Kekasihku Bad Boy Milyuner

Kekasihku Bad Boy Milyuner
Dia Permataku


__ADS_3

Selesai bersiap, dan dirasa Sukro juga pergi, Flora dan juga Shane kini sudah duduk berdampingan di dalam mobil. Pemuda tampan itu tampak begitu tenang dan fokus pada jalan raya. Sedangkan istrinya menikmati pemandangan malam yang sangat jarang dia lihat.


"Apa kamu bahagia?" tanya Shane disela-sela fokusnya pada jalan raya.


"Iya, aku bahagia, bisa melihat pemandangan malam seperti sekarang ini, dulu kalau di rumah aku tidak boleh keluar malam, jika aku pulang kuliah malam, Bapak sudah stay di depan gerbang untuk menjemputku," terang Flora pada suaminya.


Kekaguman Shane bertambah, istrinya benar-benar wanita yang jarang dia temui semasa hidupnya, bahkan waktu pertama kali dia melihat wajah gadis cantik berhijab panjang itu, pandangan istrinya selalu menunduk, dia menjaga hati dan matanya agar tidak teejerat pesona sementara.


"Maaf, apa aku boleh bertanya sesuatu yang sedikit privasi?" tanya pemuda tampan itu sedikit takut.


"Tanya apa? Aku akan menjawab pertanyaanmu," sahut istrinya dengan nada ramah.


"Apa kamu punya kekasih sewaktu masih sendiri?" tanya Shane pada akhirnya.


Flora tersenyum, lalu melihat pemandangan malam yang seperti dia lihat dalam televisi.


"Tidak, Bapak tidak mengizinkanku untuk dekat dengan seorang laki-laki karena dalam agamaku sendiri tidak disarankan untuk dekat, apalagi untuk pacaran," terang Flora pada suaminya.


"Allah sudah menerangkan semuanya dalam Al-Qur'an yang menerangkan tentang hukum pacaran, tertulis jelas di dalam QS-Al Isra' ayat 32 ,'Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk'."


Flora begitu lugas menerangkan tentang larangan pacaran pada suaminya.

__ADS_1


"Kamu hebat ya, mudah menghafal setiap hal terkecil sekalipun," puji Shane pada kekasih halalnya.


"Aku sudah sering dengar dari Bapak, jadi hapal setipa apa yang beliau katakan, tidak jarang dia tegas padaku yang sering membuat kesalahan kecil dan mengulur waktu sholat wajib 5 waktu," tutur Flora dengan jujur.


Setelah beberapa lama ada di jalan, Shane membawa langkah Flora untuk masuk ke salah satu mall terbesar dikota itu, mall tersebut merupakan milik keluarga Shane yang tidak banyak orang ketahui.


Shane benar-benar menjaga setiap langkah istrinya, hingga dia mendengar suara panggilan dari seseorang.


"Shane!" seru seorang wanita muda dengan pakaian ketat menuju kearah kedua orang yang sedang berjalan-jalan di mall itu.


Pemuda itu hanya melihat sekilas dan melanjutkan langkahnya menggandeng tangan Flora.


"Shane tunggu gue," ujar wanita muda itu pada suami Flora.


"Jangan hiraukan dia, orang seperti dia hanya akan membuat masalah padamu nanti," sahut Shane yang tetap melangkah menghindari panggilan dari seseorang tersebut.


"Shane lo ada di sini juga."


Langkah pemuda itu terhenti saat Sukro menghadang langkahnya bersama Flora.


Hah hah hah

__ADS_1


"Gue capek lari ngejar lo, Shane, lo itu susah banget dihubungi akhir-akhir ini," keluh gadis yang kini sudah dekat dengan Flora dan juga Shane.


"Ayo kita ke diskotik lagi," ajak wanita muda dengan rambut bercat putih mirip mihun ditoko kelontong.


"Ide bagus itu, kita ke bar buat minum hingga pagi," imbuh Sukro yang ikut bersuara dengan merangkul wanita muda yang penampilannya begitu seksi.


"Maaf gak minat," sahut Shane pada dua temannya.


"Tumben, lo sakit?" tanya Meilin yang telapak tangannya terjulur untuk mengecek suhu kening pemuda tampan itu.


Dengan segera pemuda dengan wajag dingin itu menghindar.


"Gak, aku baik saja."


Sukro dan Meilin terbelalak dengan jawaban dari Shane, hingga akhirnya Sukro melihat Flora yang sejak tadi menundukkan pandangannya.


"Lo bawa mainan baru, tapi bajunya sangat kuno."


Sukro yang hampir menyentuh Flora dengan sengaja, segera ditendang dengan kencang oleh Shane.


"Jangan sentuh permataku," tegas Shane yang membuat hati Meilin panas.

__ADS_1


Entah ap yang gadis muda itu pikirkan, dia hanya bisa melihat pemuda yang dia cintai pergi menjauh dengan wanita lain dengan meremas tangannya dengan kencang.


__ADS_2