KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
Harus terbiasa


__ADS_3

Membuka mata di pagi hari karena aroma sedap yang memenuhi ruangan.


Hah....ternyata bukan hatiku saja yang gampangan tapi perutku juga....


Aku terbangun dengan selimut yang menutup rapat tubuhku dan segera ku singkap,aku keluar dari kamar dan mengikuti aroma sedap itu yang mengantarku ke dapur rumah itu.


Aku terpana beberapa saat,Roan yang sedang memakai celemek dari belakang di pagi hari membuat waktu berjalan lamban.


Dia berbalik membuatku gelagapan menangkap basah aku yang memandanginya dari belakang.


"Ganti baju dulu,biar aku cuci baju kamu sebelum pulang"


Ujarnya sambil meletakan dua piring nasi goreng di meja makan.


"Bajunya di atas meja di kamar tadi"


Aku berbalik untuk mengganti bajuku,perutku sudah menjerit lapar.


Aku menatap baju kaos putih polos ukuran besar itu,sudah jelas baju itu akan jadi daster yang menutupi sampai ke pahaku.


Entah sejak kapan tubuh Roan menjadi begitu tinggi di banding denganku,seingatku tinggi kami sama saat masih SMP.


Aku mencuci wajah dan menggulung rambutku asal lalu segera turun menuju meja makan setelah mengganti bajuku dengan kaos itu.


Roan terperangah dengan penampilanku,kaos putih itu malah memperlihatkan kaki jenjangku.


"Jangan lihat aku seperti itu!"


Dia segera memalingkan wajahnya dengan wajah memerah.


"Duduk dan makanlah"


Dia segera memakan nasi goreng buatannya sendiri itu dengan lahap tanpa menatapku lagi.


Aku ikut makan di hadapannya dengan perasaan canggung,rasa nasi goreng itu mengalihkan perasaan itu.


Sangat lezat...


"Enak...apa karena Pak Roan tinggal sendiri jadi bisa masak?"


Tanyaku padanya sambil mengunyah


"Jangan panggil Pak,ini bukan kantor!Lupa kalau kemaren kamu udah ngejambak rambut atasanmu?"


Roan memandangku sinis


"Maafkan aku"


Ujarku menyesal mengingat kejadian semalam.


"Kebiasaan kamu jelek kalau lagi di bawah pengaruh alkohol,jangan minum lagi!Apalagi sama Sendy"


Larangnya membuatku meletakan sendok di piring dengan kasar


"Apa hak kamu melarang aku bertemu Sendy?"


tanyaku tajam


"Aku bakal jadi suami kamu seminggu lagi!"


Mengingatkanku.


Seminggu lagi kan?! Udah berani ngelarang-larang dari sekarang!


"Dia sahabat aku satu - satunya,jangan pernah larang aku buat ketemu dia!"


Hardikku


"Boleh ketemu asal sama aku perginya"


Dia meneruskan makannya


"Kenapa?!"


Tanyaku kesal.


Bisa di bayangkan betapa tidak serunya bertemu Sendy bersama Roan,aura semalam saja sudah tidak enak.


"Aku cemburu..."


Ucapnya sendu.


Aku terperangah mendengar jawabannya,menatapnya tak percaya.

__ADS_1


Roan ? Roan Welly Wijaya?


Cemburu padaku???


"Gak usah heran gitu,aku kan sudah bilang sebelumnya.Biasakan saja diri kamu nerima perasaan aku"


Makin memerah wajahku mendengar hal blak - blakannya itu.


"Aku bukan kamu yang terus - terus bersembunyi waktu aku dan Rani jadian dulu,aku bakal bilang apa yang sebenarnya "


Dia dengan santainya menghabiskan nasi gorengnya.


Aku masih terperangah mendengar ucapannya,jadi dulu dia tahu aku menatapnya dan Rani sedih sambil bersembunyi?!


Jemarinya tiba - tiba mengusap lembut bibirku membuatku langsung menutup mulutku rapat.


"Makannya pelan aja,sampai berantakan!"


Dia menunjukan bulir nasi goreng yang dia ambil dengan jemarinya.


Memalukan!!!!


"Itu dulu,aku sekarang gak suka kamu sedikitpun"


Aku memalingkan wajah tak ingin Roan menangkap kebohonganku.


"Aku anggap itu hukuman buat aku,benci aja aku sesuka kamu.Aku cuma mencintai kamu seperti maunya hati aku"


Ucapnya sendu lalu meminum air dari gelas.


"Sesuka hati kamu?!"


Tanyaku tajam


"Hebat ya kamu,kamu bisa mengakui perasaan kamu seenaknya.Menunjukannya langsung sama aku tanpa beban."


Ujarku menahan air mata.


Betapa aku dengan bodohnya menyimpan perasaan itu rapat - rapat karena tak ingin mengganggunya,sekarang dia dengan beraninya tanpa memikirkan perasaanku mengungkapkannya!


"Gak segampang itu kamu membuat aku jatuh cinta lagi sama kamu!aku bersumpah kamu bakal ngerasain hal yang sama dengan yang aku rasakan dulu!"


Aku menatapnya dengan wajah marah


Entahlah sumpahku ini akan terealisasi atau tidak,sekarang pun jantungku sudah hampir meledak melihat wajahnya kalau aku tidak mengingat masa lalu itu.


