KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
budak cinta


__ADS_3

"Gimana sekretarisku?"


Roan membuka pertanyaan saat dia duduk di tepi tempat tidur setelah mandi.


Balutan handuk kimono putih dan rambut yang masih basah membuatnya nampak sexy.


Aku terdiam sesaat,entah harus jujur atau bohong.


Tapi sepertinya Roan tak tahu apa - apa perihal Raka dulu,kalau dia tahu dia tak mungkin memperkenalkan Raka padaku dengan santainya.


"Kok diem?kenapa dia ganteng ya ?"


Cecarnya


"Hmmm... iya emang ganteng"


Jawabku sekenanya


TETOTTT


seketika Roan menerjangku hingga aku ada dibawahnya


"Yang ganteng di mata kamu harusnya cuma aku kan??"


Roan tak suka,dia benci pesaing


"Itu kan sudut pandang objektif,semua orang yang lihat Raka pasti bilang gitu!"


Protesku,tak ada maksud lain saat mengatakan itu.


"Pokoknya ... kamu gak boleh muji cowok lain"


Nadanya mengancam


"Maaf sayang"


Cuma kata - kata itu yang melunakan Roan saat ini.


"Katakan I Love you..."


Tuntutnya,kurang puas dengan panggilan sayang


"I Love you..."


Aku menatapnya penuh kesungguhan tak ingin memperpanjang perdebatan bodoh ini.


Tak ada yang lebih tampan dari orang di hadapanku ini,dia lah gravitasi hatiku.


Roan mengecup ringan bibirku


" Ahh... kamu selalu saja membuatku ingin memakanmu"


Ujarnya nakal


Aku yang mendengar itu langsung tersipu malu


"Tapi ... apa kamu gak kenal dia ?"


Mulai lagi pertanyaan yang membuat jantungku berdebar kencang


"Mak...maksudnya?"


Sedikit gugup,takut Roan hanya sedang mengujiku


"Dia satu sekolah sama kamu,dia kayanya kakak kelas kamu"


Mulai menatap heran padaku


"Eng... enggak kayanya"

__ADS_1


Jawabku gugup


di saat seperti ini harusnya aku lebih tenang tapi aku yang selalu berdebar di depan Roan terlalu bodoh untuk berpura - pura tenang


"Kamu lagi bohong?"


mulai melepaskan pelukannya membuat aku menggeser tubuhku dan duduk bersandar.


Tak ada gunanya aku membohongi dia,cepat atau lambat Roan pasti tahu.


Kalau dia tahu dari orang lain,aku bahkan tak bisa membayangkan betapa marahnya dia.


"Janji dulu..."


Ucapku pelan


"Janji? kenapa ?kenapa aku harus berjanji dulu"


cecarnya mulai tak sabar


"Pokoknya janji dulu"


Mulai merengek dengan nada menggemaskan


Sebenarnya,aku ingin muntah saat itu juga tapi tak ada cara lain untuk membujuk Roan


"OK ... aku janji,janji apa?"


segera menyetujuinya


"Janji gakan marah atau mecat Raka"


Roan menatapku heran


"Kenapa? kenapa harus janji seperti itu?"


"Janji dulu!"


Tak kalah memasang wajah merengek.


"OK ....OK ... Aku janji"


Tak sabar mendengar ceritaku


"Sebenarnya,Raka pernah menyatakan perasaan sukanya sama aku dulu"


ujarku masih takut dengan ekspresi Roan


"Terus kalian pernah pacaran?!"


Tuhkan ... dia mulai marah ... ahhh ... aku harus bagaimana? tapi sudah terlanjur cerita !!!


"Enggak ,aku nolak dia kok"


dengan cepat menggelengkan kepalaku.


"Tapi kenapa dia bilang gak kenal kamu waktu aku tanya dulu ya?!"


Mulai tercium aroma ketidak sukaannya pada Raka


"Mungkin aja dia lupa... ya ... itukan hanya masa lalu"


Ujarku berusaha mencairkan suasana yang mulai memanas


Roan seakan sedang menimbang sesuatu,matanya berlarian ke kanan dan ke kiri.


"Sayang"


Panggilku berusaha mendinginkan hatinya

__ADS_1


"Pokoknya gak boleh lihat dia lama - lama kalau ketemu"


Peraturan baru mulai meluncur dari mulut yang mulia raja


"Iya ...."


Tak ada pilihan lain,aku tak ingin Raka mendapat maslaah hanya karena sepotong masa lalu


"Jangan di bahas lagi kalau ketemu Raka "


Larangku.


Betapa akan terasa tak nyamannya Raka kalau Roan menyecarnya dan membahas masalah ini kan?


"Tergantung sikap kamu sama sikap dia! kalau dia deketin kamu,aku akan bahas ini biar dia bisa jaga jarak sama kamu!"


Yang mulia raja selalu punya aturan sendiri


Aku menghela nafas panjang


"Roan ... itu cuma masa lalu,kalau kamu nanya ke dia nanti dia malah jadi gak nyaman kerjanya"


berusaha menjernihkan pikiran Roan yang terbalut cemburu buta.


"Peduli banget sih sama dia !"


salah lagi


Ingin menangis rasanya menghadapi Roan saat seperti ini.


Hanya sebuah kecupan yang bisa meluluhkannya.


"Aku cuma peduli sama kamu,kamu memperkerjakannya kembali karena dia kompeten kan?"


harus selalu tentang dia,tidak boleh ada orang lain.


Dia menatap kedua bola mataku dengan tatapan melunak,satu kecupan ringan di bibirnya ternyata mampu membuatnya luluh.


"Kamu malam ini banyak banget ngegoda aku ya ?"


Tatapannya berubah nakal


Hah... ?


Aku cuma bisa membujuknya dengan cara ini,dan sekarang aku di sebut sedang menggodanya.


Roan memelukku dan menatapku yang kini kembali ada di bawahnya


" Aturan untuk seluruh karyawan pria,di larang melihat wajahmu"


What ???


aturan macam apa lagi?


Tapi membantahnya sama saja dengan cari mati bukan ?


"Wajah kamu hanya untuk aku lihat"


kalau begitu tutup saja wajahku ini dengan kain atau semacamnya kalau aku keluar.


"Bucin ..."


ujarku memukul dadanya yang kini setengah terbuka


"Iya ... aku emang budak cinta kamu"


Tanpa malu dia mengiyakan hal itu dan ******* bibirku mesra.


Baiklah,terima saja semua cinta dari Roan yang dia tidak berikan padaku dulu.

__ADS_1


__ADS_2