KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
Bukti


__ADS_3

Roan tertunduk saat melihatku sudah memakai pengaman tubuh untuk bersiap body rafting.Perdebatan panjang untuk membuatnya tidak ikut body rafting bersamaku membuatnya nampak kesal.


"Cuma bentar kok,tunggu aja disini!"


Ucapku meninggalkannya


Aku tak ingin melewatkan wahana ini,meski sungainya dangkal arus dan rutenya cukup menantang adrenalinku.


Aku merasa bisa berteriak lepas bila aku menjajali arus sungai ini,meski ada rasa takut aku boleh tenang karena banyaknya penjaga yang berjaga mengarahkanku.


Beberapa kali terseret arus tak membuatku kapok,hingga kecelakaan diluar kendaliku terjadi.


Kesalahan saat body rafting adalah meraih ban yang lepas dari tubuhku hingga tubuhku terbawa bersama ban dan arus sungai.


Namun seseorang menarik dengan sigap membuatku bisa berdiri tegak di tengah derasnya arus


"Sendy!"


Mataku berbinar melihat orang yang menyelamatkanku


"Amatir banget sih!"


kekehnya geli


"Kok bisa disini?"


Tanyaku heran


"Lagi liburan biar bisa ngelupain kamu ... eh malah ketemu kamu disini!"


Kesalnya padaku aku tersenyum penuh rasa bersalah padanya


"Sama Roan?mana dia?"


Sendy mencari - cari sosok Roan


"Aku larang dia ikut,asmanya kambuh semalam"


tuturku


"Cemen"


Dengusnya kesal


"Ayo lanjutin bentar lagi finish kok"


Tuturku kembali naik ke ban yang ku pegang


Kami pun menyelesaikannya dengan perasaan puas,Sendy tersenyum menatapku.


Aku menatap Jembatan bambu di atas sungai yang membentang dan melihat Roan yang nampak marah.


Kedatangan Sendy disini mungkin membuatnya kesal sekarang.


****


Aku mencari - cari Roan di tengah orang orang yang sedang menikmati minuman hangat namun sosoknya tak ku temui.


Sendy menarik tanganku dari belakang


"Roan!"


Aku menyangka Roan yang memegang tanganku ternyata bukan,membuatku sedikit kecewa


"Kamu ternyata bener - bener cinta sama dia ya Lyr?"


Tanya Sendy sendu dan segera melepas tanganku


"Dia suami aku sekarang..."


Ucapku mengingatkan Sendy

__ADS_1


"Maaf Lyr,aku belum bisa lupain kamu"


Ujarnya tertunduk


"Maafin aku Sen... "


Merasa tak bisa membalas perasaannya,dan berlalu dengan perasaan sedih.


Dengan baju yang masih basah aku memasuki villa,berharap menemukan Roan di dalam.


Benar saja dia sedang duduk di kursi sambil meminum segelas wedang jahe hangat dan tak menghiraukan kedatanganku.


"Kamu kok ninggalin sih?!aku nyariin kamu!"


Ucapku di hadapannya yang bahkan tak menatapku


"Kamu kan lagi asyik sama Sendy!"


Tuturnya tajam sambil menyimpan kembali gelas itu di atas meja


"Aku gak tahu ada Sendy disini!gak sengaja ketemu!"


Ucapku kesal


Dia bangkit berdiri dan mendekatiku dengan pandangan kesalnya.


"Jangan pernah berniat buat selingkuh dari aku!"


Bentaknya membuat nyali ku ciut seketika


"Aku gak ada niat selingkuh dari kamu!"


Ujarku lantang


"Terus kenapa kamu terus - terusan ngejaga tubuh kamu dari aku?!Aku yang berhak atas tubuh kamu!"


Protesnya mendekatiku hingga aku tersudut di dinding kayu itu.


Ucapku sendu.


"Rasa bersalah kamu gak beralasan,Lyr...ibu kamu bahkan ingin kita menikah!"


Menatap dengan tatapan tajam


Aku tak bisa membantahnya,apa yang Roan bilang benar adanya.


