekolah !!!"


Ucapku setengah terisak


Namun,ayah nampak tak kaget sama sekali mendengarnya malah meraih tanganku dan menarikku untuk duduk kembali


"Sejak kapan Ayah punya putri yang pengecut ?Roan sudah cerita sama Ayah,Roan selalu minta maaf tentang hal itu.Dia salah karena langsung percaya sama omongan orang lain dan nolak kamu dengan cara kaya gitu... Tapi nak...keputusan buat keluar dari sekolah itu kamu yang buat sendiri,kamu terlalu takut buat ngejelasin semuanya ke Roan waktu itu.Makanya kamu memilih kabur ...Ayo jawab jujur,dari dalam hati kamu apa benar semua salah Roan?"

__ADS_1


Aku terdiam menundukan kepalaku mendengarkan kata - kata Ayah


"Tapi,kalau saja Roan gak ngirim pesan itu aku gak mungkin se drop itu Yah! aku gakan mutusin buat keluar walaupun aku harus di bully sama kakak kelas ! "


Pecah sudah air mataku


Ayah mengusap air mataku dengan lembut


"Itu sudah lama terjadi,sekarang Roan bahkan sudah mengakui kesalahannya."


Ucap Ayah dengan senyum lembut


"Iya yah ... aku sudah memaafkannya,tapi kalau untuk menikah dengan Roan? Lyra gak bisa Yah!Lyra ragu walaupun Roan sudah mengungkapkan perasaannya,bisa aja itu cuma perasaan bersalah doang!"


Protesku lagi


"Lyra,ini keinginan terakhir ibu sebelum pergi.Ini kesempatan kamu untuk membahagiakan ibu,ibu juga pasti akan memberikan yang terbaik buat putri satu - satunya "


menepuk nepuk punggungku lembut


"Kenapa harus itu yang ibu minta ???"


"Ayah percaya nak Roan itu lelaki yang baik,ayah harap kamu menurut kali ini "


Aku tak menjawab masih tak percaya dengan apa yang ayah ucapkan


"Nak Roan sudah setuju "


Makin menjadi tangisku mendengar hal itu,menjalin suatu hubungan lebih dari atasan kepada bawahan saja aku kabur kemarin!


Apa ini ?!menikah ???


Aku tak mau !!!!


Tapi,Ibu ? permintaan ibu bagaimana?


hiks


****

__ADS_1


Roan yang berdandan rapi tertunduk di hadapanku setelah berbicara dengan Ayah,dia nampak bingung dengan tatapanku yang mengintimidasinya


"Aku bakal menikah sama kamu... tapi tolong rahasiakan dulu sampai aku siap"


Ucapku sambil menyilangkan tangan di dada


"Baiklah,aku juga tidak akan memaksa kamu untuk melakukan kewajiban sebagai seorang istri"


Ucap Roan nampak tersipu


"Aku gak mau jadi istri durhaka,aku bakal ngurus kamu...aku mau memenuhi keinginan terakhir ibu"


aku tak menatapnya lagi tak ingin membuat jantungku aritmia lagi


"Baiklah,sesuai keinginanmu"


Dia menjawab pasrah masih dengan sikap malu-malunya


ini orang kok tiba - tiba malu-malu gitu sih???


Aku menutup mulutku dengan kedua tangan mengerti maksud kewajiban seorang istri yang dimaksud Roan,dan menyilangkan tanganku menutupi dada.


"Gak ada ya!!!aku mau tidur terpisah dulu!"


pekikku kesal


Roan menganggukan kepala pelan,ekspresinya halus membuat aku sedikit terpesona.


"Orang - orang kantor gak boleh tahu dulu!Aku masih mau kerja"


Lagi Roan menganggukan kepalanya,membuat aku menghela nafas lelah.


Kenapa sekarang keadaan jadi berbalik?


Mungkin dulu aku yang mangut - mangut kalau Roan berbicara sepertiku,tapi sekarang?


Roan bahkan tak membantah sedikitpun,entah bagaimana rumah tangga ini nantinya.Aku belum siap menerimanya apalagi setelah ibu tiada,rasa bersalah pada ibu yang besar membuatku menyalahkan Roan.


Aku membuka ponselku teringat Sendy yang belum aku kabari apapun,setidaknya cukup dia yang tahu tentang pernikahan ini.

__ADS_1


Lagi pula aku tak punya teman lain....


__ADS_2