KARMA CINTA PERTAMA

KARMA CINTA PERTAMA
POSESIF


__ADS_3

Pagi hari Roan berulah sebelum aku berangkat kerja sendiri,merajuk dan menarikku beberapa kali dalam pelukannya.


"Cium aku"


Menunjuk bibirnya sendiri,aku sudah tak punya banyak waktu lagi.


Bahkan ojek online yang ku pesan sudah menunggu di halaman rumah,aku mengecup bibirnya


"Aku kan minta cium,bukan kecupan!"


Protesnya masih memeluk erat pinggangku


"Lipstickku luntur nanti!"


Protesku menjauhkan diri darinya


Roan cemberut melepaskan kepergianku dan menatapku kesal saat aku naik ke motor ojek online itu.


Aku memutuskan untuk berangkat kerja sendiri,semua orang di kantor belum tahu kalau aku sudah menikahi CEO mereka.


Bisa habis di ***** oleh tim ghibah kantor ini!


Aku melirik ke arah Cafe milik Sendy,walau masih pagi pembeli kopi sudah memenuhi antrian.


Ada rasa bersalah di hatiku mengingat penolakanku pada Sendy,namun aku memutuskan untuk menemuinya selepas kerja nanti.


Kalau Roan ijinkan...


Ah ...tapi pasti dia akan mengekorku kan? situasinya akan makin parah nanti...


Apa aku diam - diam aja nemuin Sendy ya? toh juga cuma menjelaskan yang terjadi di sukabumi...


Aku duduk di mejaku seperti biasa,walaupun sekarang statusku adalah istrinya aku harus lebih profesional sebagai sekretarisnya.


Aku tak ingin mengecewakannya telah memperkerjakan aku disini.


Roan menatapku yang masih larut dalam pikiranku,membuatku kaget dan segera berdiri.


"Selamat pagi Lyra"


Sapanya dengan gaya CEO coolnya,agak sedikit kesal.


"Pagi ,Pak!"


Sambutku tersenyum cerah.


Rasanya beda sekali dengan Roan tadi pagi di rumah yang setengah mati menahanku karena tak setuju aku berangkat sendiri ke kantor.


Dia berlalu menuju ruangannya membuatku kembali duduk,setelan jas yang pas di tubuh sempurnanya itu selalu membuatku segan menatapnya.


Karismanya sungguh luar biasa...


"Pagi Lyra"


Pak Randy menyapaku membuatku tersenyum cerah menyapanya.


Manager perusahaan ini datang dengan setumpuk draf di tangannya


"Pak Roan sudah datang kan?"


Tanyanya lagi.

__ADS_1


"Sudah Pak,saya beri tahukan dulu pada beliau ya"


tuturku seraya beranjak masuk ke dalam ruangan Roan.


Pak Randy menatapku sambil tetap tersenyum,manager perusahaan ini memang mengalihkan perhatian para karyawan wanita setelah Roan dialah yang di anggap karismatik dan tampan.


Tubuhnya yang tinggi,dengan bentuk proposional dan wajah yang nyaris sempurna membuat siapapun berdecak kagum.


Di tambah karirnya yang baik di usianya yang masih muda membuat wanita manapun memimpikan menjadi istrinya.


"Pak Roan,Manager Randy ingin bertemu"


Roan melirikku sambil membolak balik draf di tangannya


"Suruh masuk"


Aku mengangguk dan segera mempersilahkan Pak Randy masuk,aku menunggu di luar sambil memeriksa jadwal Roan hari ini


Beberapa lama kemudian telepon di mejaku berbunyi


"Kemari"


Ucap Roan datar


Aku masuk ke dalam ruangan itu dan segera merasakan aura tidak menyenangkan antara Roan dan Pak Randy.


Aku berdiri di sebelah kursi Roan,seperti biasa.


"Sekretaris Lyra menarik dan cantik bukan?"


ucap Roan membuatku terbelalak


Apaan sih ? ini di depan Pak Randy lho!!!


Ucapku dengan suara rendah berusaha menghentikan Roan


Pak Randy menatapku lekat membuatku malu dan tertunduk


Ini ada apa sih sebenarnya???


"Dia cantik dan pintar"


Puji Pak Randy membuat Roan mengepalkan tangannya di atas meja.


"Tapi dia sudah menikah"


Ujar Roan membuat aku dan Pak Randy terkejut


"Bukannya Lyra masih single ya?"


Tanya Pak Randy bingung


Dia memang salah satu pewawancara waktu aku masuk ke perusahaan ini,dia pasti tahu segalanya seperti halnya Roan


Roan meraih pinggangku dengan posesifnya menyembunyikan tubuh dan wajahku dari tatapan Pak Randy


"Dia istriku sekarang Ran..."


Ujarnya serius membuatku melotot ke arah Roan


hey... hey!!! ini bukan kesepakatan kita kan?!

__ADS_1


Tapi Roan tak peduli dengan tatapanku itu,melepaskan pelukannya dan masih berdiri di depanku.


"Jadi jangan berpikir mendapatkannya kalau kamu tidak ingin berhadapan denganku"


Ucap Roan mengancam


Pak Randy tertawa terbahak - bahak


"Oh jadi kemarin kalian bilang ada kerjaan di luar kota tuh kalian nikah ya?!"


Tebak Pak Randy masih terkekeh


"Iya,kami juga honey moon"


Mukaku merah padam mendengar ucapan tanpa filter Roan itu.


"Santai bro... aku tidak akan merebutnya kalau memang dia sudah jadi milikmu"


Masih terkekeh geli


Roan melunak dia kembali duduk tapi masih menggenggam tanganku erat.


"Selamat Roan... aku kira kamu itu homo!karena kamu gak pernah pacaran waktu kita kuliah bareng!"


Roan melotot ke arah Randy yang santai terkekeh geli


"Pak Randy,bisa kan merahasiakannya dulu.Saya belum siap di gosipin lagi di kantor"


Mohonku pada Randy,tapi tanganku meremas geram tangan Roan.


"Aman! aku bukan tukang ghibah kok!"


Ujar Randy santai


"Ok bro... sekali lagi selamat,jangan lupa di cek ulang berkasnya ya ! tertunda selama kalian honey moon tuh"


menunjuk setumpuk draf di atas meja Roan yang tadi dia bawa dan berlalu dari ruangan Roan.


Aku mengibaskan tangan Roan kesal


"Kenapa harus bilang gitu sih? kan kita udah sepakat sampai resepsi di adakan aku gak mau orang kantor tahu!"


Protesku kesal


Roan berbalik ke arahku masih duduk dikursinya lalu memeluk tubuhku dan menyandarkan kepala di perutku


"Maaf aku cemburu,Randy bilang dia tertarik sama kamu.Dia bilang kamu cantik dan pintar"


Gamblang sekali dia menuturkan perasaannya dengan wajah penuh karisma itu


"tapi aku jadi malu sama Pak Randy !"


Protesku masih kesal meski melunak karena pelukan Roan


"Dia teman kuliahku,aku tahu dia gak selemes itu kok"


Ujar Roan menatap wajahku dari bawah,aku menyerah melihat tatapan polosnya itu.


"Hanya Pak Randy"


tegasku melepaskan pelukannya dan berlalu dari ruangannya dengan jantung yang berdebar.

__ADS_1


Takut rasanya berlama-lama dalam posisi seperti itu,bagaimana kalau ada yang masuk dan melihat hal itu?


bisa jadi bahan ghibah sepanjang masa 😭


__ADS_2