KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
Balas Dendam Yang Gagal


__ADS_3

Ohokk ...ohokk!!!


Sendy terbatuk batuk saat aku menceritakan Roan yang mengantarkanku pulang juga memberikan parsel buah -buahan untuk Ayah.


Aku memberikan segelas air pada Sendy yang nampak kewalahan karena terbatuk saat memakan makanan pedas itu.


Sementara aku yang memang penikmat makanan pedas dengan santai ******* ceker ayam level mematikan itu di hadapannya dengan santai.


"Sebenernya dia maunya apa sih?gak usah sok-sok an baik di depan Ayah,ayah nanti salah paham kan? apalagi Ayah nyuruh aku ngenalin pacar,dan pengen aku cepet - cepet nikah!"


Sendy batuk - batuk lagi,wajahnya sudah merah padam


"Kamu tuh ya jangan maksain kalau pedes!!!"


Ucapku sambil menepuk-nepuk punggung Sendy


"Gini Lyr..."


Sendy kembali meneguk air di gelas yang tinggal setengahnya itu sebelum melanjutkan perkataannya


"Kayanya si Roan ada niat ngedeketin kamu deh..."


Aku berhenti mengunyah dan menatap Sendy


"Maksudnya ? ngedeketin gimana?"


Ucapku serius


"Aku ini lelaki aku tahu betul,gerak geriknya dia tuh yang dari tadi kamu ceritain."


Masih menahan pedas di mulutnya


"Ngomong tuh yang jelas ! "


Hardikku penasaran


"Dia kayanya suka sama kamu Lyr!"


Setengah berteriak padaku


Aku tertawa terbahak - bahak mendengar ucapannya itu hingga air mataku keluar di sudut mataku.


"Sendy kalau ngelawak gak nanggung ya !"


Ujarku menepuk lengannya sedikit keras


"Dia suka sama kamu Lyr...aku yakin!"


Ucapan Sendy menghentikan tawaku


Aku memutar kembali setiap momen bersama Roan di kepalaku setelah berjumpa kembali sebagai sekretaris dan CEO.


"Bener kan??"


Kata Sendy sambil menatap wajahku


"Tapi aku gak percaya dia suka sama aku ah ..."


ujarku menggelengkan kepala


"Denger ya Lyr... kalau dia suka kamu,kamu jangan suka dia lagi!kamu harus inget sikap dia dulu ke kamu..."

__ADS_1


Ucapan Sendy ada benarnya.


Setelah dia membuang segala perasaanku ke tempat yang paling gelap,menyuruhku enyah dari kehidupannya dan mengatakan akan muntah bila bertemu denganku.


Kalau dia sekarang benar menyukaiku,bukannya aku harus membuat dia merasakan apa yang aku rasakan dulu.


Tapi?Seorang Lyra yang lembek ini? apa sanggup?menatap matanya pun membuat jantungku berdebar.


Hatiku yang lemah ini selalu saja berharap padanya meski dia pernah memperlakukanku buruk,bahkan aku terus menyukainya setelah sepuluh tahun berlalu.


"Lyra!"


Sendy menatapku yang masih tenggelam dalam pikiranku sendiri.


"Gak tau deh Sen,lagian juga perkiraan kamu salah... Dia punya segudang perempuan cantik yang menanti dia kok...apalah aku yang kentang ini...hahaha"


Aku tertawa miris membayangkan Rani dan Fira.


"Kamu juga cantik kok Lyr"


Sendy memujiku dengan wajah tersipu membuat aku terkekeh geli.


Aku memegangi pipiku dengan kedua tangan dan membuat ekspresi sok imut di depan Sendy


"Aku cantik???"


Godaku pada Sendy


Tapi Sendy menatapku serius


"Ih... gak asyik ah... ekspresinya gitu!"


Ujarku kesal melepas tanganku dari pipi


Ujar Sendy serius,membuatku menatapnya heran.


"Seriusan...Kamu emang cantik ... kalau di lihat dari gedung itu"


Menunjuk puncak sebuah gedung pencakar langit diluar restoran lalu terkekeh geli.


Aku mencubit lengan Sendy kesal membuatnya mengaduh kesakitan.


