Kasih Sayang Untuk Aditya

Kasih Sayang Untuk Aditya
Bab 71.


__ADS_3

Bismillahirrohmanirrohim.


"Yee! akhirnya Aditya sekolah lagi bisa ketemu sama temen-temen. Aditya juga kanengan belajar sama guru." Ucapanya sangat senang.


Padahal sudah lama masuk sekolah, hanya libur satu hari saja Aditya sangat senang sudah masuk sekolah lagi. Hari ini sudah satu bulan setelah mereka dari villa waktu itu sampai Hans menyusul mereka.


"Belajar kok dikangenin lo cil." Protes Arion sedikit tidak terima.


Ketimbang harus belajar seharian di dalam kelas, Arion lebih memilih untuk melakukan segala hal di sekolah. Seperti bermain basket, renang, bernyanyi masih banyak hal lain lagi.


"Suka-suka lah kak Arion, lagipula setiap orang memang berbeda-beda hobi mereka. Ada yang suka belajar seperti Aditya, ada juga seperti kak Arion suka main basket, bahkan ada yang tidak menyukai apapun."


"Kali ini gue setuju sama apa yang lo bilang cil, bener hobi orang nggak semua sama."


"Iya dong, Aditya gitu."


Hari ini Arion terpaksa nebeng bersama Masnya, karena semua fasilitas yang Arion milik telah disita oleh nyonya Milda dan Tuan Leka, putra bungsu keluarga Kasa itu ketahuan pergi tanpa pamit, di malam hari membuat kesal semua orang saja. Jadi nyonya Milda menyita semua fasilitasnya.


Tak lama kemudian mobil yang dikemudikan oleh Eris sampai di depan sekolah Arion. Hari ini memang Eris yang menyetir untuk Hans.


"Udah sampek di depan sekolah Kak Arion, sana sekarang Kak Arion turun. Belajar yang rajin ya kak Arion."


"Ngusir lo Cil. Iya tahu cil."


"Astagfirullah, Arion sekali aja lo nggak gangguin Aditya bisa kagak. Udah sono sekolah yang rajin gih." Ucap Hans akhirnya.


Jika tidak dihentikan oleh Hans perdebatan anak dan adiknya itu akan terus berlanjut entah sampai kapan. Sudah mendapat teguran dari sang kakak, Arion segera turun dari mobil setelah berpamitan pada semua orang yang ada di dalam mobil.


"Arion sekolah dulu, Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam." Jawab mereka semua yang ada di dalam mobil kompak.


"Belajar yang bener lo, Ar. Jangan suka keluyuran malem lagi, sekarang tahu rasakan. Udah tahu Mama sama Papa kalau ngancem nggak pernah cuman buat gertak dong."


"Iya, iya Mas. Arion tahu! ini juga nyesel tapi mau gimana lagi orang udah terlajur. Arion masuk dulu."


Setelah benar-benar turun dari mobil Arion segera masuk ke dalam sekolahnya. SMA populer yang ada di kota B. Namun, ada hal aneh yang sering terjadi di sekolahan Arion tersebut. Hans benar-benar memastikan apakah adiknya masuk sekolah atau tidak, setelah itu baru menyuruh Eris kembali melajukan mobil.

__ADS_1


Memang sekolah Aditya melewati sekolah Arion terlebih dahulu setelah itu baru sekolah tempat Aditya, jaraknya juga memang lumayan sedikit jauh.


"Itu sekolah Arion, Mas?" tanya Ulya pada sang suami, kala mobil sudah kembali melaju.


"Iya bener, ada apa memang dek."


"Gede banget sekolahnya, tapi sedikit serem sih." Ucap Ulya.


Bumil ini mengatakan sebenarnya apa yang dilihat oleh Ulya ketika mengindra secara saksama tempat Arion sekolah.


"Memang begitu sih, Mas kira. Tapi tidak bisa dipungkiri Mas juga sama dengan pendapat kamu tentang sekolah Arion."


"Aditya juga setuju sekolah Kak Arion kayak ada yang aneh." Sambung Aditya yang ikut menyimak percakapan Hans dan Ulya.


Obrolan mereka terus berlanjut sampai tiba di sekolah Aditya. Ulya bersama Aditya segera siap-siap untuk turun, hari ini Hans sedikit buru-buru maka dari itu menyuruh Eris untuk menyetir agar tidak terlambat.