Rasa bersalah ini tak beralasan bagiku,aku hanya sedang kabur dari perasaanku sendiri.


Menyangkal Roan adalah orang yang paling aku inginkan karena Roan pernah menolakku dulu.


"Buktikan!Buktikan kalau kamu memang tak ada niat buat kabur dari aku!"


Desak Roan padaku


Tubuhku sedikit menggigil karena hawa dingin dan bajuku yang masih basah itu.


Roan memeluk tubuhku dan mencium bibirku lagi dengan sedikit kasar,ada hasrat ingin memilikinya yang berkobar dalam ciuman itu membuatku tak bisa menolaknya.


Langkah kakinya bahkan menggiringku masuk ke dalam kamar,dan satu kali hentakan tubuh kami jatuh di atas tempat tidur.


Roan tak melepaskan ciumannya itu,membuatku tersengal karena hasratnya itu.


Roan berhenti dan menatapku lagi dengan penuh pertanyaan yang tak bisa dia ungkapkan lalu mencium lembut leherku membuatku menahan nafasku.


Dia kembali menatapku dalam dengan mata sayunya,nafasnya sudah memburu.Aku bungkam,tubuhku tak lagi menolaknya.


Roan kembali menciumi leherku dan tangannya bahkan sudah mengusap tubuhku lembut.


"Aku tak ingin kamu kabur lagi,aku akan bikin kamu gak bisa kabur selamanya"


Bisik Roan di telingaku,membuatku semakin pasrah.

__ADS_1


Sisi liar Roan membuatku tak bisa lagi menahan hasratku juga,pada akhirnya hari itu aku memberikan hak Roan sebagai seorang suami.


Dia berakhir tertidur dalam pelukanku dengan senyum penuh kemenangan,akupun tertidur karena tenagaku sudah habis di buatnya.


Bahkan untuk menggerakan tubuh pun terasa sakit,pertama kalinya dia membuatku kehabisan tenagaku.


Meski perlakuannya lembut,hal ini adalah pertama dalam hidupku.


Roan bahkan mengucapkan maaf berulang kali saat akan terlelap,aku sadar seharusnya aku yang mengucap maaf karena telah menunda haknya terhadap diriku.


Maka aku membiarkannya mengurungku seharian di dalam villa,agar dia melepas hasratnya selama ini padaku.


"Kamu itu addicted banget"


Akunya sambil menciumi pundakku membuatku ikut tersenyum.


Aku akan memaafkan diri sendiri....


Maafkan aku bu,aku yang bodoh ini malah bersembunyi di balik nama ibu karena ingin menjaga harga diriku di depannya yang dulu mendorongku jauh,tapi kini aku tak bisa berbalik lagi.Aku memang tak bisa mencintai pria lain selain dia .... Restui kami bu....


Air mataku jatuh di pipi membuatku sedikit terisak,Roan menatapku khawatir


"Kenapa? sakit?"


Tanya memeriksa raut wajahku,aku menggelengkan kepala pelan.


"Sakit dikit ..."


Tuturku pelan


"Kalau sampe nangis artinya sakit banget kan?mana yang sakit?"


Masih dengan nada khawatir


"Aku ini kaya gak punya harga diri"


Ucapku masih terisak membuat Roan menatapku bingung


"Kamu kenapa bilang kaya gitu?"


Tanyanya


"Tadinya aku pengen balas dendam sama kamu,karena kamu dulu pernah nolak aku dengan cara itu"


Ujarku sendu


"Maaf Lyr...maaf aku terlambat sadar kalau aku emang suka kamu dari dulu"


Roan tersenyum sambil membelai rambutku


"Maksud kamu?"


Tanyaku tak mengerti


"Istirahat dulu ...nanti aku ceritain"


Roan menolak menjelaskan ucapannya sekarang


"ceritain sekarang"


Tuntutku sambil mengusap air mataku


"Kamu gak cape ? Masih kuat ?"


Goda Roan membuatku langsung menutup mataku rapat.


"Tidur sana ..."


Ujar Roan terkekeh membenamkan wajahnya di pundakku.


****

__ADS_1


__ADS_2