Sarapan penuh pertarungan batin bagiku itu akhirnya selesai,aku segera berganti pakaian tanpa menunggu di cuci oleh Roan.


Aku menuruni tangga ingin segera pulang,semakin sering aku di dekatnya semakin aku menyukainya.


Sampai hari pernikahan itu aku ingin menghindar darinya.


Niatnya sih gitu...


"Pulang denganku"


Ucapnya menarik tanganku saat aku akan meraih handle pintu


"Ayahmu pasti khawatir kalau kamu pulang sendirian"


Aku tak membantahnya hanya menepis kembali tangannya.


Roan mengantarku tanpa mengatakan apapun,akupun hanya diam mendengarkan musik yang dia putar di radio untuk membunuh keheningan.


itu aku - sheila on 7


Entah mengapa hatiku sedih mendengar lagu itu,ingin rasanya aku menangis kencang saat ini.


Ribuan hari aku menunggumu


Jutaan lagu tercipta untukmu


Apakah kau akan terus begini


Masih adakah celah dihatimu


Yang masih bisa ku tuk singgahi


Cobalah aku kapan engkau mau


Satu bait lagu yang menjadi kenangan saat dulu,saat aku hanya bernyanyi membayangkan Roan di gelapnya malam


Bodoh nya ...

__ADS_1


Aku menghapus air mataku cepat sambil melihat ke arah luar jendela selama perjalanan pulang.


****


Ayah berbincang hangat dengan Roan di teras saat aku masuk ke dalam rumah dengan muram.


Ayah benar - benar menyukainya bahkan menyuruhku membuatkan teh hangat manis untuk Roan.


Karena hari ini hari minggu,Roan nampak santai mengobrol dengan Ayah.


"Sabar nak,Lyra itu kelihatannya aja keras dalamnya udah berantakan pasti"


Ayah terkekeh mengucapkan hal itu


Aku meletakan teh itu dengan wajah cemberut melirik ayah yang masih tersenyum.


"Duduk sini nak"


Ucap ayah menepuk kursi di sebelah Roan,dengan terpaksa aku duduk seraya menyimpan nampan di atas meja.


"Ayah sekarang gak sayang Lyra"


Rengekku kesal


"Lho kok bilang gitu?"


Tanya Ayah heran


"Ayah terus aja ngedukung dia"


Lirikku sebal pada Roan yang masih tersenyum


"Kamu itu,kalau sama Roan jangan judes gitu ...Dia bentar lagi jadi suami kamu,dosa lho"


Ayah mencubit hidungku pelan


"Terus aja bela!"


Cemberut menatap Ayah yang masih tertawa


Sejujurnya hatiku sedikit lega melihat ayah bisa tersenyum selepas kepergian ibu.


Roan adalah alasan ayah tertawa lepas seperti itu,kadang aku seperti bayangan kalau mereka sudah mengobrol.


"Nak Roan,resepsi bisa nanti aja setelah Lyra merasa siap ya...Lyra mungkin masih ingin bekerja,kalau teman kantornya tahu Lyra sudah menikah dengan kamu pasti suasana kerja jadi gak nyaman"


Ujar Ayah pada Roan


"Sebenernya kalau Lyra bekerja,dia jadi lebih sering bertemu dengan saya,Pak.Tapi kalau Lyra ingin menunda resepsi saya akan menuruti maunya Lyra saja"


Ucap Roan dengan nada sopan,aku memutar bola mata kesal mendengar pembahasan ini.


"Jangan panggil Pak lagi,saya ini Ayah kamu juga,Roan"


Ucap Ayah hangat semakin membuatku menarik nafas kesal


"Lyra...gak baik ekspresi kamu begitu di depan Roan,kalian nanti kan serumah masa Roan kamu suguhi ekspresi kaya gitu!"


Kena marah Ayah lagi


"Aku mau tinggal sama Ayah,Ayah sama siapa kalau Lyra gak ada?"


Merengek di depan Ayah


"Setelah menikah kamu adalah tanggung jawab Roan,Ayah masih sanggup mengurus diri Ayah sendiri.Kamu juga masih bisa main kesini sama Roan nanti"


Tolak Ayah membuatku hampir menangis kencang,namun air mataku jatuh tak terbendung.


"Ya ampun ... nangis lagi kamu! harusnya senang kan dapatin suami tampan macam nak Roan ini"


Goda Ayah padaku,aku tak menghiraukannya hanya menangis di depan ayah dan Roan.


Ayah memang benar,setelah menjadi istri Roan aku wajib tinggal bersama Roan.Tapi aku sedih harus meninggalkan ayah,ayah pasti kesepian tanpa ada ibu dan aku di rumah.


"Lyr... udah jangan nangis lagi.Kita bakal sering lihat Ayah kesini"


Roan ikut menenangkanku.


"Tuhkan,lembek banget hatinya,nak Roan"


Ayah menggodaku membuat aku memukul tangan ayah pelan.


Sementara Roan menatapku dengan senyum di wajahnya,wajahnya seakan menyilaukan mataku sangking berkilaunya.

__ADS_1


Kalau senyum gitu,dibelakang kepalanya kaya ada yang nyimpen lampu LED super terang !!! menyebalkan!!!aku harus terbiasa dengan wajah ganteng dia!


__ADS_2