Kekasihku Bad Boy Milyuner

Kekasihku Bad Boy Milyuner
Kampus Biru


__ADS_3

"Mas, apa yang kamu lakukan tadi di dalam sana? Kenalan sama kepla sekolah?" tanya istrinya pada Shane yang kini duudk di kemudi. Pemuda itu tersenyum lalu menghidupkan mesin mobilnya.


"Bukan kena;an, hanya saja aku ingin bilang jika bidadari ini adalah milikku sekarang, jadi orang lain tidak boleh menatap dengan tatapan memuja pada istriku, hanya aku yang boleh melihatnya dengan semua kesempurnaan yang dia miliki.


Flora tersipu, dia benar bersyukur dengan kejadian nikah paksa karena fitnah dari tetangga.


Shane melajukan mobilnya ke rumah orang tua istrinya, banyak pasang mata melihat mobil mewah melintasi gang sempit dan kini terparkir di halaman rumah Flora yang lumayan luas.


Keduamya turun dari mobil mewah, dan semua orang terkejut jika itu adalah Flora dan pemuda yang mereka sangka adalah preman yang meresahkan warga.


"Tahu gitu aku saja yang menolong pemuda tampan yang tajir itu, bisa dapat mobil dan rumah mewah jika sudah diperistri sama dia."


"Aku yang akan menolongnya, akan aku jodohkan dengan si Wati, anak perawanku yang kini sedang nganggur di rumah, lumayan tidak kerja tapi bisa dapat banyak uang."


"Dulu saja, bilangnya dia tidak pantas berada di kampung ini, karena identitas dan semuanya hilang, bahkan klian yang menuduh Flora berbiat yang tidak-tidak karena menolong pemuda yang terluka itu."

__ADS_1


Ucaoan pedas dari ketua RT yang kini melihat jiia pemuda yang bersama Flora adalah orang yang baik dan bukan preman yang meresahkan warga.


Flora dan Shane yang mendengar pernyataan tersebut hanya tersenyum lucu, tetapi mereka berterima kasih atas pernikahan paksa yang sudah terjadi.


"Assalamu'alaikum," sapa Flora dengan nada yang ceria. Dirinya kini menggandeng tangan suaminya dengan rasa yang tidak bisa diungkapkan.


"Wa'alaikumsalam," sahut wanita paruh baya yang kini membuka pintu rumahnya dengan wajah yang terkwjut.


"Putriku!" seru wanita paruh baya yang melihat anak semata wayangnya itu berdiri tegap dengan wajah ceria.


"Ibu hanya bahagia, nak kamu pulang, bagaimana tinggal di kota? Apa kamu membuat masalah sama suamimu?" selidik wanita paruh baya itu pada putrinya.


"Tidak, Bu. Flora tidak menyusahkan ku, bahkan dia merupakan anugerah yang paling indah di dalam kehidupanku, kami ke sini hanya memberikan surat pengunduran diri Flora di tempatnya mengajar saja, nanti selepas ini kami juga mau mampir ke kampus Flora untuk memindahkan dia denganku dalam satu kampus," terang Shane panjang lebar, membuat wanita paruh baya itu merasa senang dan juga lega. Flora bersama dengan orang yang tepat.


"Bu, pegel ini kalau berdiri diambang pintu, apa kita tidak boleh masuk," rajuk gadis cantik itu pada orang tuanya.

__ADS_1


"Oh, iya saking bahagianyaaaaa bertemu kamu, inu hampir lypa jika kamu belum masuk rumah, Nak. Silahkan duduk dan ibu akan panggilkan Bapak."


"Pak, anakmu pulang," teriak sang iu dengan nada yang teramat senang, dia ,asuk ke dalam rumah untuk mencari keberadaan suaminya.


"Pak, Bapak.' Ulangnya lagi dang akhirnya yang dicari pun memperlihatkan diri.


"Ada apa, Bu. Malu di dengar sama tetangga lainnya," sahut suaminya dengan wajah bingung.


"Anak kita pulang sama suaminya, temui mereka dulu aku akan buatkan kalian minuman," pinta sang istri yang kini menghilang ke dapur membuatkan minum dan juga maknana ringan untuk anak dan menantunya.


Pria paruh baya itu mulai menemui putri dan juga menantunya.


"Assalamu'alaikum, Pak," sapa Flora dan Shane bersamaan keduanya kini bergantian untuk menyalami tangan pria paruh baya di depannya.


"Baik, Paak, Flora tadi mengajukan pengunduran diri di sekolah, nanti sepulang dari sini kami mampir di kampus Biru untuk mengurus surat kepindahan ku, Pak," Sahut Flora dengan wajah berbinar ceria.

__ADS_1


"Alhamdulillah, kalian sudah bisa menerima satu sama lain, bapak senang melihat kalian seperti ini."


__ADS_2