"Mas, aku nemenin Aditya sekolah dulu."


"Jangan lupa nanti pulang sekolah jemput Aditya sama mommy. Dad, awas kalau lupa." Pesan Aditya pada Hans.


Setelah kejadian yang Aditya hampir diculik waktu itu, Ulya tidak pernah lagi mau meninggalkan Aditya sendirian ketika sekolah. Ulya akan menunggu Aditya sampai pulang sekolah, karena tidak ingin kejadian sama terulang kembali.


Sebelum keduanya turun Hans mencium anak istrinya secara bergantian, sejak Ulya hamil baik Hans maupun Ulya selalu ingin bersama terkadang mereka engga pisah, walaupun hanya sebentar saja.


"Belajar yang rajin boy, Insya Allah kamu akan menjadi anak soleh."


"Aamiin, terima kasih doanya daddy."


Eris yang melihat keluarga bosnya bahagia pun merasakan kebahagain itu ikut juga dia rasakan.


"Om Eris, Aditya sekolah dulu."


"Siap bos kecil, jangan lupa sekolah yang benar oke."


"Siap Om." Jawabnya semangat.


"Assalamualaikum." Ucap Ulya dan Aditya bersama sambil turun dari dalam mobil.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam." Jawab Hans juga Eris.


"Kalian hati-hati, Mas." Pesan Ulya membuat Hans mengangguk tak lupa tersenyum pada istri tercinta.


"Udah sono masuk, ini mobil bakal jalan kalau kalian masuk gerbang sekolah Aditya lebih dulu." Ujar Hans.


Ulya tak membantah, ibu hamil ini segera mengajak putranya masuk ke dalam sekolah Aditya. Baru setelah tadik melihat keberadaan Ulya dan Aditya lagi karena sudah masuk gerbang mobil kembali melaju.


Hans senang Alhamdulillah, sekarang janin yang ada di dalam perut istrinya semakin baik saja. Semakin kuat dan sehat janin yang Ulya kandung saat ini, setelah banyak kesehatan yang dilakukan oleh Ulya atas saran dokter.


"Erisa!" panggil Aditya kala melihat teman sebangkunya itu baru juga datang ke sekolah bersama sang bunda.


Aditya ingin pamer kalau sebentar lagi dia akan punya adik juga. Buru-buru Aditya menghampiri gadis kecil bernama Erisa.


"Aditya, kita udah sekolah lagi. Aku kangen sama gulu, sama kalian semua. Kemalen libul kulang selu di lumah."


"Kita sama Erisa. Erisa tahu tidak aku sebentar lagi punya adik kayak kamu." Ucap Aditya semangat sekali.


Kedua bola matanya bahkan sampai berbinar kala mengatakan pada Erisa kalau dirinya sebentar lagi mau punya adik.


"Benal begitu Aditya, telus sekalang dimana calon Aditya, Kamu?" tanya Erisa penasaran..


"Ini di dalam perut mommy." Tiba-tiba Aditya mengelus perut Ulya yang terlihat baru sedikit berisi dari sebelumnya.


Ulya tertawa melihat tingkah Aditya yang begitu semangat memberitahu calon adiknya pada Erisa. "Selamat Aditya sebental lagi kamu punya adik."


"Masya Allah selamat ya mbak atas kehamilannya, sehat-sehat terus buat ibu sama calon bayinya." Ucap Anggi, bunda Erisa pada Ulya.


"Aamiin, mbak Anggi terima kasih doanya." Sahut Ulya.


"Aditya masuk dulu ya mom."


"Unda ERrisa juga masuk kelas dulu, sebental lagi ada ibu gulunya." Anggi menganggu tak lupa tersenyum pada putrinya.


Seperti biasa Ulya bersama bundanya Erisa akan menunggu di sekolah sampai anak-anak pulang sekolah.


Sebenarnya sudah lama Aditya ingin mengatakan pada Erisa kalau dia sudah mau punya adik, sejak mereka pulang dari Villa waktu itu, tapi karena perut Ulya belum terlihat menonjol membuat Aditya harus menunggu dulu agar Erisa percaya kalau dirinya benar-benar akan punya seorang adik.

__ADS_1


(Komen banyak-banyak semua biar author semangat upnya🤗)


__ADS_2