Kekasihku Bad Boy Milyuner

Kekasihku Bad Boy Milyuner
Sholat Sunnah


__ADS_3

Wajah cantik wanita berhijab itu semakin bingung, dia melihat kado berisi perhiasan bermahkota berlian satu set.


"Aku masih punya dan belum pernah dipakai, Mas, kenapa beli perhiasan begini lagi," protes Flora yang kurang suka jika Shane terlalu menghamburkan uang.


"Itu dipakai jika ada di pesta saja, Sayang, beda dengan ini."


Pemuda itu mengambil kalung berliontin berlian dan memakaikannya pada istrinya.


"Meskipun kamu pakai ini pun, orang lain tidak akan tahu jika kamu memakai perhiasan, Sayang. Bukankah kamu memakai hijab," ujar lembut Shane pada istrinya sembari mengaitkan kalung yang dia pakaikan di leher Flora.


"Terima kasih, Mas," ucap gadis berhijab itu dengan lembut.


"Maaf, bukan maksud ku untuk protes tadi, tapi......"


"Aku tahu, Sayang, kamu khawatir jika ada yang berniat jahat padamu karena kalung berlian itu bukan," pungkas Shane pada Flora.


Istri cantiknya itu hanya tersenyum dan membenahi hijabnya yang tersikap karena Shane.


"Selain itu ada lagi, Mas, jangan terlalu berfoya-foya, ingat di bawah kita masih banyak orang yang membutuhkan, berikan sedikit rezeki Mas pada mereka," tutur Flora yang membuat Shane salah tingkah.


"Iya Sayang, lain kali aku akan menyisihkan rezekiku pada orang kurang mampu," sahut Shane sembari tersenyum manis.


"Kadonya masih banyak, Sayang, coba kamu buka satu-satu," mohon sang suami pada istrinya.


Akhirnya Flora membuka semua bungkusan yang sengaja diberikan oleh suaminya. Wanita cantik itu mendapatkan gamis mewah, coklat, buket bunga berupa uang serta tiket hotel.


"Mas, ini tiket untuk ke hotel mana?" tanya heran Flora pada suaminya. Pemuda itu hanya menyengir saja saat istrinya terlihat bingung.


"Mas!" seru Flora dengan nada rendah, dia tidak ingin membentak seseorang yang merupakan imamnya tersebut.


"Iya, itu untuk kita nanti."


Pemuda itu terlihat menampilkan senyum manisnya.


"Untuk apa, Mas?" selidik istri Shane dengan menyipitkan matanya.


"Kita baru saja berbaikan bukan, bisakah kita sedikit lebih____"


Seakan tahu kode dari suaminya, Flora hanya mengangguk. "Iya aku tahu, Mas, nanti aku berikan apa yang ingin kamu mau," bisik lirih Flora dengan semu merah melekat di dua pipinya yang halus.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo sekarang saja," pinta Shane yang menggoda istrinya.


"Mas, ini masih acara loh, bukankah ini adalah acara syukuran, tidak enak jika kita menghilang begitu saja," ucap Flora memberi tahu suaminya.


"Iya, maaf, Sayang."


Beberapa jam setelah acara syukuran tersebut, Flora tampak duduk ditepi ranjang, mengenakan pakaian yang menampilkan lekuk tubuhnya untuk suami tercintanya.


Pandangan Shane dan Flora bertemu, tampak api cinta pada netra keduanya. Pemuda tampan itu semakin terpesona dengan keindahan bidadari yang ada di tepi ranjang dengan pandangan menunduk malu.


Perlahan langkah panjang Shane kini sudah sampai di depan istrinya.


"Bagaimana bisa aku membuat bidadari cantik dan juga lembut seperti mu terluka, maafkan aku ya, Sayang."


Perlahan Shane dan Flora melakukan aktivitas panasnya dibalik selimut, keduanya tampak begitu menginginkan satu sama lain dan memberikan kenyamanan untuk pasangannya.


Selesai melakukan olahraga panasnya, Shane menutup tubuh sang istri yang kelelahan karena ulahnya, bukti cintanya membekas di sekujur tubuh istrinya.


"Semoga kamu selalu jadi penenang dikala aku sedang dalam fase api yang terbakar ya, Sayang."