"Kalian disini juga?"


Cengkrama kami langsung buyar mendengar suara yang tak asing di telingaku,Roan berdiri di samping meja kami dengan gaya sok coolnya itu.


Sendy bahkan menatapnya tak suka,aku melihatnya dengan perasaan kaget.


"Saya mau makan disini,kebetulan ada kalian saya ikut disini ya"


Segera duduk di hadapan aku dan Sendy tanpa meminta persetujuan kami.


Kami bahkan hanya memandanginya yang kepedasan karena makan ceker ayam itu tanpa berbicara padanya.


Hingga suara ponsel Sendy berbunyi,aku masih menatapnya yang masih makan dengan lahap tak mempedulikan aku atau Sendy yang sedang menelpon.


"Lyr,kayanya aku harus balik ke Cafe ada masalah dikit"


Ujar Sendy setelah menutup saluran teleponnya.


"Aku juga mau pulang kok..."

__ADS_1


Kataku segera berdiri


"Pak,saya duluan ya ... "


Pamitku padanya yang masih sibuk melahap makanannya.


Aku berlalu bersama Sendy meninggalkan Roan sendirian


Sekali saja,aku ingin mengacuhkan dia.sekali saja biarkan dia merasakan tidak di anggap...


****


Roan


Aku menyimpan sendok di atas meja dengan kasar,aku masih tak percaya Lyra memilih pergi bersama Sendy dan meninggalkan aku sendirian dengan makanan yang sebentar lagi membuat perutku sakit ini.


Aku meminum air dari gelas hingga habis,dan melonggarkan dasi yang ku kenakan.


Melihatnya bercengkrama dengan Sendy dari luar restoran ini membuatku mengorbankan pencernaanku,tapi dia malah meninggalkanku?


Tak ku sangka menyukai seorang Lyra serumit ini.


Di saat Rani bahkan Fira menyodorkan diri padaku,Lyra yang katanya dulu semasa sekolah pernah menyukaiku malah seperti menjaga jarak denganku.


Aku ingin sekali menarik tangan Lyra untuk kembali duduk di hadapanku,tapi aku tak punya alasan yang bagus.


Lyra selalu menjaga jarak denganku di kantor,dan ternyata di luar kantor pun dia masih menjaga jarak.


Sebegitu tak sukanya dia padaku sekarang????


Semua ini kadang membuatku ingin mengungkapkan perasaanku secara blak - blakan,tapi nyaliku menghilang entah kemana saat bersamanya.


****


Sendy melambaikan tangannya dan berlari menuju Cafe yang letaknya memang tak jauh dari restoran tadi.


Selepas kepergian Sendy,aku menatap Roan yang terduduk diam menatapi makanannya.


Teringat ucapan Ayah yang menyuruhku lebih baik pada Roan,karena Roan adalah yatim piatu.


Kesedihan menyelimuti hatiku saat melihatnya terlihat kesepian seperti itu,langkah kakiku pun melangkah masuk kembali ke restoran itu.


Dan menghampiri Roan yang masih menatap makanannya dengan lesu,aku bahkan tak pernah melihat ekspresi seperti itu sebelumnya.


"Boleh saya duduk disini? Perut saya panas setelah makan makanan pedas,saya ingin memesan segelas susu"


Ucapku sambil menatap pelayan restoran yang sedang mengantar makanan di meja sebelah.


Roan menatapku dan menganggukan kepala cepat,aku duduk dihadapannya menatapnya yang kembali makan sambil menghela nafas.


"Pak Roan,boleh saya meminta sesuatu?"


Ucapku padanya,dia berhenti makan dan menatapku tanpa menjawab.


"Di kantor,atau di manapun kita.Saya harap Pak Roan tidak terlalu baik pada saya.Saya ini,hatinya lemah terhadap kebaikan.Saya takut malah salah mengartikan kebaikan Bapak"


Ucapku sendu


jangan kasih harapan apapun Roan ,please ...


Roan menatapku sebentar dan meneruskan makannya lagi tak mempedulikan ucapanku.

__ADS_1


Dia dengar gak sihhhhh ??!!!


****


__ADS_2