Dirinya mengecup lembut kening Flora dan keduanya sama-sama mengarungi alam impian.


Seperti biasa sebelum adzan subuh, Flora sudah mandi lebih dulu, dia ingat akan pesan dari suaminya tempo lalu, wanita cantik itu akhirnya membangunkan imamnya.


"Mas, bangun, ayo kita sholat sunnah dua rakaat dulu sebelum adzan subuh berkumandang," bisik lembut Flora pada suaminya.


Dengan rasa kantuk yang masih mendera, Shane melangkahkan kakinya ke kamar mandi, menghilangkan hadast besarnya, lalu memakai baju koko warna putih mengimami Flora melakukan sholat sunnah fajar dua rakaat.


Flora yang sudah menyiapkan dua sajadah untuk dia dan suaminya, mulai duduk dengan tenang, dirinya juga tersenyum manis saat melihat Shane dengan setelan baju koko putih lengkap dengan peci serta sarung.


"Sudah siap, Mas?"


"Iya, sudah."


Keduanya begitu khusuk saat melakukan sholat sunnah dua rakaat sebelum sholat subuh.


Setelah melakukan sholat sunnah fajar, Shane menatap lekat manik bening milik istrinya.


"Sayang apa keistimewaan dari sholat sunnah fajar, kenapa setiap kali aku melihatmu sholat sebelum adzan subuh berkumandang?" tanya Shane pada istri cantiknya.

__ADS_1


"Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah RA berkata: Nabi SAW belum pernah dalam melakukan shalat sunnah lebih diperhatikan dari dua rakaat fajar (HR Bukhari). Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah engkau tinggalkan kedua rakaat sunnah fajar itu, meskipun kalian dikejar oleh tentara berkuda."


Flora menjelaskan dengan singkat apa yang dia ketahui.


"Lalu apa lagi yang harusnya kita lakukan sambil menunggu adzan subuh?"


Agak bingung, karena Shane sendiri belum bisa dikatakan sempurna dalam semua hal, dirinya baru merubah semua perilaku dan juga sikapnya setelah memperoleh Flora karena fitnah dari tetangga.


"Mas bisa baca Al-Quran kok," tutur Flora dengan begitu lembut.


"Tapi, aku belum lancar membaca, belum fasih," sahut Shane dengan menundukkan wajahnya karena merasa malu.


"Tidak apa, Mas, nanti aku ajari."


Benar saja, Flora membantu Shane untuk membaca Juz 30, surah pendek yang mungkin menjadi dasar untuk ke tahap selanjutnya.


Shane hafal huruf hijaiyah namun panjang pendek tajwid masih belum dia kuasai.


Dalam bimbingan Flora yang sabar, Shane akhirnya mau belajar membaca dan bertekad untuk terus membaca hingga selancar istri cantiknya.


Tak terasa adzan subuh mulai berkumandang, Shane mengajak Flora untuk sholat subuh berjamaah setelah adzan sudah selesai.


Keduanya khusuk dalam menjalani sholat wajib dua rakaat, hingga salam. Setelah selesai, Shane mengecup lembut pucuk kepala istri cantiknya seraya berdoa. Memohon yang terbaik untuk istrinya, begitu juga dengan Flora yang mengecup lembut punggung tangan suaminya dan berdoa untuk sang suami tercinta.


Selesai dengan sholat subuh berjamaah, Flora turun dan membantu ART menyiapkan masakan untuk mereka dan juga semua penghuni rumah.


"Non Flora harusnya tetap duduk di sana saja, biar kami yang memasak makanan untuk tuan muda dan nona muda, nanti badan nona bau asap lo," ucap wanita paruh baya yang selalu ramah dan juga cekatan saat bekerja.


"Tidak kok, Bu, tenang saja, ini adalah salah satu wujud cintaku untuk suami, memberikan perasaan bahagia lewat makanan," tutur Flora sambil tersenyum manis.


"Tapi, Nona, itu kopi tuan muda belum disiapkan."


Flora menepuk dahinya saat dia mulai lupa.


"Astaghfirullah, aku hampir lupa."


Dengan segera dia meracik kopi dan disajikan panas di depan Shane yang sibuk dengan laptop yang kini berada di depan pemuda tersebut.


"Mas....."

__ADS_1


__ADS_2